PCNU Pasuruan Dorong Penyelesaian Damai Konflik Lahan Nguling–Lekok

Jumat, 19 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PASURUAN, RadarBangsa.co.id — Konflik lahan yang berlarut-larut di kawasan Nguling–Lekok, Kabupaten Pasuruan, kembali menjadi sorotan. Sengketa yang telah berlangsung selama bertahun-tahun ini dinilai tidak hanya memicu ketegangan hukum, tetapi juga menimbulkan tekanan sosial dan psikologis bagi warga yang menggantungkan hidup di atas lahan tersebut.

Kondisi di lapangan disebut membutuhkan upaya penenangan segera agar tidak berkembang menjadi konflik terbuka. Berbagai pihak didorong untuk menahan diri dan mengedepankan jalur dialog sebagai satu-satunya pendekatan penyelesaian yang beradab dan berkeadilan.

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menyatakan sikap tegas untuk mendorong penyelesaian damai. Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin, menilai kehadiran NU penting karena sebagian besar warga terdampak merupakan warga nahdliyin yang selama ini hidup berdampingan secara sosial dan kultural.

“Kami berharap persoalan ini diselesaikan dengan duduk bersama, tanpa kekerasan, baik dari warga maupun aparat. Kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah, justru memperpanjang luka sosial,” ujar KH Imron Mutamakkin, yang akrab disapa Gus Ipong, Jumat (19/12/2025).

Menurut Gus Ipong, konflik yang berkepanjangan telah membuat warga merasa tertekan di tanah yang mereka tempati dan kelola secara turun-temurun. Situasi tersebut, kata dia, mencerminkan absennya kepastian hukum yang seharusnya dijamin negara bagi masyarakat kecil.

Ia menegaskan negara tidak boleh lepas tangan. Pemerintah, menurutnya, wajib hadir untuk memastikan kejelasan status dan perlindungan hak atas tanah yang telah lama menjadi sumber penghidupan warga.

PCNU Pasuruan juga mendorong pemerintah daerah agar mengambil peran lebih aktif, tidak sekadar menjadi penonton. Pemda diminta memfasilitasi komunikasi intensif dengan pemerintah pusat, mengingat aset lahan yang disengketakan disebut berada dalam kewenangan pusat.

“Pemerintah daerah punya peran strategis mengawal aspirasi masyarakat. Jika perlu difasilitasi ke DPR RI atau kementerian terkait, maka pendampingan harus dilakukan secara serius,” kata Gus Ipong.

Di sisi lain, warga mengaku telah berjuang lintas generasi untuk mempertahankan lahan tersebut. Alianto, salah satu warga Nguling–Lekok, menyebut keluarganya kini telah memasuki generasi ketiga yang memperjuangkan hak atas tanah itu.

“Kami sudah mengadu ke banyak pihak sejak lama, tapi hasilnya hampir tidak ada. Kami hanya ingin kejelasan dan keadilan,” ujarnya.

Warga berharap pemerintah benar-benar hadir sebagai penengah yang adil, sekaligus mengakhiri konflik berkepanjangan yang mengganggu stabilitas sosial. Penyelesaian damai dinilai menjadi kunci agar kehidupan masyarakat di Nguling–Lekok kembali kondusif dan rasa aman dapat pulih.

Penulis : Ahmad

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru