Pengisian 4 Perangkat Desa Gedongboyountung Lamongan Diprotes Warga, Kades Bantah Ada Mahar Politik

Sabtu, 3 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Desa Gedongboyountung, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan. (Dok. RadarBangsa.co.id)

Kantor Desa Gedongboyountung, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan. (Dok. RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Rencana Pemerintah Desa (Pemdes) Gedongboyountung, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, mengisi empat jabatan perangkat desa yang kosong mendapat protes dari sejumlah warga. Warga meminta proses tersebut ditunda hingga Pilkades serentak selesai, sedangkan Kepala Desa Gedongboyountung Naufal Al Bardany membantah adanya titipan calon maupun mahar politik.

Empat jabatan yang akan diisi terdiri atas Kepala Dusun (Kasun) Nataan, Kasun Gedong, Sekretaris Desa (Sekdes), dan Kaur Keuangan.

Polemik tersebut mencuat dalam rapat koordinasi antara Pemdes dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) pada Rabu (23/9/2025). Pertemuan itu disebut berakhir deadlock setelah mayoritas peserta menolak rencana pengisian perangkat desa.

Meski kebijakan tersebut disebut hanya mendapat persetujuan kepala desa dan Ketua BPD, Pemdes tetap menjadwalkan sosialisasi pengisian perangkat desa melalui Musyawarah Desa (Musdes) pada Minggu (4/10/2025) malam.

Warga menilai pengisian jabatan sebaiknya tidak dilakukan dalam waktu dekat. Mereka meminta proses ditunda sampai Pilkades serentak selesai dengan alasan menjaga kondusivitas masyarakat.

“Kami meminta pengisian lowongan jabatan perangkat desa dilakukan setelah Pilkades serentak demi kondusifitas wilayah,” kata perwakilan warga.

Selain mempersoalkan waktu pengisian jabatan, warga turut menyoroti kondisi keuangan Pemdes Gedongboyountung. Mereka menyebut adanya persoalan utang kepada pihak ketiga senilai Rp300 juta serta meminta Bupati Lamongan menerbitkan Surat Edaran (SE) terkait penundaan pengisian perangkat desa.

Di sisi lain, Naufal membantah tudingan bahwa proses pengisian empat jabatan tersebut berkaitan dengan mahar politik. Ia juga menepis dugaan adanya titipan orang dekat dalam proses tersebut.

“Tidak ada titipan orang dekat maupun mahar politik miliaran rupiah. Pengisian perangkat desa ini dilakukan karena ada kebutuhan desa yang harus diselesaikan,” tegas Naufal.

Menurut Naufal, Pemdes menghadapi persoalan operasional setelah Dana Desa (DD) tahap II 2025 sebesar Rp240 juta tidak tersalurkan. Ia menyebut kondisi tersebut berkaitan dengan aturan PMK Nomor 81 Tahun 2025 yang menahan dana non-earmark setelah melewati batas waktu 17 September 2025.

Desa juga disebut memiliki utang Rp90 juta untuk proyek urukan lahan Koperasi Desa. Menurut Naufal, persoalan tersebut menjadi salah satu kondisi yang perlu diselesaikan pemerintah desa.

Naufal juga memastikan calon perangkat desa yang memiliki hubungan kekerabatan dengannya telah dicoret dari proses. Ia menyebut masih terdapat alternatif untuk menangani persoalan keuangan desa, termasuk melalui pelelangan kembali tanah bengkok.

Sementara itu, Camat Turi Sutikno mengatakan pihak kecamatan akan memeriksa dokumen berita acara Musdes dan mengedepankan mediasi antara pihak-pihak terkait.

“Kami akan meneliti berita acara Musdes dan mengedepankan mediasi. Proses penjaringan perangkat desa harus mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Sutikno.

Sutikno menegaskan proses tersebut masih dapat dievaluasi apabila ditemukan persoalan serius dalam pertanggungjawaban. Bahkan, rencana pengisian perangkat desa dapat dihentikan melalui mekanisme Musdes pembatalan.

“Kalau ditemukan kendala pertanggungjawaban yang fatal, rencana pengisian perangkat desa dapat dibatalkan melalui Musdes pembatalan,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Polsek Tikung Patroli Lima Objek Vital, Antisipasi Kejahatan 3C
Polsek Tikung Gelar Patroli Blue Light, Antisipasi Balap Liar
Khofifah Lantik PW IKA UNAIR Kaltim, Dorong Rekomendasi Strategis Creative Financing Daerah
Kejar Tahun Baru 2027, Pemkab Sidoarjo Kebut Frontage Road Buduran
LSM DRBI Soroti Dugaan Perizinan SMK Swasta di Indramayu
Lapas Narkotika Pamekasan Bagikan 200 Nasi Bungkus di Jumat Berkah
TNI-Polri dan Warga Semarang Bersihkan Sungai, Antisipasi Banjir
23 Kades Purna Tugas di Lamongan Terima Penghargaan dan Jaminan Hari Tua

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:22

Polsek Tikung Patroli Lima Objek Vital, Antisipasi Kejahatan 3C

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:49

Polsek Tikung Gelar Patroli Blue Light, Antisipasi Balap Liar

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:34

Khofifah Lantik PW IKA UNAIR Kaltim, Dorong Rekomendasi Strategis Creative Financing Daerah

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:51

LSM DRBI Soroti Dugaan Perizinan SMK Swasta di Indramayu

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:25

Lapas Narkotika Pamekasan Bagikan 200 Nasi Bungkus di Jumat Berkah

Berita Terbaru