Proyek Perbaikan Dam Karet Jatimlerek Disosialisasikan, Petani Jombang Diminta Bersiap

Rabu, 14 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PT Wika dan BBWS Jawa Timur menggelar sosialisasi lanjutan proyek rehabilitasi Dam Karet Jatimlerek di Plandaan, Jombang. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PT Wika dan BBWS Jawa Timur menggelar sosialisasi lanjutan proyek rehabilitasi Dam Karet Jatimlerek di Plandaan, Jombang. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JOMBANG, RadarBangsa.co.id – Proyek rehabilitasi Dam Karet Jatimlerek di Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, memasuki tahap krusial. PT Wijaya Karya (Wika) bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Jawa Timur kembali menggelar sosialisasi kepada petani terdampak, menyusul rencana pengalihan sementara aliran air yang akan dimulai pekan depan.

Sosialisasi lanjutan tersebut berlangsung Senin (12/1/2026) dan dihadiri sejumlah kepala desa, di antaranya Kepala Desa Jati Mlerek serta Penjabat (PJ) Kepala Desa Sudimoro. Kehadiran pemerintah desa dinilai penting untuk memastikan informasi proyek tersampaikan utuh kepada petani.

Perwakilan PT Wika, **Cery Anindita**, menjelaskan bahwa pekerjaan saluran pengalihan air akan dimulai dari sisi selatan dan timur area proyek. “Pengerjaan dimulai minggu depan. Tanaman berada di sisi barat, sehingga kami berupaya meminimalkan dampak langsung ke lahan petani,” ujar Cery saat membuka kegiatan.

Ia menegaskan, lahan yang terdampak bersifat sementara dan akan dikembalikan setelah pekerjaan selesai. “Tanah akan kami kembalikan seperti semula karena sifatnya tidak permanen,” katanya.

Dalam sesi dialog, Mukasin, petani asal Desa Sudimoro, mempertanyakan kepastian kompensasi. “Apakah tanah dikembalikan, dan bagaimana dengan biaya pemotongan pohon? Apakah ada kompensasi?” tanyanya.

Menanggapi hal itu, pihak BBWS dan PT Wika menjelaskan bahwa tidak ada ganti rugi finansial untuk pohon. Namun, perusahaan akan membantu proses penebangan pohon jati dan mangga dengan menyediakan alat dan tenaga kerja. “Kayu hasil tebangan tetap menjadi milik penanam,” jelas perwakilan BBWS.

Untuk tanaman semusim seperti jagung, cabai, alpukat, dan pisang, tim lapangan akan melakukan verifikasi guna memastikan kemungkinan panen sebelum proyek berjalan.

BBWS mencatat terdapat lebih dari 100 pohon jati di lahan milik PUPR, serta lima petani dengan lahan berstatus SHM yang kompensasinya masih dalam tahap pembahasan. PJ Kepala Desa Sudimoro berharap warga terdampak dapat dilibatkan dalam pekerjaan proyek. PT Wika menyatakan akan mendata warga melalui tim lapangan agar dapat diberdayakan sesuai keahlian.

Penulis : Masruroh

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Gus Fawait Pastikan Revitalisasi Pasar Tanjung Jember Dimulai Usai Lebaran
Pesan Almursyid di Pengajian Jamu Taqwa NTB, Pentingnya Menjaga Washilah kepada Guru
Pesan Bupati Pasuruan untuk 900 Mahasiswa Yudharta: Kurangi Scrolling, Perbanyak Baca Buku
Target PAD Lamongan Rp1 Triliun, Yuhronur : Bukan untuk Tambah Beban Masyarakat
Dari Warung hingga Bengkel, BAZNAS Kendal Ubah Zakat Jadi Modal Kemandirian
Gus Fawait Rombak Pejabat Pemkab Jember, Target Percepatan RPJMD Jadi Alasan
Harhubnas 2026, Trans Jatim Gratis Sehari di 8 Koridor, Gubernur Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik
Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 20:00

Gus Fawait Pastikan Revitalisasi Pasar Tanjung Jember Dimulai Usai Lebaran

Kamis, 17 September 2026 - 19:22

Pesan Bupati Pasuruan untuk 900 Mahasiswa Yudharta: Kurangi Scrolling, Perbanyak Baca Buku

Kamis, 17 September 2026 - 14:27

Target PAD Lamongan Rp1 Triliun, Yuhronur : Bukan untuk Tambah Beban Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 - 11:42

Dari Warung hingga Bengkel, BAZNAS Kendal Ubah Zakat Jadi Modal Kemandirian

Kamis, 17 September 2026 - 09:14

Gus Fawait Rombak Pejabat Pemkab Jember, Target Percepatan RPJMD Jadi Alasan

Berita Terbaru