Pengukuhan Pokja News Room Jaga Desa SMSI, Hashim Tegaskan Pentingnya Peran Pers di Era Medsos

Jumat, 28 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pengukuhan Pokja News Room Jaga Desa SMSI dan Dialog Nasional di Hall Dewan Pers, Jakarta, Kamis (27/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Pengukuhan Pokja News Room Jaga Desa SMSI dan Dialog Nasional di Hall Dewan Pers, Jakarta, Kamis (27/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id — Ketua Dewan Pembina Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas) Hashim Djojohadikusumo menegaskan pentingnya peran pers dalam memerangi penyebaran berita hoaks di media sosial. Menurutnya, media memiliki identitas yang jelas dan terikat kode etik jurnalistik sehingga setiap informasi harus melalui proses verifikasi.

Hal itu disampaikan Hashim dalam sambutannya pada Pengukuhan Pokja News Room Jaga Desa SMSI Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bengkulu, dan Sumatera Selatan serta Dialog Nasional di Hall Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

“Jadi peran pers sangat penting saat ini. Ini semua untuk memerangi berita-berita hoaks yang banyak beredar di medsos,” tegas Hashim.

Ia menyoroti perubahan pola konsumsi informasi, khususnya di kalangan generasi Z yang dinilai lebih banyak mengakses berita melalui media sosial dibandingkan media arus utama.

Hashim mengatakan media sosial memiliki karakter berbeda dengan pers karena setiap orang dapat menyampaikan informasi tanpa harus mencantumkan identitas secara lengkap. Kondisi tersebut, menurut dia, menjadi salah satu persoalan dalam penyebaran informasi di ruang digital.

“Tidak ada aturan orang menyampaikan di medsos. Medsos tidak membutuhkan identitas lengkap penyampainya. Entah ini kelemahan Undang-Undang kita. Ini yang menjadikan orang-orang bebas bermedsos. Tapi terkait kekurangan ini saya sudah bertemu dengan pihak Komdigi,” ujarnya.

Hashim menilai keberadaan kode etik menjadi salah satu pembeda utama antara pers dan media sosial. Ia menekankan bahwa media harus memastikan informasi yang disampaikan kepada publik telah melalui proses pengecekan.

“Pers yang baik harus menampilkan berita-berita yang benar. Karena pers memiliki identitas jelas berbeda dengan medsos,” jelasnya.

Ia mencontohkan informasi mengenai jumlah mahasiswa dari Pati yang datang ke Jakarta. Jika muncul klaim bahwa mereka berangkat menggunakan 1.200 bus, menurut Hashim, pers harus melakukan cek dan ricek sebelum memberitakannya.

“Karena pers memiliki kode etik. Kita tahu anak muda kita memang suka medsos. Target medsos itu kan reach, berapa like yang didapat dan tidak mempedulikan etika dan perilaku,” katanya.

Hashim juga mengaku baru mengetahui adanya pemberian hadiah dari TikTok kepada orang yang hadir dalam aksi demonstrasi dan melakukan siaran langsung. Ia mempertanyakan identitas pihak yang menjadi sponsor hadiah tersebut.

“Hadiah itu dari sponsor. Sponsor juga tidak jelas identitasnya. Ini berbahaya,” katanya.

Di sisi lain, Hashim menyebut Formas tetap menjalankan fungsi kritik terhadap pemerintah. Ia mengatakan posisi sebagai penasihat presiden tidak membuat pihaknya berhenti memberikan kritik ketika menemukan kekurangan dalam pemerintahan.

“Saya katakan bila pemerintah ada kekurangan yang saya kritik kurang, bila bagus ya saya bilang bagus,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus mengatakan dirinya telah mengenal Hashim sejak 2009 dalam urusan Kadin. Menurutnya, kehadiran Hashim dalam kegiatan SMSI juga tidak terlepas dari hubungan pertemanan yang telah terjalin sejak lama.

Firdaus menegaskan pers merupakan pilar keempat demokrasi. Karena itu, ia meminta pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap keberlangsungan pers, termasuk dukungan terhadap kebutuhan infrastruktur.

Ia menyebut masih terbatasnya tempat atau gedung bagi konstituen Dewan Pers serta kapasitas server sebagai sejumlah kebutuhan yang perlu mendapat perhatian.

Firdaus juga menyinggung pelaksanaan pengukuhan yang berlangsung pada 27 Agustus 2026 di tengah situasi pemberitaan mengenai demonstrasi di Jakarta. Menurutnya, kondisi Jakarta tetap aman dan momentum tersebut menunjukkan pentingnya melawan penyebaran berita hoaks.

Pengukuhan Pokja News Room Jaga Desa tersebut diikuti perwakilan dari lima provinsi. Setiap pengurus pokja news room provinsi terdiri atas enam hingga 10 orang dan selanjutnya diharapkan dapat membentuk serta melantik pengurus di tingkat kabupaten dan kota di wilayah masing-masing.

Dalam dialog nasional, hadir akademisi dan pakar hukum Prof. Ahmad Riyad, PhD serta pakar pembiayaan bank Yosep Kardinal. Dialog yang dimoderatori Prof. Dr. Taufikur Rohmad itu mengangkat tema “Katalisasi Ekonomi Desa: Integrasi Inisiatif Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) dengan Ekosistem Start-Up Media”.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah
Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan
Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri
Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang
Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi
AI Ubah Dunia Jurnalistik, Wamenaker Tekankan Kompetensi dan Perlindungan Insan Pers
Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global
Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 18:30

SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah

Selasa, 3 November 2026 - 19:42

Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan

Selasa, 3 November 2026 - 07:46

Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri

Selasa, 3 November 2026 - 06:46

Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang

Minggu, 1 November 2026 - 22:00

Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi

Berita Terbaru