PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Belasan rumah warga di Dusun Bandaran, Desa Jarangan, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan rusak akibat angin puting beliung yang terjadi Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Peristiwa yang berlangsung di tengah intensitas hujan tinggi itu menyebabkan atap rumah beterbangan dan sebagian ambruk, memicu kepanikan warga.
Data yang dihimpun dari Kecamatan Rejoso mencatat sedikitnya 12 rumah terdampak. Mayoritas kerusakan terjadi pada bagian atap yang tersapu angin kencang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian material masih dalam proses pendataan lebih lanjut oleh pemerintah desa dan kecamatan.
Camat Rejoso, Arfian Fakhrudin, menjelaskan angin kencang muncul saat hujan mengguyur wilayah tersebut sejak siang hingga sore hari. “Hujan turun sejak siang sampai sore, kemudian malam juga hujan lagi. Angin kencangnya terjadi pada sore hari sekitar pukul 15.00 WIB,” ujar Arfian saat dikonfirmasi, Minggu (15/2/2026).
Menurutnya, sejumlah atap rumah warga berhamburan akibat terjangan angin, sehingga penghuni rumah dan warga sekitar panik dan berupaya menyelamatkan diri. Dua belas rumah yang teridentifikasi mengalami kerusakan masing-masing milik Atim, Misnan, Mujiati, Khoiriyah, M. Sanip, Tinami, Sutinah, Samsul Arifin, Anis Sufilah, M. Saekhudi, Intan Permatasari, dan Mariyah.
Pasca kejadian, unsur kecamatan bersama perangkat Desa Jarangan dan warga setempat langsung melakukan gotong royong membersihkan puing-puing atap yang berserakan. Langkah pengamanan juga dilakukan dengan mematikan aliran listrik sementara guna menghindari risiko korsleting maupun sengatan listrik.
“Kita matikan listrik supaya tidak terjadi hal-hal yang membahayakan seperti kesetrum. Anggota trantib kecamatan, perangkat desa, dan warga semua terlibat membantu,” jelas Arfian.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat tingginya potensi bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pasuruan selama musim penghujan. Desa Jarangan sendiri dikenal sebagai wilayah yang kerap terdampak banjir saat curah hujan meningkat.
Pemerintah kecamatan mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang, puting beliung, maupun banjir susulan. “Warga tetap kami himbau untuk waspada, terutama saat cuaca ekstrem. Koordinasi dengan perangkat desa juga penting agar penanganan bisa cepat,” pungkas Arfian.
Lainnya:
- KPK Turun ke Asahan, Bimtek Anti Korupsi Jadi Alarm Perbaikan Layanan Publik
- FLS3N Lamongan 2026 Cetak Talenta Muda, SDN Sumberkerep Raih Juara Pertama Seni Tari
- Bupati Lamongan Tancap Gas Reformasi Birokrasi, 34 Pejabat Resmi Dilantik
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








