Pasar Murah di Pendopo Sumenep : Strategi Khofifah Kendalikan Inflasi Jatim

Minggu, 24 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyapa langsung warga saat gelaran Pasar Murah di Pendopo Kabupaten Sumenep, Sabtu (23/8/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyapa langsung warga saat gelaran Pasar Murah di Pendopo Kabupaten Sumenep, Sabtu (23/8/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SUMENEP, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berupaya menekan gejolak harga pangan sekaligus menjaga kestabilan inflasi di daerah. Salah satunya dengan menggelar pasar murah yang dipimpin langsung Gubernur Khofifah Indar Parawansa di Pendopo Kabupaten Sumenep, Sabtu (23/8/2025).

Khofifah menjelaskan, inflasi di Sumenep sempat mengalami fluktuasi sehingga distribusi bahan pokok harus benar-benar terjaga. Menurutnya, stabilitas harga hanya bisa dicapai bila stok tersedia, distribusi lancar, dan daya beli masyarakat tetap kuat.

“Pastikan turun ke pasar karena sebagian besar beras SPHP belum terdistribusi maksimal. Bahkan saat rapat koordinasi dengan Menko Pangan, Pemprov Jatim meminta Bulog mendistribusikan beras medium SPHP lebih besar lagi,” ujar Khofifah.

Gubernur juga mengingatkan pentingnya momentum menjelang survei Badan Pusat Statistik (BPS) pada 1 September mendatang. Survei tersebut akan mencatat pola konsumsi masyarakat, mulai dari jenis makanan, lauk pauk, hingga belanja harian.

“Itu berpengaruh pada indikator kemiskinan. Jadi ketepatan waktu sangat penting,” tegasnya.

Atas dasar itu, Khofifah mendorong pemerintah daerah aktif memastikan ketersediaan bahan pokok, tidak hanya di pasar modern tetapi juga di pasar tradisional. Ia menegaskan, pasar murah adalah salah satu instrumen mendekatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran.

“Pasar murah juga adalah cara kami mendekatkan daya jangkau masyarakat untuk bisa memenuhi kebutuhan pokoknya. Bisa dilihat dari harga jual bahan pokok yang jauh di bawah harga pasar,” tuturnya.

Sejumlah komoditas dijual dengan harga lebih rendah dibanding harga pasaran. Misalnya, beras premium dilepas Rp14.000 per kilogram, sementara di pasaran Sumenep mencapai Rp15.000. Beras medium dijual Rp11.000 per kilogram, lebih murah dari harga pasar Rp13.000.

Selain beras, komoditas lain juga mendapat subsidi harga. Gula pasir ditawarkan Rp14.000 per kilogram, lebih rendah dari harga pasar Rp17.500. Minyak goreng kemasan Minyakita dijual Rp13.000 per liter, lebih murah dari harga pasar Rp17.000.

Harga telur ayam ras juga ditekan Rp22.000 per kilogram dari harga pasar Rp28.000. Sementara bawang merah dijual Rp7.000 per 250 gram, jauh lebih rendah dibanding harga pasaran Rp42.500 per kilogram. Bawang putih Sinco pun dipatok Rp6.000 per 250 gram, sedangkan harga di pasaran mencapai Rp30.000 per kilogram.

Dengan pasar murah ini, Pemprov Jatim berharap inflasi dapat terkendali, distribusi pangan semakin lancar, dan masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru