SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Transformasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur mendapat sorotan serius dari anggota DPD RI asal Jatim, Lia Istifhama. Ia menilai perubahan yang terjadi bukan sekadar pembenahan fasilitas, tetapi langkah strategis yang berdampak langsung pada akses literasi dan kualitas layanan publik.
Penilaian itu muncul saat Lia meninjau langsung fasilitas perpustakaan usai menjadi narasumber podcast Hari Kartini di Surabaya, Rabu (29/4). Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum evaluasi bagaimana kebijakan transformasi layanan literasi dijalankan di daerah.
Menurut Lia, perubahan wajah perpustakaan kini mencerminkan kebutuhan zaman. Tidak lagi sekadar ruang baca konvensional, tetapi berkembang menjadi pusat aktivitas belajar, diskusi, dan pengembangan ide yang lebih inklusif bagi masyarakat.
“Ini bukan hanya berubah, tapi melompat. Lebih modern, hidup, dan mampu menjadi ruang belajar yang relevan dengan kebutuhan generasi sekarang,” ujarnya.
Ia menilai, transformasi ini penting karena berpengaruh langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Akses literasi yang mudah dan menarik dinilai mampu mendorong masyarakat lebih aktif belajar, berpikir kritis, dan berinovasi.
Lia juga menyoroti kepemimpinan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Tiat S. Suwardi, yang dinilai berhasil menerjemahkan kebijakan digitalisasi menjadi layanan nyata bagi publik.
“Saya melihat leadership yang kuat. Mampu membaca kebutuhan zaman dan menghadirkan layanan literasi yang modern serta membumi,” tegasnya.
Dalam konteks kebijakan publik, inovasi ini dinilai menjadi solusi atas rendahnya minat baca masyarakat. Dengan pendekatan yang lebih adaptif, perpustakaan dapat menjangkau generasi muda yang selama ini lebih dekat dengan dunia digital.
Lia berharap, model transformasi ini tidak berhenti di Jawa Timur, tetapi bisa direplikasi di daerah lain sebagai bagian dari strategi nasional penguatan literasi.
“Perpustakaan harus menjadi pusat kreativitas dan lahirnya gagasan. Kalau ini berjalan konsisten, dampaknya besar bagi masa depan bangsa,” pungkasnya.
Lainnya:
- Hardiknas 2026, Bupati Jember Jamin Tunjangan Guru Utuh dan PPPK Tuntas
- Aksi Biru Lamongan Tekan 1.100 Anak Putus Sekolah, Perintis Genjot Akses Pendidikan
- Perintis dan Aksi Biru Lamongan Tekan Anak Putus Sekolah, Ini Dampaknya
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








