PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Ketenagakerjaan mulai mengembangkan program Short Course atau pelatihan kilat berbasis penempatan industri untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja.
Program tersebut menyasar kebutuhan industri yang membutuhkan tenaga kerja dalam waktu relatif cepat. Salah satunya PT Berkat Ganda Sentosa di Kecamatan Gempol yang saat ini membutuhkan sekitar 350 pekerja.
Pembukaan program Short Course berlangsung di Kabupaten Pasuruan pada Senin (21/9/2026) pagi dan dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko.
Yudha mengatakan program tersebut memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Kabupaten Pasuruan tahun 2026. Selain memberikan keterampilan, pelatihan dirancang agar peserta dapat langsung ditempatkan bekerja setelah menyelesaikan program.
“Begitu selesai pelatihan, maka langsung diterima bekerja di perusahaan,” kata Yudha.
Menurut dia, pola short course berbeda dengan pelatihan reguler yang membutuhkan waktu berbulan-bulan. Materi pelatihan dibuat lebih padat dengan menyesuaikan kebutuhan perusahaan, termasuk praktik langsung di lapangan atau tempat kerja.
“Pelatihannya dimampatkan dengan materi yang padat, termasuk praktikum di lapangan atau tempat kerja,” imbuhnya.
Pada program kali ini, terdapat 128 peserta yang dibagi dalam delapan gelombang. Masing-masing gelombang terdiri atas 16 peserta. Pembukaan pada Senin tersebut sekaligus menyerap peserta dari gelombang I dan II.
Selama mengikuti pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan dari instruktur Balai Latihan Kerja (BLK) Pandaan dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sidoarjo.
Yudha berharap pola pelatihan berbasis kebutuhan industri tersebut dapat diperluas dengan melibatkan lebih banyak perusahaan di Kabupaten Pasuruan. Menurutnya, kolaborasi pemerintah dan dunia usaha diperlukan agar pelatihan tidak berhenti pada peningkatan keterampilan, tetapi berlanjut pada penempatan kerja.
“Kami berharap program ini dapat memotivasi perusahaan lain untuk berkolaborasi dalam memberikan pelatihan berbasis penempatan,” harapnya.
HR Manager PT Berkat Ganda Sentosa, Wahyu Budi Prianto, menyambut baik program tersebut. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia industri dapat membuka akses pekerjaan bagi masyarakat sekaligus membantu perusahaan memenuhi kebutuhan tenaga kerja.
“Pada intinya, kita ingin merangkul bersama, menciptakan kondusifitas, karena memang lapangan pekerjaan di Pasuruan harus dioptimalkan, sehingga serapan tenaga kerja bisa maksimal bekerja di wilayahnya sendiri,” tegasnya.
Wahyu mengungkapkan, kebutuhan tenaga kerja di perusahaan yang dipimpinnya mencapai sekitar 350 orang. Dari total kebutuhan tersebut, Pemkab Pasuruan membantu melalui pelatihan untuk sekitar separuh dari jumlah pekerja yang dibutuhkan.
Untuk kebutuhan saat ini, tenaga kerja yang dicari terutama ditempatkan di bagian produksi, khususnya pada pekerjaan jahit upper sepatu. Kebutuhan tenaga kerja pada bulan-bulan berikutnya akan disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan perusahaan.
“Kalau yang sekarang kami butuh pekerja di bagian produksi, yakni jahit upper sepatu, dan bulan-bulan berikutnya menyesuaikan kebutuhan saja,” terangnya.
Program short course tersebut menjadi salah satu pola yang ditempuh Pemkab Pasuruan untuk mempertemukan kebutuhan tenaga kerja dengan permintaan industri. Dengan skema berbasis penempatan, peserta tidak hanya memperoleh pelatihan keterampilan, tetapi juga diarahkan untuk masuk ke dunia kerja sesuai kebutuhan perusahaan.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar