Perkins International Perkuat Dukungan Pendidikan ABK di Banyuwangi

- Redaksi

Sabtu, 29 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelatih asal India mempraktikkan teknik fisioterapi kepada peserta pelatihan di Banyuwangi. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Pelatih asal India mempraktikkan teknik fisioterapi kepada peserta pelatihan di Banyuwangi. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Upaya memperkuat layanan pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Banyuwangi kembali ditingkatkan melalui program pelatihan fisioterapi yang digelar Perkins International, organisasi global berbasis di Boston, Amerika Serikat. Kegiatan ini menyasar ratusan orang tua dan guru Sekolah Luar Biasa (SLB) untuk membekali mereka kemampuan fisioterapi dasar yang dapat diterapkan langsung pada anak dengan hambatan fisik.

Pelatihan menghadirkan pakar Fisioterapis Pediatrik Neuro asal India, Dr. Loganathan Gurusamy. Ia memberikan panduan praktis mengenai aktivasi otot dan teknik gerak yang aman bagi anak berkebutuhan khusus. Dr. Loganathan menilai banyak orang tua di Asia Tenggara masih memiliki keterikatan yang sangat kuat terhadap anak, yang kadang berujung pada pola asuh terlalu protektif.

“Melindungi itu penting, tetapi tidak boleh berlebihan. Anak, termasuk yang memiliki disabilitas, perlu dilatih untuk membangun kemandirian melalui aktivitas sehari-hari,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa otot anak akan semakin melemah jika tidak dilibatkan dalam gerakan aktif.

Dalam sesi praktik, peserta diperkenalkan beberapa teknik sederhana untuk menstimulasi gerakan anak. Dr. Loganathan menekankan agar orang tua tidak langsung menggendong anak saat memindahkan posisi, melainkan meminta mereka menggerakkan tubuh sesuai instruksi. Menurutnya, cara ini membantu membangun kekuatan dan koordinasi motorik.

Wartini, salah satu orang tua peserta, mengaku mendapat banyak wawasan baru. Ia menceritakan putranya yang berusia 11 tahun dan menyandang Cerebral Palsy masih kesulitan berdiri. “Saya jadi tahu teknik yang benar untuk melatih kakinya agar lebih kuat. Ini sangat membantu kami di rumah,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ariensa Gita Pralistyo, guru SLB Negeri Banyuwangi. Ia baru mengetahui bahwa mengangkat anak tanpa teknik khusus berisiko pada tulang punggung. “Saya juga belajar bagaimana berkomunikasi aktif agar siswa mau mengikuti gerakan,” katanya.

Perkins International berharap pelatihan ini mampu memperluas kualitas pendampingan bagi ABK, sekaligus meningkatkan dukungan keluarga dan sekolah dalam proses tumbuh kembang mereka.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Banyuwangi Resmikan Universitas Doktor Soekardjo
Gen Z Diajak Menyelami Budaya Kedu di Festival Komukino 2025
Pemkab Pasuruan Salurkan Hibah Fisik ke 94 Lembaga PAUD
Pasuruan Genjot Renovasi Sekolah, Target Selesai Akhir Desember
Modernisasi Sego Megono dan Kopi Robusta Sambut Komukino 2025
Pesan Penting Bupati Pasuruan untuk Wisudawan UNU
Edukasi Satpol PP Bangkalan untuk Tekan Kenakalan Pelajar
Gerakan Literasi Asahan 2025, Ini Pesan Bupati

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 11:13 WIB

Banyuwangi Resmikan Universitas Doktor Soekardjo

Jumat, 5 Desember 2025 - 10:21 WIB

Gen Z Diajak Menyelami Budaya Kedu di Festival Komukino 2025

Jumat, 5 Desember 2025 - 06:08 WIB

Pemkab Pasuruan Salurkan Hibah Fisik ke 94 Lembaga PAUD

Jumat, 5 Desember 2025 - 06:00 WIB

Pasuruan Genjot Renovasi Sekolah, Target Selesai Akhir Desember

Selasa, 2 Desember 2025 - 13:19 WIB

Modernisasi Sego Megono dan Kopi Robusta Sambut Komukino 2025

Berita Terbaru

Budaya

Budaya Kedu Mengemuka di Komukino Fest 2025 di Semarang

Jumat, 5 Des 2025 - 18:44 WIB