MATARAM, RadarBangsa.co.id – Rumah Sakit H. Moh Ruslan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyiapkan puluhan tenaga kesehatan untuk memperkuat layanan gawat darurat selama gelaran MotoGP Indonesia di Sirkuit Pertamina Mandalika pada 3–5 Oktober 2025.
Direktur Utama RS H. Moh Ruslan, dr. Hj. NK Eka Nurhayati, mengatakan pihaknya akan menurunkan lebih dari 20 personel medis, termasuk dokter umum dan dokter spesialis. Tim tersebut dibagi dalam dua formasi, yakni tim siaga di medical center kawasan sirkuit dan tim mobile yang bertugas berkeliling di area Mandalika.
“Kalau dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, personel yang kami siapkan lebih dari 20 orang. Untuk tahun ini, kami masih menunggu informasi resmi dari penyelenggara, tapi secara kesiapan sudah tidak ada masalah,” ujar Eka di Mataram, Senin (22/9/2025).
Menurut Eka, pelibatan tenaga medis pada MotoGP 2025 diperkirakan lebih merata dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jika pada edisi terdahulu hanya RSUP NTB dan RS Kota Mataram yang terlibat, kini seluruh rumah sakit di Pulau Lombok berpotensi dilibatkan.
“Hal ini karena tenaga medis di Lombok sudah mengikuti pelatihan, sehingga bisa mendukung pemerataan dan memperkuat layanan saat perhelatan internasional seperti MotoGP,” katanya.
Selain menyiapkan tenaga medis, RS Ruslan juga mengerahkan dua unit ambulans advance atau ambulans gawat darurat. Kendaraan tersebut dilengkapi fasilitas medis modern, mulai dari ventilator, syringe pump, monitor elektrokardiogram (EKG), hingga defibrilator.
“Ambulans advance ini didukung SDM yang kompeten dan peralatan canggih, sehingga bisa menangani pasien kritis sekaligus melakukan evakuasi ke rumah sakit rujukan,” jelas Eka.
Keberadaan ambulans berteknologi tinggi menjadi bagian penting dalam skema tanggap darurat MotoGP, mengingat risiko kecelakaan di lintasan maupun kondisi kesehatan mendadak dari penonton maupun kru tim balap.
Eka memastikan seluruh tenaga medis yang disiapkan merupakan tim terlatih dan berpengalaman menangani MotoGP sejak tahun-tahun sebelumnya. Dengan demikian, proses adaptasi tidak akan menjadi hambatan.
“Semua tim medis kami sudah siap dan sudah terlatih. Kami tinggal jalan,” katanya menegaskan.
Gelaran MotoGP Mandalika 2025 diperkirakan kembali menyedot perhatian publik, baik dari dalam maupun luar negeri. Kehadiran puluhan ribu penonton menuntut kesiapan sarana kesehatan, sehingga keterlibatan banyak rumah sakit dinilai penting.
“Momentum MotoGP tidak hanya soal olahraga, tetapi juga kesiapan daerah sebagai tuan rumah event internasional. Karena itu, sektor kesehatan harus memberi dukungan penuh,” tutup Eka.
Lainnya:
- Pelayanan Publik Dipertaruhkan, Personel Polsek Tikung Jalani Tes Kesehatan
- UMKM Banyuwangi Dapat HKI Murah, Produk Makin Aman
- Sumur Bor Kementan Bikin Panen Banyuwangi Meledak
Penulis : Aini
Editor : Zainul Arifin








