BLITAR, RadarBangsa.co.id — Pemerintah Kota Blitar melalui Satgas Makanan Bergizi Gratis (MBG) terus memperkuat penerapan standar keamanan pangan dan sanitasi di setiap dapur penyelenggara program MBG. Salah satu langkah konkret dilakukan dengan menggelar Kursus Keamanan Pangan bagi penjamah atau tenaga pengolah makanan di dapur MBG, yang dilaksanakan pada Sabtu (11/10/2025) di Ruang Sasana Praja, Kantor Wali Kota Blitar.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 100 peserta dari berbagai dapur MBG di wilayah Kota Blitar. Mereka mendapatkan pembekalan langsung dari Dinas Kesehatan mengenai praktik pengolahan makanan yang higienis, aman, dan sesuai dengan ketentuan sanitasi pangan nasional.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Blitar, Heru Eko Pramono, yang juga anggota Satgas MBG, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi seluruh dapur MBG.
“Sesuai komitmen kami dari Satgas MBG, kursus keamanan pangan ini menjadi langkah awal pendampingan bagi seluruh SPPG agar memenuhi persyaratan sertifikasi. Hasilnya, seluruh peserta pada gelombang pertama dinyatakan lulus seratus persen dari ujian pascakegiatan,” ujar Heru.
Heru menambahkan, setelah dinyatakan lulus, para peserta akan memperoleh sertifikat penjamah makanan, yang menjadi syarat utama pengajuan SLHS. Pemerintah juga berencana melanjutkan pelatihan gelombang kedua akhir pekan ini guna memperluas jangkauan tenaga bersertifikat di seluruh dapur MBG.
“Harapannya minimal 50 persen tenaga di dapur SPPG sudah memiliki sertifikat penjamah makanan. Ini sebagai upaya agar setiap dapur umum siap melengkapi dokumen dalam pengajuan penerbitan SLHS,” katanya.
Program Makanan Bergizi Gratis merupakan salah satu agenda prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan gizi dan kesehatan masyarakat, terutama bagi pelajar dan kelompok rentan. Di tingkat daerah, Pemkot Blitar memastikan pelaksanaan program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan, tetapi juga pada keamanan dan higienitas proses pengolahannya.
Melalui kegiatan ini, Pemkot Blitar menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas dan keamanan pangan bagi penerima manfaat program MBG. “Kami ingin memastikan setiap dapur umum memenuhi standar keamanan pangan dari pemerintah pusat, sehingga masyarakat mendapatkan manfaat maksimal dari program ini,” ujar Heru menutup pernyataannya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar