Progres Sekolah Rakyat Banyuwangi Capai 88,7 Persen, Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitasnya

Sabtu, 18 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Sabtu (18/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Sabtu (18/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Banyuwangi di Dusun Krajan, Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Sabtu (18/7). Dalam kunjungan tersebut, Khofifah mengaku terkesan dengan progres pembangunan yang telah mencapai 88,7 persen serta kelengkapan fasilitas pendidikan yang disiapkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

Sekolah yang ditargetkan rampung dalam 12 hari ke depan itu menjadi bagian dari program pemerintah untuk memperluas akses pendidikan berkualitas. SRT 1 Banyuwangi mengintegrasikan jenjang SD, SMP, dan SMA dalam satu kawasan pendidikan yang dilengkapi asrama, ruang kelas modern, laboratorium, gedung serbaguna, sarana olahraga, hingga fasilitas ibadah.

Usai meninjau sejumlah fasilitas, Khofifah menilai sarana yang tersedia sangat representatif untuk mendukung proses belajar mengajar sekaligus pengembangan karakter peserta didik. Menurutnya, fasilitas yang disediakan bahkan sulit ditemukan di banyak sekolah pada umumnya.

“Melihat ruang kelas, ini juga coba dilihat area untuk olahraga, saya rasa kita sulit untuk menemukan sekolah dengan kapasitas fasilitas olahraga seperti ini, dan pada hari ini sekolah rakyat bisa memberikan fasilitas itu, dan semua free of charge, ini program yang sangat strategis yang dilakukan oleh pemerintah Prabowo Gibran,” kata Khofifah.

Ia menegaskan pendidikan merupakan salah satu instrumen penting untuk memutus mata rantai kemiskinan. Karena itu, kehadiran Sekolah Rakyat dinilai menjadi bentuk nyata komitmen negara dalam memberikan kesempatan yang sama kepada anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas.

“Cara kita memutus mata rantai kemiskinan di berikan fasilitas pendidikan yang baik bagi putra-putri mereka,” ujarnya.

Khofifah menjelaskan Jawa Timur menjadi daerah dengan jumlah Sekolah Rakyat terbanyak, baik yang masih dalam tahap rintisan maupun pembangunan permanen. Untuk pembangunan permanen, pemerintah kabupaten dan kota menyiapkan lahan, sedangkan pembiayaan dilakukan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Jawa Timur ini terbanyak memiliki sekolah rakyat baik yang di dalam proses rintisan maupun yang di dalam proses pelaksanaan secara permanen, ini yang sudah permanen lahan disiapkan oleh kabupaten dan kota dan pembiayaan seluruhnya di dalam pembiayaan APBN,” terangnya.

Pada tahun ajaran 2026/2027, SRT 1 Banyuwangi akan menampung 237 siswa. Jumlah tersebut terdiri atas 57 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.

Sekolah ini merupakan penggabungan dari Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Banyuwangi yang sebelumnya beroperasi di Gedung Balai Pendidikan dan Latihan PNS Kecamatan Licin serta SRT 46 Banyuwangi yang berada di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Banyuwangi. Integrasi tersebut dilakukan untuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih komprehensif dalam satu kawasan terpadu.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga terlibat dalam proses pendampingan dan rekrutmen peserta didik melalui berbagai jaringan relawan sosial. Keterlibatan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan relawan lainnya menjadi bagian dari upaya memastikan program tepat sasaran.

“Pemprov Jatim memberikan dukungan, pertama melalui koordinasi dan jejaring dari relawan-relawan sosial, jadi kalau kita melihat bagaimana proses rekrutmen maka relawannya dari berbagai elemen ya ada pendamping PKH kemudian ada juga TKSK kemudian ada tim relawan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyaksikan penampilan salah seorang siswi SMP bernama Desvita Maharani (15) yang menyanyikan lagu berbahasa Osing. Penampilan itu menarik perhatian gubernur hingga menawarkan kesempatan tampil pada peringatan Hari Kemerdekaan di Gedung Negara Grahadi.

Setelah meninjau ruang belajar dan fasilitas lainnya, Khofifah bersama Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Kepala Dinas Sosial Jawa Timur Restu Novi Widiani, serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Jatim Imam Hidayat melanjutkan peninjauan ke area pembangunan lapangan sepak bola yang berada di kompleks sekolah.

Khofifah juga mengajak masyarakat untuk tidak khawatir menyekolahkan anak-anaknya di Sekolah Rakyat yang menerapkan sistem asrama. Menurutnya, konsep tersebut bukan hanya berfokus pada pendidikan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kemandirian peserta didik sebagai bekal menuju Generasi Emas Indonesia 2045.

“Sangat banyak wali murid khususnya yang jenjang Sekolah Dasar yang khawatir kalau anaknya jauh dari rumah, anaknya di asrama ini adalah proses membangun kemandirian anak-anak mereka, membangun karakter membangun kedisiplinan dan untuk menyiapkan generasi emas 2045,” ungkapnya.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari para orang tua siswa. Salah satu wali murid jenjang SD, Yeni Anindia Lestari (31), mengaku bangga karena putranya diterima di SRT 1 Banyuwangi.

Sebagai pekerja SPPG di Banyuwangi dengan suami yang berprofesi sebagai satpam, Yeni mengaku tidak pernah membayangkan anaknya dapat bersekolah di lingkungan pendidikan yang megah dan memiliki fasilitas lengkap.

“Saya bangga anak saya bisa masuk ke sekolahan yang besar ini, yang megah ini, sebelumnya saya tidak menyangka anak saya bisa sekolah di SR,” katanya sambil berkaca-kaca.

Ia berharap putranya dapat belajar dengan baik selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat dan kelak mampu meningkatkan taraf hidup keluarga.

“Semoga anak saya krasan sekolah di sini, bisa belajar dengan baik dan nanti bisa mengangkat derajat dan martabat keluarga,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Kapolsek Laren Ingatkan Pelajar MA Muhammadiyah 03 Jauhi Bullying dan Bijak Bermedsos
Tiga Pesan Kapolsek Tikung untuk Pelajar SMK Islam Lamongan, Jaga Pergaulan, Tertib di Jalan, Jauhi Narkoba
Wamenaker Ajak Generasi Muda Jadikan AI Pengganda Produktivitas
Khofifah Resmi Kukuhkan 200 Mahasiswa Baru AMN Surabaya
Maulid Nabi di SMP Modhariyah Bangkalan, Siswa Diajak Teladani Rasulullah
Extranas ke-8 Digelar di Lamongan, Libatkan 137 Madrasah dari 19 Provinsi
Pusat Riset Pesantren Jatim Diluncurkan, Khofifah Dorong Santri Melek Zaman

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Selasa, 15 September 2026 - 15:22

Kapolsek Laren Ingatkan Pelajar MA Muhammadiyah 03 Jauhi Bullying dan Bijak Bermedsos

Senin, 14 September 2026 - 08:41

Tiga Pesan Kapolsek Tikung untuk Pelajar SMK Islam Lamongan, Jaga Pergaulan, Tertib di Jalan, Jauhi Narkoba

Sabtu, 12 September 2026 - 18:27

Wamenaker Ajak Generasi Muda Jadikan AI Pengganda Produktivitas

Sabtu, 12 September 2026 - 17:46

Khofifah Resmi Kukuhkan 200 Mahasiswa Baru AMN Surabaya

Berita Terbaru