Program MBG di Bangkalan Disorot, SPPG Akui Pengawasan Lemah dan Siap Evaluasi

Rabu, 4 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Distribusi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bangkalan yang disorot publik, Selasa (3/2/2026). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

Distribusi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bangkalan yang disorot publik, Selasa (3/2/2026). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program strategis nasional yang mulai diterapkan di daerah sejak 2025, menuai sorotan di Kabupaten Bangkalan. Sejumlah wali murid dan pemerhati pendidikan menilai kualitas menu MBG yang diterima siswa belum memenuhi standar gizi seimbang, sehingga dikhawatirkan tidak berdampak optimal pada perbaikan gizi anak.

Program MBG dirancang pemerintah pusat untuk menekan angka stunting, meningkatkan status gizi, serta mendukung konsentrasi dan mutu pendidikan dasar. Bangkalan menjadi salah satu wilayah sasaran karena masih memiliki kerentanan persoalan gizi anak. Namun, temuan di lapangan menunjukkan adanya kesenjangan antara konsep ideal dan implementasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, menu MBG di beberapa sekolah dinilai minim variasi, porsi terbatas, serta kurang kandungan protein, sayur, dan buah. Kondisi ini memicu kekhawatiran publik bahwa MBG hanya menjadi program formalitas tanpa dampak signifikan bagi kesehatan peserta didik.

Menanggapi polemik tersebut, Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Bangkalan, Ivan Mahardika Yusuf, mengaku belum dapat menjelaskan secara rinci regulasi dan petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan MBG.

“Secara regulasi saya kurang paham, Mas. Namun sepengetahuan saya, pelaksanaan MBG di Bangkalan sudah sesuai SOP karena laporan kepala SPPG tiap dapur tidak menunjukkan adanya gejolak,” ujar Ivan kepada wartawan, Selasa (3/2/2026).

Ivan mengaku baru mengetahui adanya laporan dugaan penyaluran MBG yang tidak sesuai ketentuan dari masyarakat dan pemberitaan media. Ia menyebut pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan tersebut.

“Terima kasih atas laporannya. Biasanya kami langsung menyampaikan ke atasan dan melakukan sidak ke dapur yang menjadi aduan masyarakat,” jelasnya.

Terkait sanksi, Ivan menyatakan dapur MBG yang terindikasi bermasalah dapat dikenai penutupan sementara operasional untuk dilakukan evaluasi dan pembenahan.

“Sejauh yang saya ketahui, sanksinya berupa penutupan sementara bagi dapur MBG yang bermasalah,” ungkapnya.

Ia juga mengakui lemahnya pengawasan di lapangan, baik dari dokter gizi maupun kepala SPPG di masing-masing dapur, menjadi salah satu faktor munculnya persoalan. Hal tersebut, menurutnya, menjadi catatan penting untuk perbaikan ke depan.

“Ini menjadi evaluasi bagi kami agar pengawasan diperkuat dan program MBG benar-benar berjalan sesuai standar gizi,” pungkas Ivan.

Penulis : Lan

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
Panen Padi MT II Capai 11,3 Ton per Hektare, Petani Truni Lamongan Siap Percepat MT III
Harga Tembakau Lamongan Tembus Rp52 Ribu per Kilogram, Petani Dapat Kabar Baik
Workshop Nasional MATRIX RSUD H. Moh Ruslan Mataram Uji Kesiapsiagaan Bencana Lewat Simulasi Lapangan
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Rabu, 16 September 2026 - 09:03

Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi

Berita Terbaru