Rumah Warga di Bangkalan Rusak Diterjang Hujan Angin, PRKP Turun Tangan

- Redaksi

Rabu, 17 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Dinas PRKP Bangkalan meninjau langsung kondisi rumah warga Desa Pangeleyan yang rusak akibat hujan lebat disertai angin kencang. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

Petugas Dinas PRKP Bangkalan meninjau langsung kondisi rumah warga Desa Pangeleyan yang rusak akibat hujan lebat disertai angin kencang. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

BANGKALAN, RadarBangsa.co.id — Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Bangkalan pada akhir November 2025 meninggalkan dampak serius bagi warga. Salah satu rumah yang mengalami kerusakan parah adalah milik Toyyibeh, warga Desa Pangeleyan, Kecamatan Tanah Merah. Bagian atap dan struktur bangunan dilaporkan rusak, sehingga mengganggu kenyamanan dan keselamatan penghuni rumah.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) bergerak cepat dengan melakukan survei dan asesmen lapangan pada Selasa, 16 Desember 2025. Langkah ini menjadi bagian dari prosedur awal penanganan rumah warga yang terdampak bencana alam.

Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas PRKP Bangkalan, R. Zainal Arifin, mengatakan asesmen dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tingkat kerusakan bangunan. Hasil penghitungan di lapangan akan menjadi dasar dalam menentukan bentuk bantuan maupun skema penanganan yang paling sesuai.

“Untuk tahap awal kami lakukan asesmen detail, mulai dari kondisi struktur hingga tingkat kerusakan yang terjadi. Hasil perhitungan tim teknis ini nantinya akan menjadi dasar penentuan tindak lanjut penanganan rumah terdampak bencana,” ujar Zainal.

Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen memastikan setiap warga terdampak mendapatkan penanganan yang adil dan tepat sasaran, sejalan dengan upaya menjaga kelayakan hunian masyarakat di wilayah rawan bencana.

Sementara itu, Kepala Desa Pangeleyan, Zai Ulhaq Alfarisi, mengapresiasi respons cepat Dinas PRKP Bangkalan yang turun langsung ke lokasi tanpa menunggu waktu lama. Ia menilai kehadiran tim asesmen memberikan harapan bagi warga yang terdampak, khususnya pemilik rumah yang kini membutuhkan kepastian bantuan.

“Kami menyampaikan terima kasih atas respons cepat dari Dinas PRKP yang langsung meninjau kondisi rumah warga. Kami berharap hasil asesmen ini dapat segera ditindaklanjuti agar warga bisa kembali tinggal dengan aman dan layak,” kata Zai.

Pemerintah Kabupaten Bangkalan menegaskan akan terus melakukan pendampingan dan koordinasi lintas sektor dalam penanganan dampak bencana alam. Upaya ini dilakukan untuk memastikan keselamatan warga sekaligus mempercepat pemulihan kondisi hunian pascakejadian cuaca ekstrem.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pemberdayaan KRTP Terbukti Tekan Kemiskinan, Lamongan Targetkan 11,95 Persen di 2026
Sungai Grindulu Tegalombo Dilirik untuk PLTA, Pemda Harap Dampak Ekonomi
MoU Ketahanan Keluarga di Jatim Pecahkan Rekor MURI, Khofifah Tekankan Akses Keadilan
Khofifah Resmikan RSBL Pasuruan–Kediri, Layanan Rehabilitasi ODGJ Jatim Diperkuat
Pasar Banyuwangi Berkonsep Modern, Siap Dongkrak Wisata Kota
Durian Merah Banyuwangi Resmi Berstatus Indikasi Geografis, Pertama di Indonesia
HGN 2026 di Lumajang, 46 Ahli Gizi Turun ke Sekolah Perkuat Literasi Gizi Pelajar
Sungai Meluap, Permukiman Warga di Probolinggo Terdampak Banjir Bandang

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 19:19 WIB

Pemberdayaan KRTP Terbukti Tekan Kemiskinan, Lamongan Targetkan 11,95 Persen di 2026

Kamis, 22 Januari 2026 - 18:21 WIB

Sungai Grindulu Tegalombo Dilirik untuk PLTA, Pemda Harap Dampak Ekonomi

Kamis, 22 Januari 2026 - 13:06 WIB

Khofifah Resmikan RSBL Pasuruan–Kediri, Layanan Rehabilitasi ODGJ Jatim Diperkuat

Kamis, 22 Januari 2026 - 09:22 WIB

Pasar Banyuwangi Berkonsep Modern, Siap Dongkrak Wisata Kota

Kamis, 22 Januari 2026 - 09:12 WIB

Durian Merah Banyuwangi Resmi Berstatus Indikasi Geografis, Pertama di Indonesia

Berita Terbaru