Penggeledahan Beruntun Ungkap Dugaan Korupsi CSR dan Proyek Politeknik Ketapang

Senin, 8 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim penyelidik Kejati Kalbar melakukan penggeledahan di dua lokasi terkait dugaan korupsi CSR dan proyek Politeknik Ketapang. (Foto Dok HO/RadarBangsa.co.id)

Tim penyelidik Kejati Kalbar melakukan penggeledahan di dua lokasi terkait dugaan korupsi CSR dan proyek Politeknik Ketapang. (Foto Dok HO/RadarBangsa.co.id)

KETAPANG, RadarBangsa.co.id – Tim Penyelidik Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat melakukan rangkaian penggeledahan di dua titik pada Senin (08/12/2025) terkait penelusuran dugaan korupsi dana Corporate Social Responsibility (CSR) serta sejumlah paket pekerjaan di Politeknik Negeri Ketapang. Penggeledahan ini dilakukan untuk memperkuat bukti awal atas dugaan penyimpangan anggaran pada periode 2022 hingga 2024.

Penggeledahan pertama dilakukan di rumah seorang mantan bendahara yang namanya tercantum dalam surat perintah Print-05/O.1/Fd.1/12/2025. Tim mulai bekerja sejak pukul 09.30 dan menelusuri beberapa ruangan yang diduga menjadi tempat penyimpanan dokumen pertanggungjawaban keuangan. Hingga sore hari, penyidik mengamankan arsip pembukuan, dokumen kegiatan, serta perangkat elektronik berupa telepon genggam dan laptop.

Pada waktu hampir bersamaan, penggeledahan kedua berlangsung di lingkungan Politeknik Negeri Ketapang berdasarkan surat perintah Print-06/O.1/Fd.1/12/2025. Tim menyasar ruang administrasi, unit keuangan, serta lokasi penyimpanan dokumen proyek tahun anggaran 2023 dan 2024. Dari lokasi itu, penyidik kembali mengamankan dokumen pekerjaan, data digital, dan catatan pelaksanaan kegiatan yang dinilai relevan untuk pendalaman penyelidikan.

Seluruh proses penggeledahan dilaksanakan sesuai standar operasional dan disaksikan perwakilan institusi terkait. Setiap dokumen yang ditemukan dicatat dalam berita acara penyitaan sebagai bagian dari prosedur hukum.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Dr. Emilwan Ridwan, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen lembaganya dalam menelusuri potensi kerugian negara. Menurutnya, setiap anggaran negara harus dipastikan penggunaannya tepat. “Setiap rupiah yang berasal dari keuangan negara wajib dipertanggungjawabkan. Penggeledahan ini dilakukan untuk memastikan penyelidikan berjalan profesional dan bebas dari intervensi,”tegasnya.

Emilwan juga menyoroti pentingnya pengawasan pada sektor pendidikan. Menurutnya, anggaran pendidikan merupakan fondasi pembangunan sumber daya manusia dan tidak boleh disalahgunakan, “Kami memberikan perhatian khusus pada dugaan penyimpangan di sektor pendidikan karena menyangkut masa depan generasi muda,”tambahnya

Saat ini tim penyelidik masih melakukan analisis terhadap dokumen fisik dan digital yang disita, termasuk mencocokkan nilai kontrak dengan progres kegiatan, dan merencanakan pemeriksaan lanjutan terhadap pejabat penanggung jawab kegiatan, penyedia jasa, serta pihak lain yang terkait.

Kejaksaan memastikan perkembangan penyelidikan akan disampaikan secara berkala kepada publik.

Penulis : Dedy

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor
Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati
Terduga Pelaku Curanmor Tewas usai Tabrak Median JLU Timur Lamongan
58 HP Senilai Rp310 Juta Dicuri, Pelarian Pembobol Konter Sragen Berakhir
Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 18:59

Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor

Selasa, 3 November 2026 - 20:02

Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati

Selasa, 3 November 2026 - 09:53

Terduga Pelaku Curanmor Tewas usai Tabrak Median JLU Timur Lamongan

Senin, 2 November 2026 - 10:26

58 HP Senilai Rp310 Juta Dicuri, Pelarian Pembobol Konter Sragen Berakhir

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:13

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Berita Terbaru