Karhutla Jember Mulai Mereda, Perhutani Ingatkan Bahaya Bakar Hutan

Kamis, 22 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JEMBER, RadarBangsa.co.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kabupaten Jember mulai mereda. Perhutani KPH Jember melaporkan tidak lagi terlihat api maupun asap di lereng Gunung Argopuro, kawasan Suco Pangepok, Kecamatan Jelbuk, pada Kamis (22/10/2026).

Wakil Administratur Perhutani KPH Jember, Suyono, mengatakan upaya pemadaman dilakukan secara intensif bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Muspika, dan para penggiat lingkungan. Hujan ringan yang mengguyur wilayah perbatasan Bondowoso dan Jember turut membantu memadamkan sisa titik api.

“Untuk saat ini titik api di lereng Argopuro sudah tidak nampak lagi asap dan apinya. Sementara untuk wilayah selatan seperti Puger, Wuluhan, dan Ambulu yang sempat terjadi dua titik kebakaran sebelumnya, sudah berhasil kita padamkan. Harapan kita hari ini seluruh wilayah Jember sudah benar-benar tuntas dari karhutla,” ujar Suyono.

Meski kondisi kebakaran dilaporkan membaik, Perhutani mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Aktivitas manusia dinilai tetap menjadi faktor pemicu penting kebakaran, terutama ketika kondisi vegetasi mengering akibat cuaca panas.

Dalam memantau titik panas atau hotspot, Perhutani menggunakan aplikasi Sistem Pemantauan Karhutla (Sipongi). Pemantauan digital tersebut membantu petugas dan pemangku kepentingan mendeteksi potensi kebakaran serta mendukung respons di lapangan.

Suyono menjelaskan, cuaca panas dan kondisi vegetasi yang kering dapat membuat kawasan hutan lebih mudah terbakar. Karena itu, masyarakat yang beraktivitas di sekitar hutan, termasuk petani, diminta berhati-hati dan tidak menyalakan api sembarangan.

“Kami berharap masyarakat bisa berbaik-baik dengan alam. Jangan sampai ada tindakan membakar hutan, baik disengaja maupun tidak, karena selain ada sanksi hukumnya, dampaknya sangat berbahaya,” tegasnya.

Perhutani juga mengingatkan bahwa kerusakan hutan akibat kebakaran dapat meningkatkan risiko bencana ketika musim hujan tiba. Kawasan hutan yang rusak berpotensi mengurangi kemampuan lingkungan dalam menahan dan menyerap air sehingga memperbesar ancaman banjir bandang.

“Jika hutan rusak terbakar, saat musim hujan tiba nanti bisa memicu terjadinya banjir bandang. Mari kita jaga bersama agar Jember terhindar dari bencana,” pungkas Suyono.

Perhutani berharap kerja sama petugas dan masyarakat dapat mencegah munculnya titik api baru, sehingga kondisi hutan di Jember tetap terjaga menjelang musim penghujan.

Penulis : Herry

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bendahara II KONI Kendal MRS Ditahan, Diduga Selewengkan Dana Rp798 Juta
Xenia Terbakar Usai Isi Pertalite di Sampang, Dua Orang Luka
Karhutla Arjuno–Welirang Belum Padam, Petugas Berjuang Manual
Hendak Putar Balik, Pengendara Honda Vario Patah Kaki Usai Tabrakan dengan Tronton di Lamongan
Karhutla Bromo, Khofifah Siapkan Santunan untuk Keluarga Empat Korban
Duel Maut di Rumah Perempuan di Kendal, Tubari Tewas Diduga Dipicu Asmara
Kebakaran TPA Dadapan Lamongan Belum Padam, Bara Api Jadi Kendala
Bus Tabrak Mobil di Lamongan, Pos Penyeberangan Relawan KAI Roboh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:29

Bendahara II KONI Kendal MRS Ditahan, Diduga Selewengkan Dana Rp798 Juta

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:18

Karhutla Jember Mulai Mereda, Perhutani Ingatkan Bahaya Bakar Hutan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:59

Xenia Terbakar Usai Isi Pertalite di Sampang, Dua Orang Luka

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:43

Karhutla Arjuno–Welirang Belum Padam, Petugas Berjuang Manual

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:07

Hendak Putar Balik, Pengendara Honda Vario Patah Kaki Usai Tabrakan dengan Tronton di Lamongan

Berita Terbaru