JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Pemerintah mulai mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji 1448 Hijriah atau 2027 Masehi lebih awal. Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, yang menilai persiapan dini menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah Indonesia.
Lia mengatakan perencanaan yang dilakukan sejak sekarang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperbaiki tata kelola penyelenggaraan haji. Menurutnya, berbagai tahapan yang disiapkan lebih awal akan memberikan ruang bagi pemerintah untuk mengantisipasi berbagai tantangan yang berpotensi muncul selama pelaksanaan ibadah haji.
“Persiapan yang matang sejak dini ini menjadi langkah positif. Insyaallah ke depan layanan haji akan semakin nyaman dan berkualitas,” ujar Lia.
Senator Jawa Timur yang akrab disapa Ning Lia itu juga mengapresiasi komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan jemaah. Peningkatan tersebut mencakup sektor akomodasi, transportasi, konsumsi, hingga layanan kesehatan selama berada di Arab Saudi.
Ia menilai kebijakan pembiayaan yang tengah disusun pemerintah juga berpotensi membantu menjaga keterjangkauan biaya haji tanpa mengurangi kualitas pelayanan yang diterima jemaah.
“Saya juga mengapresiasi dalam persiapannya, pemerintah juga berkomitmen meningkatkan kualitas layanan akomodasi, transportasi, konsumsi, serta layanan kesehatan di Arab Saudi,” katanya.
Lia berharap sinergi antara pemerintah, DPR RI, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat agar penyelenggaraan ibadah haji berjalan semakin transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah.
“Alhamdulillah, saya melihat pemerintah benar-benar serius dalam persiapan haji 2027. Bahkan, saya melihat kini telah memasuki tahap awal dengan penyusunan berbagai langkah strategis, mulai dari perencanaan tahapan, skema pembiayaan, hingga peningkatan kualitas layanan bagi jemaah,” terangnya.
Sebelumnya, Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Kurnia Ramadhana, menyampaikan bahwa persiapan haji 2027 telah dimulai sejak saat ini. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh tahapan dapat berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi.
“Persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1448 Hijriah/2027 Masehi telah dimulai sejak saat ini, termasuk penyusunan timeline tahapan dan usulan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang sudah kami serahkan ke DPR RI,” ujar Kurnia dalam konferensi pers di Jakarta.
Pemerintah tetap mengusulkan skema pembiayaan dengan komposisi 60 persen berasal dari nilai manfaat pengelolaan dana haji oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan 40 persen dari Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibayarkan jemaah. Skema tersebut dinilai penting untuk menjaga keterjangkauan biaya di tengah potensi kenaikan layanan haji di Arab Saudi.
Di samping itu, pemerintah juga mempercepat penyelesaian sejumlah agenda strategis, mulai dari penguatan pemeriksaan kesehatan atau istithaah, percepatan negosiasi layanan dengan penyedia (syarikah), hingga penyempurnaan tata kelola layanan di Tanah Suci. Pemeriksaan kesehatan jemaah akan diperketat guna menekan angka kesakitan dan kematian selama pelaksanaan ibadah haji.
“Pemeriksaan kelayakan kesehatan akan diperkuat agar jemaah benar-benar siap secara fisik,” kata Kurnia.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar