Selamat dari Kebakaran Kapal, 5 Penari Tetap Ingin Tampil di Gandrung Sewu

Jumat, 23 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id — Lima penari Gandrung Sewu asal Palembang dan Lampung tiba di Banyuwangi, Kamis (22/10/2026), setelah selamat dari kebakaran KMP Batumandi di perairan sekitar Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten. Meski masih diliputi trauma dan ada yang mengalami cedera ringan, mereka tetap bersemangat untuk tampil dalam pertunjukan Gandrung Sewu 2026 pada Sabtu (24/10/2026).

Kedatangan rombongan tersebut disambut Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Selama perjalanan menuju Banyuwangi, lima penari bersama pendamping mendapat bantuan dan fasilitas dari Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Sumatera Selatan.

Ipuk bersyukur para penari dan pendamping selamat dari insiden tersebut. Ia juga mengapresiasi solidaritas Ikawangi yang membantu rombongan melanjutkan perjalanan hingga tiba di Banyuwangi.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur para penari maupun pendamping selamat dan bisa sampai ke Banyuwangi. Kami juga berterima kasih atas dukungan dan solidaritas dari teman-teman Ikawangi,” kata Ipuk.

Ipuk mengaku terharu karena para penari tetap ingin mengikuti Gandrung Sewu meski baru mengalami peristiwa yang membahayakan keselamatan mereka. Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi akan membantu memenuhi kebutuhan rombongan selama berada di Banyuwangi hingga mereka pulang.

Musibah tersebut juga menyebabkan sejumlah perlengkapan tari, termasuk selendang dan kipas, ikut terbakar bersama kendaraan yang mengangkut rombongan di kapal. Para penari juga kehilangan KTP sehingga pemerintah kabupaten akan membantu pengurusannya.

Ipuk menyerahkan selendang dan kipas kepada para penari sebagai pengganti perlengkapan yang terbakar. Dukungan tersebut diharapkan membantu mereka mempersiapkan diri untuk tampil dalam pertunjukan budaya tersebut.

Ketua Ikawangi Sumatera Selatan Suroso menjelaskan, semula terdapat delapan penari dari Palembang dan Lampung yang dijadwalkan mengikuti Gandrung Sewu 2026. Tiga penari berangkat lebih dahulu, sedangkan lima lainnya berangkat bersama rombongan yang mengalami insiden kebakaran kapal.

Menurut Suroso, rombongan berangkat pada Selasa pagi (20/10/2026) menggunakan kendaraan melalui perjalanan darat sebelum menyeberang dengan KMP Batumandi. Ketika kapal hampir berlabuh di Pelabuhan Merak, kebakaran terjadi dan kendaraan beserta sejumlah barang milik mereka ikut terbakar.

“Mobil yang membawa anak-anak (penari) terbakar di kapal. Bahkan barang-barang mereka juga ikut terbakar. Tapi yang penting semua selamat,” kata Suroso.

Setelah kejadian, Suroso sempat menanyakan apakah para penari ingin kembali pulang atau meneruskan perjalanan ke Banyuwangi. Kelimanya memutuskan tetap melanjutkan perjalanan karena ingin tampil dalam Gandrung Sewu.

Dengan bantuan Ikawangi Pusat di Jakarta, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Banyuwangi menggunakan bus.

“Solidaritas Ikawangi memang luar biasa. Kami sangat dibantu sepanjang perjalanan,” ujar Suroso.

Fitri, salah satu penari, mengaku bersyukur dapat selamat dari kebakaran kapal tersebut. Ia menegaskan bahwa rombongan tetap memiliki semangat untuk mengikuti pertunjukan yang telah mereka persiapkan.

“Puji Tuhan kami diberi keselamatan. Kami sangat bersemangat untuk tampil di Gandrung Sewu,” kata Fitri.

Gandrung Sewu 2026 dijadwalkan berlangsung di Pantai Boom Marina, Banyuwangi, pada Sabtu (24/10/2026) mulai pukul 18.30 WIB. Tahun ini, sebanyak 1.300 penari dijadwalkan berpartisipasi, termasuk 200 penari dari luar Banyuwangi.

Para peserta dari luar daerah tersebut antara lain berasal dari Palembang, Lampung, Jakarta, Bali, Malang, dan Pasuruan.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Dua Kebakaran Lahan di Kedungpring Lamongan, Ini Dugaan Pemicunya
Bendahara II KONI Kendal MRS Ditahan, Diduga Selewengkan Dana Rp798 Juta
Karhutla Jember Mulai Mereda, Perhutani Ingatkan Bahaya Bakar Hutan
Xenia Terbakar Usai Isi Pertalite di Sampang, Dua Orang Luka
Karhutla Arjuno–Welirang Belum Padam, Petugas Berjuang Manual
Hendak Putar Balik, Pengendara Honda Vario Patah Kaki Usai Tabrakan dengan Tronton di Lamongan
Karhutla Bromo, Khofifah Siapkan Santunan untuk Keluarga Empat Korban
Duel Maut di Rumah Perempuan di Kendal, Tubari Tewas Diduga Dipicu Asmara

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:43

Selamat dari Kebakaran Kapal, 5 Penari Tetap Ingin Tampil di Gandrung Sewu

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:29

Bendahara II KONI Kendal MRS Ditahan, Diduga Selewengkan Dana Rp798 Juta

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:18

Karhutla Jember Mulai Mereda, Perhutani Ingatkan Bahaya Bakar Hutan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:59

Xenia Terbakar Usai Isi Pertalite di Sampang, Dua Orang Luka

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:43

Karhutla Arjuno–Welirang Belum Padam, Petugas Berjuang Manual

Berita Terbaru