Relawan dan BPBD Malang Asah Kemampuan Vertical Rescue

Kamis, 29 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Simulasi vertical rescue oleh TRC BPBD dan relawan Destana di kawasan wisata Coban Srengenge, Desa Tirtomarto, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Rabu (tanggal). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

Simulasi vertical rescue oleh TRC BPBD dan relawan Destana di kawasan wisata Coban Srengenge, Desa Tirtomarto, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Rabu (tanggal). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

MALANG, RadarBangsa.co.id — Pemerintah Kabupaten Malang menutup rangkaian kegiatan peningkatan kesiapsiagaan dan mitigasi risiko bencana di Kecamatan Ampelgading dengan simulasi vertical rescue di kawasan wisata Coban Srengenge, Desa Tirtomarto. Kegiatan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kemampuan pertolongan cepat di destinasi wisata alam yang memiliki kontur curam dan berisiko tinggi.

Simulasi dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Malang bersama relawan Desa Tangguh Bencana (Destana). Proses penyelamatan korban tiruan diperagakan secara utuh, mulai dari pembukaan jalur, pemasangan sistem tali, hingga evakuasi korban dari tebing air terjun ke titik aman.

Bupati Malang H. M. Sanusi, yang akrab disapa Abah Sanusi, memimpin langsung kegiatan tersebut. Ia hadir didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Malang selaku ex officio Kepala BPBD, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Dandim Kabupaten Malang, serta Kapolres Malang. Seluruh pimpinan daerah menyaksikan langsung simulasi sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan sistem keselamatan wisata.

Dalam sambutannya, Abah Sanusi menegaskan bahwa sektor wisata alam membutuhkan kesiapsiagaan ekstra seiring meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan setiap tahun. Menurutnya, keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan destinasi wisata.

“Keselamatan wisatawan bukan pilihan, tetapi kewajiban. Pemerintah Kabupaten Malang berkomitmen memastikan destinasi alam tidak hanya indah, tetapi juga aman. Simulasi ini menunjukkan keseriusan kami dalam mempercepat respon saat terjadi keadaan darurat,” tegasnya.

Ia menambahkan, kemampuan teknis penyelamatan di medan ekstrem harus terus diasah, khususnya bagi relawan lokal dan pengelola wisata yang berada di garis depan.

“Ketika menit-menit pertama ditangani dengan tepat, nyawa bisa terselamatkan. Karena itu, latihan seperti ini harus menjadi budaya, bukan sekadar kegiatan seremonial,” lanjut Abah Sanusi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang menekankan pentingnya integrasi antara pengelola wisata, relawan, dan aparat keamanan. Menurutnya, kejelasan peran dan prosedur akan mencegah kebingungan saat terjadi situasi darurat.

“Vertical rescue sangat relevan di kawasan wisata berbasis tebing dan air terjun seperti Coban Srengenge. Semua pihak harus tahu tugas, jalur evakuasi, dan standar operasionalnya,” ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang menilai simulasi ini memberi gambaran nyata tantangan penyelamatan di lapangan. Medan ekstrem menuntut ketelitian, kekompakan tim, dan koordinasi lintas sektor yang solid.

Simulasi ini menjadi penutup rangkaian kegiatan kesiapsiagaan, setelah sebelumnya dilakukan pelatihan peningkatan kapasitas relawan dan penyaluran bantuan sosial. Pemkab Malang berharap praktik serupa dapat diterapkan di destinasi wisata alam lain yang berisiko, sehingga Coban Srengenge menjadi contoh wisata berbasis mitigasi bencana yang mengutamakan keselamatan tanpa mengurangi daya tarik alamnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:13

Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga

Rabu, 16 September 2026 - 18:03

Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 17:58

95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 14:43

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Rabu, 16 September 2026 - 14:36

Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton

Berita Terbaru