Santunan Anak Yatim dan Ojol di Surabaya Warnai Genap 1 Tahun Kepemimpinan Khofifah-Emil

Sabtu, 21 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Khofifah dan Wagub Emil menyerahkan bantuan kepada anak yatim dan ojol di Grahadi, Surabaya,  Jumat, 20 Februari 2026  (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Khofifah dan Wagub Emil menyerahkan bantuan kepada anak yatim dan ojol di Grahadi, Surabaya, Jumat, 20 Februari 2026 (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Tepat satu tahun setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak menggelar santunan bagi anak yatim dan pengemudi ojek online (ojol) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (20/2).

Kegiatan ini menjadi momen refleksi sekaligus wujud kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat terdampak, termasuk ojol perempuan dan penyandang disabilitas. Sebanyak 60 anak yatim menerima bantuan perlengkapan sekolah, sementara 40 pengemudi ojol mendapatkan paket sembako.

Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai Grahadi. Para penerima tampak antusias bersalaman langsung dengan Gubernur Khofifah dan Wagub Emil, serta menerima tali asih sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah. Berbagai doa dan harapan turut disampaikan untuk keberlangsungan pembangunan Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Khofifah menekankan bahwa peringatan satu tahun pelantikan bukan sekadar formalitas, melainkan momentum mengevaluasi capaian dan menetapkan arah pembangunan.

“Alhamdulillah, hari ini tanggal 20 Februari, persis satu tahun saya dan Pak Emil dilantik oleh Pak Presiden di Istana Negara. Kami lebih fokus pada kerja nyata yang membawa manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Memasuki tahun kedua kepemimpinan, Khofifah menegaskan prioritas pada penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM), peningkatan pendidikan, layanan kesehatan, dan pemerataan infrastruktur. Seluruh program diarahkan untuk menurunkan kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

“Harapan kita kualitas SDM, pendidikan, kesehatan, infrastruktur semakin membaik. Kemiskinan menurun, pertumbuhan ekonomi meningkat,” tambahnya.

Khofifah juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, kabupaten/kota, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pembangunan daerah.

“Sinergi seluruh institusi baik lokal, regional, nasional, maupun global akan terus dimaksimalkan, agar kemajuan, kemakmuran, dan kedamaian di Jawa Timur bisa terwujud bersama,” jelasnya.

Gubernur Khofifah menutup sambutan dengan doa agar seluruh amal perbuatan mendapat berkah, selaras dengan memasuki bulan suci Ramadhan.

“Semoga apa yang kita lakukan mendapat ridho, barokah, serta pahala dari Allah SWT,” ucapnya.

Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak menyampaikan rasa syukur atas satu tahun perjalanan bersama Khofifah. Ia menilai Gubernur mampu menjalankan program nasional sekaligus memastikan agenda pembangunan daerah tetap berjalan optimal.

“Beliau menjalankan program-program nasional Asta Cita dan melanjutkan program Pemprov yang menjadi harapan masyarakat,” kata Emil.

Beberapa gebrakan disebut Emil, seperti penghargaan kepada cabang dinas yang 100 persen distribusi ijazahnya selesai dan perluasan koridor Bus Trans Jatim di berbagai wilayah. Emil menambahkan optimisme bahwa Jawa Timur akan semakin maju di bawah kepemimpinan Khofifah.

Para penerima bantuan juga menyampaikan apresiasi. Adrian Tobing, pengemudi ojol tuna rungu, mengungkapkan terima kasih:

“Terima kasih banyak atas bingkisannya Ibu Khofifah dan Pak Emil. Semoga Jaya selalu,” ujarnya.

Zaki, pengemudi ojol tuna daksa, menekankan pentingnya akses dan fasilitas ramah disabilitas.

“Harapan ke depan, Jawa Timur dapat memperbanyak fasilitas bagi disabilitas, terutama pengemudi ojol,” kata Zaki.

Momentum santunan ini tidak hanya menandai satu tahun kepemimpinan Khofifah-Emil, tetapi juga memperkuat citra pemerintahan yang peduli pada kesejahteraan sosial sekaligus menegaskan komitmen pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 18:13

Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga

Rabu, 16 September 2026 - 18:03

Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 17:58

95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 14:43

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Berita Terbaru