Profil Senator Lia Istifhama, Wajah Baru yang Identik Dengan Politisi Humbel

Minggu, 29 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Senator Jawa Timur Dr. Lia Istifhama  Minggu (29/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Senator Jawa Timur Dr. Lia Istifhama Minggu (29/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Dinamika politik itu nyata. Tak terkecuali dalam komposisi Gedung senayan, baik DPR RI maupun DPD RI. Banyak wajah baru mengisi parlemen pasca Pemilu 2024. Tak terkecuali pada tubuh Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) untuk periode 2024-2029 yang saat ini dimimpin oleh Sultan Bachtiar Najamudin sebagai Ketua DPD RI, serta para wakil Ketua, yaitu Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, Yorrys Raweyai, dan Tamsil Linrung.

Tak bisa disangkal, politisi Perempuan lebih cepat mencuri atensi publik. Hal ini tampak dari nama-nama baru yang kemudian mampu mengisi ruang digital dengan ragam potret kerja menyapa ke masyarakat hingga suara vokal merespon isu-isu terkini.

Sebut saja, Senator Jawa Timur Dr. Lia Istifhama. Wajah baru yang langsung mengunci kemenangan sebagai anggota senator Perempuan non petahana terbesar nasional dengan raihan suara 2.739.123. Bukan hanya suara jumbo secara nasional, ataupun aktif dan responsif menyuarakan isu-isu terkini, namun ia mampu tampil secara langsung dengan gaya mudun ngisor atau penyapaan secara ke masyarakat, dengan cara membumi, humble.

Bukan itu saja, gaya komunikasinya dalam ruang digital pun terasa segar dan penuh varian. Dipadu gaya busana casual dengan tetap menampilkan corak batik dalam setiap kesempatan, ning Lia, sapaan akrabnya, mampu menjelma sebagai idola Generasi Z sekalipun ia berasal dari kalangan millennial.

Cara berbicara yang komunikatif dan performance fisik yang terlihat energik, keponakan Gubernur Jatim Khofifah tersebut, berhasil membuktikan akseptabilitas yang tinggi di tengah masyarakat. Salah satu bukti penerimaan masyarakat terhadap dirinya sebagai representasi Jatim, dibuktikan dengan diraihnya survey kepuasan tertinggi di kalangan legislator Jatim, yaitu mencapai 70,5 persen di Jawa Timur dalam survei oleh Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI).

Lantas, siapakah Dr Lia Istifhama?

Dr Lia Istifhama, politisi Perempuan yang dikenal dengan gaya humble serta performance fresh dan eye catching tersebut, terlahir dari keluarga nahdliyyin pasangan KH. Masykur Hasyim mantan Komandan Banser Jawa Timur dan Hj. Aisyah, kakak kandung dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. ‘DNA NU’ yang mengaliri langkah politiknya, sangat selaras dengan karakter propinsi tertimur di Pulau Jawa yang lekat dengan kultur NU.

Lahir dan besar di Kota Surabaya, Jawa Timur, Lia Istihama menempuh pendidikan sekolah mulai dari TK Muslimat Wonocolo Surabaya, SD Taquma Surabaya, SMPN 13 Surabaya, dan SMAN 16 Surabaya. Uniknya, semasa sekolah di SMAN 16 Surabaya, Lia juga sekaligus menempuh pendidikan informal sebagai seorang santri di Pondok Pesantren Al-Haqiqi, Surabaya.
Pada tahun 2002 ia menempuh pendidikan S-1 pada tiga tempat sekaligus, yaitu Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga Surabaya, Fakultas Muamalah IAIN Sunan Ampel Surabaya (Sekarang UINSA), dan Fakultas Dakwah STID Taruna Surabaya. Ia kemudian melanjutkan perkuliahan akta IV di UINSA dan meraih gelar magister Ekonomi Islam pada 2013. Lia juga meraih gelar Doktoral Ekonomi Islam dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya pada 2020, yang membuatnya meletakkan gelar Doktor dalam surat suara sebagai ‘Dr. Lia Istifhama’.

Kecerdasannya nampak secara nyata, bukan hanya terlihat dalam rentetan gelar panjang akibat ‘hobinya bersekolah’. Hal ini tampak dengan proses kampanye dalam Pileg 2024 yang mana ia mengambil tagline ning Lia jilbab ijo, dengan beragam varian kampanye yang menarik, seperti dengan pantun dan balutan musik dalam acaranya saat berbaur dengan masyarakat. Sebutan ning Lia pun melekat di warga Jawa Timur sehingga menjadikkan legislator dengan kepuasan tertinggi mencapai 70,5 persen di Jawa Timur dalam survei oleh Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI).

Produktif dalam Literasi

Bukan hanya dikenal dengan pribadi humble dan ‘wani mudhun ngisor’ alias berani turun secara aktif menyapa masyarakat, ning Lia aktif sebagai penulis di media massa maupun cetak, diantaranya artikel-artikel berjudul: ‘SENI’ Berpolitik Secara Holistik”, “Penguatan ‘ILMU’ Anak Dalam Era Digitalisasi”, “Pondasi Spirit ‘CINTA’ Dalam Pendidikan Anak”, “Kepemimpinan dalam Pengejawantahan Karakter ‘PEREMPUAN’”, “Pemuda Ber-Spirit SANTRI Di Era Digitalisasi”, “Nahdlatul Ulama dan Pondasi Spirit Kebangsaan” , dan “Bangun Peran Tanpa Jabatan”, “PPHN dan Pembangunan yang Berkelanjutan”, Transformasi Wajah Demokrasi di era Digitalisasi, dan sebagainya.

Ia juga pernah menulis novel motivasi yang berjudul “Berkisah Tentang Hati”, yang ditulis atas keprihatinan maraknya kasus bunuh diri mahasiswi maupun pelajar perempuan yang disebabkan kasus asmara, serta beberapa buku seperti ‘Beda Agama Hidup Rukun’ yang diterbitkan Gramedia Digital.

Kreativitas Lia itu juga disalurkan ke seni musik. Ia juga pernah launching lagu bertema tani, yaitu “Cinta Tani”, “Syair Tani”, dan “Petani Bejo” pada 14 Februari 2022. Kecintaanya pada pertanian melalui karya seni juga diwujudkan dalam kolaborasi karya bersama cak Sodiq New Monata melalui single Lestari, yang mana ia menjadi bintang video klip dan sekaligus penulis lagu.

Tak hanya itu, ia pun melihat secara cermat preferensi Masyarakat Jawa Timur yang mencintai lagu koplo, dengan mengcover lagu Tresno Tekan Mati.

Sebelum menduduki kursi parlemen pasca pelantikan 1 Oktober 2024, ning Lia, sapaan akrabnya di kalangan warga Jawa Timur, sempat mewarnai kandidat calon Wakil Walikota Surabaya melalui PDIP pada Pilkada 2020 dengan identitas ‘ning CERIA yang merupakan akronim Cerdas, Energik, Religius, Integritas, dan Amanah, serta program kerja ‘Nawa Tirta’. Meskipun, ia tidak berhasil mendapatkan rekomendasi partai lantaran yang mendapatkan rekomendasi dan memenangkan Pemilihan Walikota Surabaya adalah Eri Cahyadi.

Aktivis dengan Daftar Panjang Penghargaan

Meraih suara hampir 3 juta tentu bukan perkara mudah. Tapi ning Lia membuktikan bisa, sekalipun ia dikenal dengan tagline relawan nol rupiah dan ia pun secara blak-blakan menceritakan kisah hidupnya melalui hari dengan situasi keuangan nol rupiah.

Bukan isapan jempol, ia memang organisatoris sejati. Beberapa ruang organisasi yang ia geluti, diantaranya, Ketua DPD Perempuan Tani HKTI Jawa Timur, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, Wakil Ketua PW Fatayat NU Jatim, PW Lazisnu Jatim, PW LTN NU Jatim, dan sekarang Bendahara Umum PB IKA PMII.

Daftar panjang organisasinya, selaras dengan daftar panjang penghargaan, diantaranya: 22 Tokoh Muda Inspirasi Jawa Timur dari Forum Jurnalis Nahdliyyin, Best Achievement Penganugerahan Propinsi Terbaik dari HKTI, Penggerak Perempuan Bidang Pertanian dari DP3AK Jatim, Penghargaan Penggerak Shodaqoh Oksigen dari Dinas Kehutanan Jawa Timur, Figur Akselerator Kemajuan oleh DetikJatim, Legislasi Award oleh JTV, Woman of The Year oleh Times Indonesia, Tokoh Penggerak oleh SMSI Jatim, Person Of The Year oleh Radar Surabaya, Tokoh Perempuan Terpopuler oleh Radar Madura, dan sebagainya.

Sedangkan di dunia pageant atau kontes kecantikan, di usia muda saat menempuh kuliah Strata Satu, ia berhasil menjadi juara Putri NU Surabaya dan Finalis Cak dan Ning Surabaya, yang membuatnya pernah menjadi sampul di majalah yang diterbitkan kota Pahlawan saat itu.

Itulah sekilas profil Dr. Lia Istifhama, sosok politisi nasional yang dikenal memiliki kedekatan dengan kalangan generasi Z melalui keaktifannya menyapa secara langsung maupun ruang-ruang media sosial. Tentu, kecantikan alami pemilik tagline Peran CANTIK, cerdas, inovatif, dan kreatif, memang menjadi salah satu indikator utama mengapa senyum manisnya mampu diterima secara baik bagi semua kalangan, terutama Gen Z.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

PBP Blawi Lamongan Kembali Terima 30 Kg Beras, BULOG Tegaskan Bantuan Harus Utuh
Gus Fawait Siapkan Layanan Kesehatan Baru, Tambang di Jember Didorong Berizin
18.030 Orang Padati CFD Sidoarjo, Fasum Rusak Rp36,6 Juta dan Pungutan Pedagang Disorot
HUT ke-22 DPD RI, Ning Lia Tekankan Pentingnya Mengawal Aspirasi Daerah ke Tingkat Nasional
Pasar Kepulungan Terbakar, Pemkab Pasuruan Siapkan Dana BTT untuk Bangun Lapak Semi Permanen
Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Pasuruan Rusdi Tekankan Pentingnya Literasi Sejarah
Hari Kesaktian Pancasila di Sidoarjo, Wabup Mimik Pimpin Upacara di Alun-Alun
Pangdam IV Diponegoro Kobarkan Semangat Kesaktian Pancasila

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 06:58

PBP Blawi Lamongan Kembali Terima 30 Kg Beras, BULOG Tegaskan Bantuan Harus Utuh

Jumat, 2 Oktober 2026 - 06:47

Gus Fawait Siapkan Layanan Kesehatan Baru, Tambang di Jember Didorong Berizin

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:12

18.030 Orang Padati CFD Sidoarjo, Fasum Rusak Rp36,6 Juta dan Pungutan Pedagang Disorot

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:43

HUT ke-22 DPD RI, Ning Lia Tekankan Pentingnya Mengawal Aspirasi Daerah ke Tingkat Nasional

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:14

Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Pasuruan Rusdi Tekankan Pentingnya Literasi Sejarah

Berita Terbaru