JOMBANG, RadarBangsa.co.id – Proyek rehabilitasi Dam Karet Jatimlerek di Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, memasuki tahap krusial. PT Wijaya Karya (Wika) bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Jawa Timur kembali menggelar sosialisasi kepada petani terdampak, menyusul rencana pengalihan sementara aliran air yang akan dimulai pekan depan.
Sosialisasi lanjutan tersebut berlangsung Senin (12/1/2026) dan dihadiri sejumlah kepala desa, di antaranya Kepala Desa Jati Mlerek serta Penjabat (PJ) Kepala Desa Sudimoro. Kehadiran pemerintah desa dinilai penting untuk memastikan informasi proyek tersampaikan utuh kepada petani.
Perwakilan PT Wika, **Cery Anindita**, menjelaskan bahwa pekerjaan saluran pengalihan air akan dimulai dari sisi selatan dan timur area proyek. “Pengerjaan dimulai minggu depan. Tanaman berada di sisi barat, sehingga kami berupaya meminimalkan dampak langsung ke lahan petani,” ujar Cery saat membuka kegiatan.
Ia menegaskan, lahan yang terdampak bersifat sementara dan akan dikembalikan setelah pekerjaan selesai. “Tanah akan kami kembalikan seperti semula karena sifatnya tidak permanen,” katanya.
Dalam sesi dialog, Mukasin, petani asal Desa Sudimoro, mempertanyakan kepastian kompensasi. “Apakah tanah dikembalikan, dan bagaimana dengan biaya pemotongan pohon? Apakah ada kompensasi?” tanyanya.
Menanggapi hal itu, pihak BBWS dan PT Wika menjelaskan bahwa tidak ada ganti rugi finansial untuk pohon. Namun, perusahaan akan membantu proses penebangan pohon jati dan mangga dengan menyediakan alat dan tenaga kerja. “Kayu hasil tebangan tetap menjadi milik penanam,” jelas perwakilan BBWS.
Untuk tanaman semusim seperti jagung, cabai, alpukat, dan pisang, tim lapangan akan melakukan verifikasi guna memastikan kemungkinan panen sebelum proyek berjalan.
BBWS mencatat terdapat lebih dari 100 pohon jati di lahan milik PUPR, serta lima petani dengan lahan berstatus SHM yang kompensasinya masih dalam tahap pembahasan. PJ Kepala Desa Sudimoro berharap warga terdampak dapat dilibatkan dalam pekerjaan proyek. PT Wika menyatakan akan mendata warga melalui tim lapangan agar dapat diberdayakan sesuai keahlian.
Penulis : Masruroh
Editor : Zainul Arifin


















Komentar