Presma UNU Tantang Efektivitas BNNK Pasuruan, Debat Menghangat di Forum

Jumat, 14 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Forum sosialisasi narkoba di Pasuruan memanas saat Presma UNU dan Kepala BNNK berdebat soal efektivitas program pencegahan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Forum sosialisasi narkoba di Pasuruan memanas saat Presma UNU dan Kepala BNNK berdebat soal efektivitas program pencegahan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id — Forum sosialisasi bahaya narkoba di Hotel Ascent Premiere Pasuruan, Kamis (13/11), mendadak memanas ketika Presiden Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan, M. Ubaidillah Abdi, menyampaikan kritik terbuka terhadap kinerja Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pasuruan. Ia menilai upaya pencegahan lembaga tersebut belum memberi hasil signifikan.

Ketegangan bermula saat sesi dialog. Ubaidillah, yang juga menjabat Koordinator Aliansi BEM Pasuruan Raya, mempersoalkan lonjakan tingkat rehabilitasi sebagai indikator memburuknya situasi di lapangan. Menurutnya, data terbaru BNNK justru menunjukkan bahwa arus pengguna baru belum tertangani secara efektif.

“Data per Oktober 2025 mencatat 201 warga menjalani rehabilitasi, melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Ubaidillah. Ia juga mengingatkan peringatan yang pernah dirilis BNNK pada Juni 2025, ketika Pasuruan disebut sebagai salah satu titik kerawanan serius. “Ini bukti bahwa pola pencegahan tidak menghentikan pertumbuhan pengguna. Artinya ada yang tidak berjalan di sisi hulu.”

Pernyataan tersebut langsung mendapat respons dari Kepala BNNK Pasuruan, Masduki. Tanpa menolak data yang disampaikan, ia memilih memberikan sudut pandang berbeda dengan menganalogikan situasi itu seperti razia lalu lintas. Menurutnya, naiknya angka rehabilitasi tidak otomatis mencerminkan kegagalan program.

“Kalau polisi lalu lintas melakukan razia besar dan menilang 500 orang, apakah itu berarti polisinya gagal?” ujar Masduki. “Semestinya tidak. Banyaknya pelanggar yang terjaring justru menunjukkan penegakan hukum berjalan.”

Ia menjelaskan bahwa kecenderungan meningkatnya jumlah warga yang masuk rehabilitasi lebih tepat dipahami sebagai hasil dari intensifikasi sosialisasi maupun intervensi langsung di masyarakat. Kesadaran publik yang kian terbuka membuat keluarga lebih berani melapor dan mencari pertolongan.

“Kita melihat masyarakat tidak lagi menganggap rehabilitasi sebagai aib. Mereka datang dengan kesadaran sendiri, dan itu bagian dari keberhasilan kerja kami. Angka yang terlihat naik sebenarnya menunjukkan lebih banyak kasus yang terungkap, bukan semata bertambahnya pengguna baru,” kata Masduki.

Di tengah perdebatan tersebut, inisiator acara sekaligus Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, M. Naufal Alghifary, mengingatkan bahwa persoalan narkotika tidak mungkin diselesaikan hanya oleh aparat dan lembaga tertentu. Menurutnya, kritik mahasiswa tetap perlu dipertimbangkan sebagai bahan evaluasi.

“Catatan dari mahasiswa adalah alarm yang harus kita dengar,” ujar Naufal. Ia menegaskan bahwa data 201 peserta rehabilitasi adalah kenyataan yang harus dihadapi semua pihak. “Masalah narkoba tidak bisa ditangani hanya oleh BNNK dan Polri. Pemerintah kota dan kabupaten juga harus bergerak bersama agar rantai persoalan ini benar-benar bisa diputus,” tutupnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sengketa Sawah 3.653 M² di Lamongan Memanas, Ahli Waris Persoalkan Surat Jual Beli 1984
Tak Temukan Titik Api, Polsek Laren dan Koramil Tetap Wanti-wanti Warga Soal Karhutla di Lamongan
Polsek Laren Wanti-wanti Curanmor, Perangkat Desa di Lamongan Diminta Perkuat Kewaspadaan Warga
Sepakat Damai, Kejari Pasuruan Hentikan Kasus Dugaan Pencurian Motor Lewat Restorative Justice
Kejari Lamongan Panggil Kades Brengkok dan Ketua Pokmas Terkait Dugaan Pungli PTSL
Polsek Laren Sosialisasikan Layanan 110 di Pelangwot, Warga Lamongan Diajak Aktif Jaga Kamtibmas
Patroli Hutan Pelangwot, Polsek Laren Pastikan Tak Ada Titik Api Karhutla di Lamongan
Patroli Malam di Gampangsejati, Polsek Laren Ingatkan Pengunjung Warkop Waspada Curanmor di Lamongan
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 19:12

Tak Temukan Titik Api, Polsek Laren dan Koramil Tetap Wanti-wanti Warga Soal Karhutla di Lamongan

Rabu, 16 September 2026 - 19:02

Polsek Laren Wanti-wanti Curanmor, Perangkat Desa di Lamongan Diminta Perkuat Kewaspadaan Warga

Selasa, 15 September 2026 - 23:32

Sepakat Damai, Kejari Pasuruan Hentikan Kasus Dugaan Pencurian Motor Lewat Restorative Justice

Selasa, 15 September 2026 - 16:34

Kejari Lamongan Panggil Kades Brengkok dan Ketua Pokmas Terkait Dugaan Pungli PTSL

Selasa, 15 September 2026 - 15:56

Polsek Laren Sosialisasikan Layanan 110 di Pelangwot, Warga Lamongan Diajak Aktif Jaga Kamtibmas

Berita Terbaru