LAMONGAN, RadarBangsa.co.id — Sebanyak 41 mahasiswa STAIM Karangasem Paciran resmi mengakhiri kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Kamis (27/8/2026). Selama satu bulan, para mahasiswa menjalankan program pengabdian di tiga desa, yakni Plangwot, Gampangsejati, dan Tamanprijek.
Kegiatan KKN berlangsung sejak 27 Juli hingga 27 Agustus 2026. Penutupan digelar di Pendopo Kecamatan Laren dan dihadiri unsur pemerintah kecamatan, TNI-Polri, pemerintah desa, pihak kampus, dosen pendamping, serta seluruh mahasiswa peserta KKN.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kasi Pemerintahan Kecamatan Laren M. Husaini, S.Sos yang mewakili Camat Laren, Batuud Koramil 0812/19 Laren Pelda Suhadi Prayitno, Ka SPKT 3 Polsek Laren Aipda Tri Handy yang mewakili Kapolsek Laren, Ketua Umum STAIM Karangasem Paciran Dr. Hj. Umi Rosyidah, M.Pd.I, dosen pendamping Nasrudin Abdul Khair, Lc. M.Pd.I, serta tiga kepala desa lokasi KKN.
Mewakili Camat Laren, M. Husaini mengapresiasi STAIM Karangasem Paciran yang memilih Kecamatan Laren sebagai lokasi pelaksanaan KKN.
Menurut Husaini, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya memberi manfaat bagi desa, tetapi juga menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa dan pihak STAIM Karangasem Paciran yang telah melaksanakan KKN di Kecamatan Laren. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi pengalaman berharga bagi para mahasiswa,” kata Husaini.
Ia berharap hubungan antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dapat terus dikembangkan melalui kegiatan yang memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
“Harapannya, kerja sama seperti ini dapat terus berjalan sehingga keberadaan mahasiswa tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif bagi desa,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Kapolsek Laren melalui Aipda Tri Handy. Ia menilai keterlibatan mahasiswa selama berada di desa menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.
“Kami mengapresiasi pelaksanaan KKN yang telah berjalan dengan baik. Mahasiswa selama berada di desa diharapkan tetap menjaga komunikasi dan hubungan yang baik dengan masyarakat,” kata Tri Handy.
Ia juga meminta mahasiswa membawa pengalaman selama menjalani KKN sebagai bekal ketika kembali ke lingkungan kampus maupun saat nantinya terjun ke masyarakat.
“Pengalaman selama KKN tentu menjadi bekal penting. Kami berharap para mahasiswa dapat terus menjaga hubungan baik dengan masyarakat dan membawa nilai-nilai positif yang diperoleh selama berada di Kecamatan Laren,” tambahnya.
Acara berikutnya diisi sambutan Camat Laren, Ketua Umum STAIM Karangasem Paciran, perwakilan mahasiswa KKN, serta penyerahan cinderamata secara simbolis.
Penutupan kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah yang mempertemukan mahasiswa, unsur pemerintah kecamatan, TNI-Polri, pemerintah desa, pihak kampus, dan masyarakat.
Dengan berakhirnya kegiatan pada 27 Agustus 2026, sebanyak 41 mahasiswa STAIM Karangasem Paciran kembali melanjutkan aktivitas akademiknya setelah menyelesaikan pengabdian selama satu bulan di Kecamatan Laren.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar