MAGETAN, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan santunan dukacita kepada empat ahli waris dan lima anggota keluarga korban kecelakaan Kereta Api Malioboro Ekspres rute Purwokerto-Malang. Kecelakaan tersebut terjadi di pintu perlintasan Kelurahan Mangge, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, pada 19 Mei 2025 lalu.
Penyerahan santunan dilakukan langsung oleh Gubernur Khofifah di Pendopo Kabupaten Magetan, Senin (26/5/2025), sebelum menghadiri acara serah terima jabatan Bupati dan Wakil Bupati Magetan. Santunan berupa uang tunai diberikan kepada korban meninggal dunia sebesar Rp 10 juta, korban luka berat Rp 5 juta, dan korban luka ringan Rp 2,5 juta.
“Atas berpulangnya para korban, kami mengucapkan bela sungkawa dan duka cita yang sedalam-dalamnya. Sebelum sambutan, saya juga membacakan Al-Fatihah untuk mendoakan mereka,” ujar Khofifah.
Gubernur juga menyampaikan dukungan dan doa bagi keluarga yang ditinggalkan serta korban yang masih menjalani perawatan medis. “Semoga Allah memberikan kekuatan dan kesabaran. Untuk korban yang dirawat, semoga lekas sembuh,” tambahnya.
Kecelakaan tragis ini menewaskan empat korban, yakni Totok Herwanto (52) dari Madiun, Rama Zainul Fatkhur Rahman (23) dari Magetan, Resyka Nadya Maharani Putri (23) dari Madiun, dan Hariyono (54) dari Magetan. Sedangkan korban luka berjumlah lima orang yang tengah mendapatkan perawatan di berbagai rumah sakit di wilayah tersebut.
Khofifah menjelaskan, kecelakaan terjadi di jalur perlintasan ganda yang resmi dijaga, tepatnya di JPL No 08 (KM 176+586) Emplasemen Magetan. Kronologis kecelakaan bermula saat palang pintu perlintasan ditutup untuk memberi jalan Kereta Matarmaja melintas, kemudian dibuka kembali setelah kereta lewat. Namun, saat palang pintu terbuka, Kereta Api Malioboro Ekspres melaju di jalur yang sama, sehingga tujuh sepeda motor yang sudah menunggu melintas dan tertabrak kereta tersebut.
“Soal palang pintu, kami terus melakukan evaluasi, karena ada kemungkinan human error atau kekurangan fasilitas penjagaan,” ungkapnya. Ia menegaskan pentingnya pengawasan ketat dan penggunaan teknologi untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Di Jawa Timur, koordinasi terkait pengelolaan palang pintu perlintasan kereta api berjalan sangat detail antara Pemprov dan PT KAI. Bahkan, beberapa palang pintu sudah mengadopsi teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
Salah satu keluarga korban, Yulian Respati, istri dari korban luka Oni Handoko (35), menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan Gubernur Khofifah.
“Suami saya adalah tulang punggung keluarga, namun kini belum bisa bekerja. Bantuan dari Ibu Gubernur sangat berarti untuk kebutuhan hidup kami,” tuturnya.
Lainnya:
- Bupati Lamongan Tancap Gas Reformasi Birokrasi, 34 Pejabat Resmi Dilantik
- Bupati Lamongan Lantik 34 Pejabat, Dorong Percepatan Layanan Publik dan Birokrasi Efektif
- 1.239 Jemaah Haji Sidoarjo Berangkat, Wabup Tekankan Kesehatan
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








