Penilaian IGA 2025, Banyuwangi Pamerkan Inovasi di Banyak Sektor

- Redaksi

Sabtu, 15 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim penilai IGA berbincang dengan Bupati Ipuk Fiestiandani saat kunjungan lapangan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Tim penilai IGA berbincang dengan Bupati Ipuk Fiestiandani saat kunjungan lapangan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali masuk dalam jajaran daerah yang berhak mengikuti tahap validasi lapangan pada ajang Innovative Government Awards (IGA) 2025. Tahun ini, Banyuwangi mengajukan 221 inovasi lintas sektor yang mencakup tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, hingga penguatan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.

IGA merupakan program penilaian tahunan Kementerian Dalam Negeri untuk mengukur konsistensi pemerintah daerah dalam menghadirkan kebijakan kreatif dan berdampak. Validasi lapangan menjadi tahapan penting karena tim penilai harus memastikan bahwa setiap inovasi tidak hanya tercatat di atas kertas, tetapi benar-benar dijalankan dan memberikan manfaat nyata bagi warga.

Selama dua hari, Kamis–Jumat (13–14/11/2025), tim penilai dari Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) dan unsur media nasional meninjau langsung sejumlah lokasi inovasi. Tim terdiri dari Aldo Harjunanto dan praktisi media Titin Rosmasari yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur CNN. Keduanya disambut langsung Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, didampingi Wakil Bupati Mujiono serta jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah.

Titin menyampaikan bahwa kehadiran tim penilai bertujuan memverifikasi dampak inovasi yang diajukan Banyuwangi. “Kami ingin memastikan bahwa program-program yang dipaparkan berjalan secara konsisten dan memberi nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Titin saat berdialog dengan jajaran pemkab. Ia menambahkan, kunjungan lapangan penting untuk melihat keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam pelaksanaan inovasi.

Salah satu lokasi yang dikunjungi tim adalah pelaku UMKM dan warga yang menerima manfaat Gerakan Hari Belanja ke Pasar Tradisional, UMKM, dan Warung Rakyat. Program yang lahir pada 2021 tersebut menggerakkan ASN dan pegawai mitra pemerintah untuk membeli berbagai kebutuhan di pasar rakyat pada tanggal-tanggal tertentu seperti 10/10 atau 11/11.

Bupati Ipuk menjelaskan bahwa gerakan ini dirancang tidak sekadar meningkatkan transaksi di sektor informal, tetapi juga memfasilitasi bantuan sosial.

“Barang belanja ASN kemudian kami salurkan kepada warga yang membutuhkan, mulai dari keluarga miskin hingga balita stunting. Dengan begitu, ekonomi lokal bergerak dan solidaritas sosial ikut menguat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa sebagian hasil belanja bahkan dimanfaatkan untuk menyediakan helm dan jaket bagi pengemudi ojek daring di Banyuwangi.

Penilaian juga dilakukan pada sektor perpajakan daerah. Tim mengunjungi sejumlah hotel dan restoran untuk meninjau implementasi e-PAD, platform daring yang memudahkan wajib pajak sekaligus membuka ruang pengawasan publik. Kepala Badan Pendapatan Daerah, Samsudin, menjelaskan bahwa inovasi ini ditopang sistem lain, seperti Sijakawangi yang mendorong transparansi dan efisiensi, serta Sipundiwangi sebagai mekanisme apresiasi bagi wajib pajak. “Melalui Sipundiwangi, masyarakat berpeluang mendapatkan hadiah, mulai dari motor hingga paket umrah. Tujuannya meningkatkan kepatuhan sekaligus partisipasi,” ungkapnya.

Setelah mengamati seluruh rangkaian program, tim penilai menyampaikan bahwa Banyuwangi menunjukkan konsistensi dalam membangun ekosistem inovasi. “Semua pihak terlihat bergerak bersama sehingga manfaat inovasinya dapat dirasakan luas,” kata Titin.

Sebagai catatan, Banyuwangi telah tujuh tahun berturut-turut meraih predikat Kabupaten Terinovatif sejak 2018 pada ajang IGA Kemendagri. Rekam jejak tersebut menjadi modal penting bagi Banyuwangi untuk terus memperkuat inovasi berbasis kebutuhan masyarakat.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

DPRD Musi Rawas Gaspol 4 Raperda Krusial Dibahas, Dari Tata Ruang hingga Ketertiban Daerah
Banjir Sidoarjo Tak Kunjung Usai, Pemkab Gandeng BNPB Gaspol Rp209 M
Sidoarjo Hapus Denda Pajak 2026, Warga Dikejar Deadline Oktober
Jalan Rusak Kencong Disorot, Bupati Jember Turun Tangan Kejar Perbaikan
2.956 Jamaah Haji Dilepas, Bupati Jember Ingatkan Ancaman Fisik di Tanah Suci
Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 07:32 WIB

DPRD Musi Rawas Gaspol 4 Raperda Krusial Dibahas, Dari Tata Ruang hingga Ketertiban Daerah

Selasa, 5 Mei 2026 - 06:06 WIB

Banjir Sidoarjo Tak Kunjung Usai, Pemkab Gandeng BNPB Gaspol Rp209 M

Selasa, 5 Mei 2026 - 05:52 WIB

Jalan Rusak Kencong Disorot, Bupati Jember Turun Tangan Kejar Perbaikan

Selasa, 5 Mei 2026 - 05:45 WIB

2.956 Jamaah Haji Dilepas, Bupati Jember Ingatkan Ancaman Fisik di Tanah Suci

Senin, 4 Mei 2026 - 17:54 WIB

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi

Berita Terbaru