PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Ribuan santri dan warga Nahdlatul Ulama (NU) mengikuti jalan santai dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Minggu (18/10/2026). Mengusung tema tempo dulu, kegiatan ini menjadi ajang kebersamaan sekaligus pengingat perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Kegiatan yang diinisiasi Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Bulusari bersama pemerintah desa tersebut melibatkan berbagai kalangan, mulai dari lembaga pendidikan, unsur masyarakat, keluarga besar NU hingga jajaran badan otonom NU.
Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, yang hadir dalam kegiatan itu menekankan pentingnya menjadikan peringatan Hari Santri sebagai momentum untuk mengenang sejarah perjuangan ulama sekaligus memperkuat semangat kebangsaan generasi muda.
Menurut Samsul, tema tempo dulu mengajak masyarakat menengok kembali perjalanan sejarah dan perjuangan para pendahulu, terutama peran ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan.
“Dengan mengusung tema tempo dulu, kegiatan ini mengajak kita semua untuk menengok kembali sejarah dan perjuangan para pendahulu. Khususnya, bagaimana para ulama dan santri berjuang bahu-membahu mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” ujar Samsul.
Ia juga mengingatkan peserta mengenai Resolusi Jihad yang dicetuskan pada 22 Oktober 1945. Resolusi tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah perjuangan bangsa dan berkaitan erat dengan perlawanan rakyat yang kemudian memuncak dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.
Tanggal 10 November kini diperingati sebagai Hari Pahlawan. Sejarah tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Di tengah cuaca terik, antusiasme peserta tetap terlihat sepanjang kegiatan. Para peserta mengikuti rangkaian jalan santai hingga mencapai garis finis.
Samsul berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar pada 2027 dengan skala lebih besar dan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat. Ia menilai kolaborasi yang memadukan nilai keagamaan dan kebangsaan dapat menjadi sarana memperkuat persatuan di tingkat desa.
Rangkaian kegiatan jalan santai HSN 2026 di Desa Bulusari ditutup dengan pembagian hadiah lomba dan pengundian ratusan doorprize bagi peserta.
Penulis : Ahmad
Editor : Zainul Arifin


















Komentar