Sampah Kembali Menumpuk di Sungai Kalimati, Banyuwangi Siapkan Penanganan Terpadu

Jumat, 23 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id — Tumpukan sampah kembali mencemari Sungai Kalimati di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, meski kawasan tersebut sempat dibersihkan melalui aksi kolaborasi pemerintah daerah, warga, dan Sungai Watch.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kini menyiapkan langkah penanganan terpadu untuk mencegah sampah kembali menumpuk. Rencana itu mencakup pembersihan massal, pemasangan paranet, pengawasan melalui kamera CCTV, serta pelibatan masyarakat dan pelaku usaha dalam pengelolaan sampah.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan rencana tersebut saat meninjau kawasan Sungai Kalimati pada Kamis (22/10/2026). Ia menegaskan, persoalan sampah tidak cukup diselesaikan melalui kegiatan bersih-bersih sesaat.

“Ini menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak cukup diselesaikan dengan membersihkan sungai. Harus ada perubahan perilaku, sistem pengelolaan sampah yang baik, dan pengawasan bersama agar sampah tidak kembali menumpuk,” ujar Ipuk.

Pemkab Banyuwangi merancang rencana aksi di sepanjang 1.645,82 meter alur Sungai Kalimati. Tahap awal penanganan dijadwalkan berlangsung pada Senin (26/10/2026) melalui kerja bakti massal yang melibatkan warga, nelayan, dan perangkat terkait.

Pemerintah daerah juga akan mengerahkan alat berat untuk membantu membersihkan aliran sungai dari tumpukan sampah. Sampah yang diangkat direncanakan dibawa ke tempat pembuangan akhir yang sesuai.

Selain pembersihan, imbauan larangan membuang sampah sembarangan akan dipasang di kawasan tersebut.

“Pengerukan dan pengangkutan sampah akan dilakukan ke tempat pembuangan akhir yang sesuai. Kami juga akan memasang imbauan larangan membuang sampah sembarangan,” jelas Ipuk.

Setelah pembersihan, Pemkab Banyuwangi berencana memasang paranet di sepanjang bagian atas sungai untuk membatasi akses pembuangan sampah. Pemasangan tersebut ditargetkan berlangsung dalam rentang satu hingga enam bulan.

Kamera CCTV juga direncanakan terpasang di sejumlah titik strategis untuk memantau aktivitas di sepanjang aliran sungai sekaligus mencegah pembuangan sampah secara sembarangan.

Ipuk mengatakan, pengawasan akan diperkuat dengan mendorong tanggung jawab orang yang kedapatan membuang sampah ke sungai.

“Pemantauan melalui CCTV diharapkan memperkuat pengawasan dan mencegah orang membuang sampah ke sungai. Warga yang katahuan, akan kita minta untuk mengambil sampahnya di sungai kembali. Namun, yang paling penting adalah kesadaran bersama untuk menjaga sungai tetap bersih,” tuturnya.

Penanganan Sungai Kalimati juga direncanakan berlanjut melalui kesepakatan bersama dalam program Banyuwangi Hijau. Skema ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk pabrik, pemilik tambak, dan masyarakat di sekitar sungai.

Pelibatan tersebut diharapkan dapat memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya, sehingga upaya menjaga kebersihan tidak hanya bergantung pada pembersihan sungai.

Pemkab Banyuwangi juga berharap pembenahan kawasan tersebut dapat memberikan manfaat bagi kesehatan lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga.

“Kita ingin Sungai Kalimati benar-benar bersih, lingkungannya sehat, dan masyarakatnya ikut menjaga. Kalau ini bisa kita lakukan bersama secara konsisten, kawasan ini bukan hanya terbebas dari sampah, tetapi juga punya potensi untuk dikembangkan menjadi pusat kuliner yang menggerakkan ekonomi warga,” pungkas Ipuk.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Khofifah Resmikan Empat Infrastruktur, Pulihkan Akses Warga Pacitan
Hari Jadi Bangkalan ke-495, Bupati Pimpin Ziarah Leluhur
Hari Santri Nasional 2026, Bupati Bangkalan Minta Santri Kuasai Teknologi dan Jaga Akhlak
2.077 Sertifikat PTSL Desa Ngerong Pasuruan Tuntas Diproses
Hari Santri 2026, Ini Tiga Pesan Khofifah untuk Santri Jatim
Hari Santri 2026, Khofifah Tinjau Khitanan Massal dan Cek Kesehatan Gratis di Pacitan
66 Ribu Santri Jadi Kekuatan Lamongan Menuju Indonesia Emas
HUT ke-27 Pelalawan, Syafrizal Gaungkan ‘Mo La Awak’ untuk Perkuat Kolaborasi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:34

Sampah Kembali Menumpuk di Sungai Kalimati, Banyuwangi Siapkan Penanganan Terpadu

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:32

Khofifah Resmikan Empat Infrastruktur, Pulihkan Akses Warga Pacitan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:02

Hari Jadi Bangkalan ke-495, Bupati Pimpin Ziarah Leluhur

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:55

Hari Santri Nasional 2026, Bupati Bangkalan Minta Santri Kuasai Teknologi dan Jaga Akhlak

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:26

2.077 Sertifikat PTSL Desa Ngerong Pasuruan Tuntas Diproses

Berita Terbaru