RSUD H Moh Ruslan Mataram Hadirkan PANDU RS, Inovasi Pelayanan Informasi Terpadu

Jumat, 16 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas PANDU RS siap membantu pasien di RSUD H. Moh Ruslan Mataram. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

Petugas PANDU RS siap membantu pasien di RSUD H. Moh Ruslan Mataram. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

MATARAM, RadarBangsa.co.id — Kesulitan menemukan layanan di rumah sakit kini bisa diminimalkan. RSUD H. Moh Ruslan Kota Mataram meluncurkan PANDU RS, inovasi Petugas Pengarah dan Informasi Terpadu, untuk memberikan panduan langsung bagi pasien dan pengunjung sejak memasuki area rumah sakit.

Direktur RSUD H. Moh Ruslan Mataram, dr. Hj. NK Eka Nurhayati, menjelaskan bahwa PANDU RS hadir sebagai “wajah pertama” rumah sakit yang ramah, informatif, dan responsif. “Rumah sakit bukan hanya soal pelayanan medis. Kenyamanan, rasa aman, dan kejelasan informasi juga bagian penting dari proses penyembuhan,” kata dr. Eka pada Kamis (15/1/2026).

Berbeda dengan petugas keamanan atau loket informasi konvensional, PANDU RS merupakan pusat informasi berjalan. Petugas bertugas mengarahkan alur pasien, menjawab pertanyaan umum, membantu pasien lanjut usia dan penyandang disabilitas, serta mencegah penumpukan di lobi, pendaftaran, dan koridor utama.

Petugas PANDU RS ditempatkan di titik-titik strategis seperti pintu masuk, lobby utama, area pendaftaran, ruang tunggu, hingga koridor rumah sakit. Hal ini memungkinkan pasien menemukan layanan lebih cepat tanpa harus mondar-mandir bertanya dari satu orang ke orang lain.

Menurut dr. Eka, kehadiran PANDU RS juga dimaksudkan untuk meringankan staf medis dan frontliner. “Dokter dan perawat seharusnya fokus pada pelayanan kesehatan. Urusan arah, informasi dasar, dan pengaturan alur bisa ditangani petugas khusus,” ujarnya.

Selain efisiensi, PANDU RS juga menonjolkan identitas budaya. Petugas mengenakan pakaian adat Sasak atau Bali, lengkap dengan sapuk, kain songket atau kamen, serta selendang bertuliskan “PANDU RS”. Perangkat komunikasi dan QR code untuk Google Review turut disiapkan sebagai sarana umpan balik pengunjung. “Kami ingin rumah sakit terasa lebih humanis dan membumi. Sentuhan budaya lokal menjadi simbol keramahan dan kebanggaan daerah,” tambah dr. Eka.

Dengan kehadiran PANDU RS, pengunjung dapat memperoleh informasi lebih cepat dan jelas, mengurangi risiko tersesat, serta merasakan perhatian lebih dari rumah sakit. Bagi RSUD H. Moh Ruslan, inovasi ini diharapkan memperkuat citra pelayanan publik yang tertib, humanis, dan berorientasi pada pasien.

Keberhasilan program akan dievaluasi melalui survei kepuasan pengunjung, penurunan keluhan terkait kebingungan lokasi, serta berkurangnya beban kerja staf frontliner. RSUD H. Moh Ruslan juga menyiapkan monitoring dan evaluasi rutin setiap bulan.

“Ini bukan sekadar program seremonial. Kami ingin PANDU RS menjadi standar baru pelayanan informasi di rumah sakit daerah,” tegas dr. Eka. Dengan PANDU RS, rumah sakit menegaskan satu hal krusial: pasien tidak lagi merasa sendirian saat mencari layanan kesehatan.

Inovasi PANDU RS menandai langkah strategis RSUD H. Moh Ruslan Mataram dalam meningkatkan kenyamanan dan efisiensi pelayanan publik. Jika berhasil, model ini berpotensi menjadi standar bagi rumah sakit lain di NTB dan wilayah sekitarnya.

Penulis : Aini

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Berita Terbaru