PADANG, RadarBangsa.co.id – Pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) mempercepat koordinasi penanganan darurat menyusul cuaca ekstrem yang terus memicu bencana hidrometeorologi di 13 kabupaten dan kota. Dalam rapat koordinasi yang digelar Kamis (27/11), Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy bersama Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr. Rustian menegaskan pentingnya langkah cepat dan keputusan strategis untuk mencegah dampak bencana semakin meluas.
Rakor ini merupakan tindak lanjut rapat tingkat menteri yang dipimpin Menko PMK di hari yang sama, mengingat peningkatan frekuensi banjir, banjir bandang, dan tanah longsor dalam beberapa pekan terakhir. “Kondisi cuaca saat ini menuntut kita menetapkan status kedaruratan secara tepat agar semua sumber daya bisa digerakkan tanpa hambatan birokrasi,” ujar Rustian.
Hampir seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Sumbar telah menetapkan status darurat. Dengan demikian, mobilisasi personel, logistik, dan peralatan dapat dilakukan lebih cepat, termasuk dukungan dari berbagai unsur pentaheliks. Pemerintah juga diminta memperkuat pos komando (posko) terpadu sebagai pusat koordinasi lapangan. Menurut Rustian, posko merupakan kunci integrasi operasi, mulai dari pemetaan wilayah terdampak hingga penyusunan rencana harian. “Satu komando itu penting. Tanpa itu, operasi sering tumpang tindih dan tidak efektif,” tegasnya.
BNPB juga menekankan pentingnya asesmen kebutuhan secara rinci selama masa tanggap darurat. Dua hari terakhir, sejumlah kebutuhan dasar tambahan telah terkumpul dan disampaikan kepada pemerintah provinsi untuk diteruskan ke BNPB. Pendataan kerusakan infrastruktur menjadi prioritas, terutama untuk penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi (R3P). Rustian menambahkan, jika ada wilayah yang memerlukan relokasi warga, pemerintah daerah harus segera menyiapkan konsep, termasuk lokasi dan jadwal pelaksanaannya. “Kita harus memastikan masyarakat kembali tinggal di tempat aman,” ujarnya.
Sebelum rakor berlangsung, BNPB kembali menyerahkan bantuan darurat kepada pemerintah provinsi dan kabupaten/kota terdampak, termasuk Agam, Tanah Datar, Bukittinggi, Solok, Pariaman, dan Padang. Bantuan juga disalurkan ke Polda Sumbar untuk mendukung operasi lapangan. Adapun bantuan berupa paket sembako, makanan siap saji, kasur lipat, hygiene kit, tenda pengungsi, selimut, perahu karet, genset hingga gergaji mesin. Sehari sebelumnya, bantuan serupa telah diterima Kabupaten Padang Pariaman dan Pesisir Selatan.
Pemerintah berharap dukungan logistik dan penguatan koordinasi dapat mempercepat pemulihan masyarakat di wilayah terdampak.
Lainnya:
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
- Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
- Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








