RSUD HMR Mataram Ingatkan Deteksi Dini Kanker dan Risiko Perokok Pasif di Hari Kanker Sedunia 2026

Minggu, 15 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MATARAM, RadarBangsa.co.id – RSUD HMR Kota Mataram menggelar seminar awam dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia 2026 melalui siaran langsung Instagram, Minggu (15/2/2026). Kegiatan ini menekankan pentingnya deteksi dini kanker, tatalaksana terkini, serta peran keluarga dalam mendukung keberhasilan terapi.

Seminar bertajuk “Deteksi Dini, Tatalaksana Terkini Kanker & Peran Keluarga dalam Pendampingan adalah Kunci Keberhasilan Terapi” menghadirkan sejumlah dokter spesialis, di antaranya dr. Made Agus Suanjaya, SpB, Subsp.Onk(K), dr. Irizki Tisna Setiowati, Sp.A, serta dr. Larangga Gempa, Sp.PD, FINASIM, F.Onkologi.

Direktur dan jajaran manajemen rumah sakit menegaskan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pelayanan kesehatan publik dalam upaya pencegahan dan pengendalian kanker di Kota Mataram. Momentum ini dipilih karena relevan dengan peringatan Hari Kanker Sedunia setiap 4 Februari.

dr. Made Agus Suanjaya menyebut kanker masih menjadi ancaman nyata karena banyak kasus terdiagnosis pada stadium lanjut. Menurutnya, rendahnya kesadaran masyarakat menjadi faktor utama keterlambatan penanganan.

“Kanker bukan isu kelompok tertentu. Semua orang berisiko. Banyak kasus baru terdeteksi saat sudah stadium akhir karena gejala awal sering diabaikan,” ujarnya.

Ia mencontohkan kanker payudara yang kerap tidak disadari karena benjolan awal tidak menimbulkan nyeri. Gejala lain yang perlu diwaspadai antara lain perubahan kulit seperti kulit jeruk (peau d’orange), puting tertarik ke dalam, keluar cairan dari puting, hingga perubahan bentuk dan ukuran payudara.

Sementara itu, dr. Larangga Gempa menyoroti bahaya perokok pasif yang dinilai memiliki risiko kanker paru lebih tinggi akibat paparan asap rokok berulang. Asap rokok, kata dia, mengandung ribuan zat kimia beracun yang dapat merusak sel dan memicu proses keganasan.

“Paparan sebentar saja bisa merusak sel tubuh. Semakin lama dan sering terpapar, risiko kanker paru meningkat,” jelasnya.

Melalui seminar ini, RSUD HMR berharap tercipta peningkatan literasi kesehatan masyarakat, terutama terkait deteksi dini dan faktor risiko kanker. Edukasi dinilai penting agar masyarakat lebih proaktif melakukan pemeriksaan serta menjauhi faktor pemicu.

“Kesadaran adalah langkah pertama. Deteksi dini memberi peluang sembuh lebih besar,” pungkas dr. Agus.

Penulis : Aini

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru