Pemerataan Pendidikan Jadi Sorotan, Senator DPD RI Lia Istifhama Dorong Peta Jalan Nasional

Kamis, 11 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Senator DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama (kiri), bersama pejabat saat menghadiri rapat Komite III DPD RI bersama Ombudsman RI di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (9/9). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Senator DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama (kiri), bersama pejabat saat menghadiri rapat Komite III DPD RI bersama Ombudsman RI di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (9/9). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menegaskan pentingnya peta jalan pengembangan pendidikan nasional. Menurutnya, peta jalan tersebut sangat mendesak agar pemerataan akses dan peningkatan kualitas pendidikan bisa terwujud lebih cepat di Indonesia.

Dalam rapat Komite III DPD RI bersama Ombudsman RI di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (9/9), Lia yang akrab disapa Ning Lia menyebut salah satu masalah utama adalah keterbatasan daya tampung sekolah negeri.

“Banyak siswa tidak tertampung di sekolah negeri karena keterbatasan rombongan belajar (rombel). Kondisi ini bahkan memicu masalah baru, mulai dari guru Sekolah Rakyat (SR) yang mundur, hingga sekolah swasta yang memberlakukan biaya tinggi,” ungkap Lia.

Ia mencontohkan, sebuah sekolah di Ngawi bahkan hanya menerima satu murid saja pada tahun ajaran baru. “Ini potret nyata betapa masih timpangnya akses pendidikan,” tambahnya.

Menurut Lia, peta jalan pendidikan harus menyasar persoalan akses, pembiayaan, dan penataan rombel secara komprehensif. “Pemerintah bersama kementerian terkait perlu hadir secara aktif agar pendidikan bisa diakses secara adil oleh semua kalangan,” tegasnya.

Ombudsman RI dalam rapat itu turut memaparkan catatan terkait Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). Sebanyak 84 persen pemerintah daerah telah menetapkan juknis SPMB dua bulan sebelum pendaftaran, namun 36 persen Pemda masih belum memiliki sistem penerimaan murid baru yang terintegrasi dengan Dapodik, DTKS, dan Dukcapil.

Ketua Ombudsman RI, Muhammad Najih, menilai pemetaan tenaga pendidik dan fasilitas sekolah masih lemah. Ia juga menyoroti belum maksimalnya kebijakan afirmasi bagi kelompok rentan, serta lemahnya sistem evaluasi sejak dihapuskannya ujian nasional.

“Permasalahan yang sering muncul mencakup keterbatasan daya tampung, diskriminasi pada jalur afirmasi, hingga minimnya layanan bagi anak berkebutuhan khusus,” jelas Najih.

Komite III DPD RI mendukung langkah Ombudsman untuk terus mengawal proses penerimaan siswa baru. DPD juga mendorong pemerintah daerah agar sistem zonasi lebih adil dengan mempertimbangkan faktor jarak, prestasi, dan kondisi ekonomi siswa.

Tak hanya itu, DPD mengusulkan program beasiswa atau kerja sama dengan sekolah swasta favorit untuk menampung siswa yang tidak masuk sekolah negeri. Upaya pencegahan penyalahgunaan prosedur penerimaan juga dinilai penting dengan melibatkan aparat penegak hukum.

Laporan Ombudsman menunjukkan kasus penyimpangan prosedur SPMB mendominasi aduan masyarakat, disusul masalah layanan publik saat pendaftaran dan diskriminasi terhadap anak disabilitas.

“DPD RI akan terus mendorong lahirnya kebijakan pendidikan yang inklusif, adil, dan berpihak pada masa depan anak bangsa,” tutup Lia

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Harhubnas 2026, Trans Jatim Gratis Sehari di 8 Koridor, Gubernur Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik
Bukan Sekadar Tempat Baca, Wabup Bangkalan Ingin Perpustakaan Jadi Ruang Belajar Pelajar
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 19:51

Bukan Sekadar Tempat Baca, Wabup Bangkalan Ingin Perpustakaan Jadi Ruang Belajar Pelajar

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 17:58

95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 13:00

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional

Berita Terbaru