RSUD Ruslan Mataram Tancap Gas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Utama

Sabtu, 30 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksanaan Bimbingan Teknis Akreditasi Rumah Sakit Pendidikan Utama di RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, Sabtu, 30 Mei 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Pelaksanaan Bimbingan Teknis Akreditasi Rumah Sakit Pendidikan Utama di RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, Sabtu, 30 Mei 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

MATARAM, RadarBangsa.co.id – RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram mempercepat langkah transformasi menuju Rumah Sakit Pendidikan Utama (RSPU), sebuah status strategis yang tidak hanya berdampak pada dunia pendidikan kedokteran, tetapi juga berpotensi meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.

Komitmen tersebut ditegaskan melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis Akreditasi Rumah Sakit Pendidikan Utama yang digelar di Aula Manajemen RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, Sabtu (30/05/2026).

Langkah ini menjadi penting karena rumah sakit pendidikan memiliki peran ganda. Selain memberikan layanan kesehatan kepada pasien, institusi tersebut juga menjadi pusat pendidikan klinis, penelitian, dan pengembangan tenaga kesehatan masa depan.

Kegiatan ini melibatkan Direktorat Jenderal Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan RI, Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia (ARSPI), serta Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI).

Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Hj. Ni Ketut Eka Nurhayati, Sp.OG., K.F.E.R., M.Kes., M.Sc., menegaskan bahwa proses transformasi tersebut bukan sekadar mengejar status atau sertifikasi administratif.

“Transformasi menjadi Rumah Sakit Pendidikan Utama bukan hanya tentang memenuhi standar akreditasi, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan klinis yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat,” ujar Ni Ketut Eka Nurhayati.

Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan klinis akan berbanding lurus dengan kualitas tenaga kesehatan yang nantinya melayani masyarakat. Karena itu, berbagai pembenahan terus dilakukan mulai dari tata kelola, pelayanan medis, sumber daya manusia hingga sarana pendukung pendidikan.

Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan yang profesional dan berbasis kompetensi, keberadaan rumah sakit pendidikan dinilai semakin mendesak. Sebab, rumah sakit tidak hanya menjadi tempat pengobatan, tetapi juga ruang pembelajaran bagi calon dokter dan tenaga kesehatan lainnya.

Ketua Tim Bimbingan Teknis Akreditasi Rumah Sakit Pendidikan Utama, dr. Else Mutiara Sihotang, Sp.PK., mengapresiasi keseriusan RSUD H. Moh. Ruslan dalam menjalani proses tersebut.

“Kami melihat komitmen yang kuat dari RSUD H. Moh. Ruslan dalam mempersiapkan diri sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama. Melalui proses ini diharapkan rumah sakit mampu memenuhi standar yang ditetapkan dan menjadi pusat pendidikan klinis yang berkualitas,” kata dr. Else.

Ia menjelaskan, akreditasi tidak hanya menilai kelengkapan administrasi dan dokumen. Lebih dari itu, proses tersebut memastikan sistem pendidikan klinis berjalan sesuai standar mutu, keselamatan pasien, serta kebutuhan institusi pendidikan kedokteran.

Usai pembukaan, tim dari Kementerian Kesehatan RI melakukan telaah dokumen dan pendampingan teknis secara mendalam. Berbagai capaian yang telah diraih rumah sakit dievaluasi, sekaligus memetakan aspek yang masih perlu diperkuat untuk memenuhi standar nasional.

Diskusi berlangsung interaktif dengan fokus pada penguatan tata kelola pendidikan klinis, kerja sama dengan fakultas kedokteran, peningkatan kapasitas tenaga pendidik klinis, hingga pengembangan sistem pembelajaran yang lebih adaptif.

“Kami terus melakukan penguatan di berbagai aspek agar seluruh persyaratan sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama dapat terpenuhi secara optimal,” tegas Ni Ketut Eka Nurhayati.

Transformasi ini diharapkan memberi dampak nyata bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat. Selain memperkuat kualitas pendidikan kedokteran, peningkatan standar rumah sakit diyakini akan berkontribusi terhadap mutu pelayanan kesehatan yang lebih baik, cepat, dan profesional.

Dengan dukungan Kementerian Kesehatan RI, ARSPI, AIPKI, institusi pendidikan dan rumah sakit jejaring, RSUD H. Moh. Ruslan optimistis mampu mewujudkan diri sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama yang unggul, inovatif dan berdaya saing. “Langkah tersebut menjadi investasi jangka panjang bagi kualitas layanan kesehatan dan pengembangan sumber daya manusia kesehatan di Indonesia,”pungkasnya.

Berita Terkait

Dari Kampus ke Kampus, Anggota DPD RI Asal Jawa Timur Lia Istifhama Ajak Mahasiswa Belajar Pengabdian
Biro Adpim Jatim Raih Penghargaan, Literasi Digital Santri Jadi Perhatian
Polres Lamongan Gelar Apel Satgas Polisi Jogo Sekolah
SMPN 1 Bangsalsari Jember Kembangkan Gulat, Siapkan Atlet Pelajar ke Popda Jatim
Festival Film Santriwati Warnai Penutupan HSN 2026 di Lamongan
Program SIKAP Jatim Raih Penghargaan Nasional, 1.548 Sekolah Jadi Penggerak Ketahanan Pangan
TKA SMKN 8 Malang Diikuti 391 Murid, Khofifah Turun Langsung
Kapolres Lamongan Ajak Pelajar SMPN 1 Jauhi Narkoba Lewat POLIDIK

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:41

Dari Kampus ke Kampus, Anggota DPD RI Asal Jawa Timur Lia Istifhama Ajak Mahasiswa Belajar Pengabdian

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:14

Biro Adpim Jatim Raih Penghargaan, Literasi Digital Santri Jadi Perhatian

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:08

Polres Lamongan Gelar Apel Satgas Polisi Jogo Sekolah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:22

SMPN 1 Bangsalsari Jember Kembangkan Gulat, Siapkan Atlet Pelajar ke Popda Jatim

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:54

Festival Film Santriwati Warnai Penutupan HSN 2026 di Lamongan

Berita Terbaru