Santunan Korban Laka Kereta Api di Magetan Diserahkan, Gubernur Khofifah Maksimalkan Teknologi untuk Keselamatan

Senin, 2 Juni 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Khofifah menyerahkan santunan korban kecelakaan kereta api di Magetan, sekaligus evaluasi keamanan perlintasan sebidang.(Istimewa)

Gubernur Khofifah menyerahkan santunan korban kecelakaan kereta api di Magetan, sekaligus evaluasi keamanan perlintasan sebidang.(Istimewa)

MAGETAN, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan santunan dukacita kepada empat ahli waris dan lima anggota keluarga korban kecelakaan Kereta Api Malioboro Ekspres rute Purwokerto-Malang. Kecelakaan tersebut terjadi di pintu perlintasan Kelurahan Mangge, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, pada 19 Mei 2025 lalu.

Penyerahan santunan dilakukan langsung oleh Gubernur Khofifah di Pendopo Kabupaten Magetan, Senin (26/5/2025), sebelum menghadiri acara serah terima jabatan Bupati dan Wakil Bupati Magetan. Santunan berupa uang tunai diberikan kepada korban meninggal dunia sebesar Rp 10 juta, korban luka berat Rp 5 juta, dan korban luka ringan Rp 2,5 juta.

“Atas berpulangnya para korban, kami mengucapkan bela sungkawa dan duka cita yang sedalam-dalamnya. Sebelum sambutan, saya juga membacakan Al-Fatihah untuk mendoakan mereka,” ujar Khofifah.

Gubernur juga menyampaikan dukungan dan doa bagi keluarga yang ditinggalkan serta korban yang masih menjalani perawatan medis. “Semoga Allah memberikan kekuatan dan kesabaran. Untuk korban yang dirawat, semoga lekas sembuh,” tambahnya.

Kecelakaan tragis ini menewaskan empat korban, yakni Totok Herwanto (52) dari Madiun, Rama Zainul Fatkhur Rahman (23) dari Magetan, Resyka Nadya Maharani Putri (23) dari Madiun, dan Hariyono (54) dari Magetan. Sedangkan korban luka berjumlah lima orang yang tengah mendapatkan perawatan di berbagai rumah sakit di wilayah tersebut.

Khofifah menjelaskan, kecelakaan terjadi di jalur perlintasan ganda yang resmi dijaga, tepatnya di JPL No 08 (KM 176+586) Emplasemen Magetan. Kronologis kecelakaan bermula saat palang pintu perlintasan ditutup untuk memberi jalan Kereta Matarmaja melintas, kemudian dibuka kembali setelah kereta lewat. Namun, saat palang pintu terbuka, Kereta Api Malioboro Ekspres melaju di jalur yang sama, sehingga tujuh sepeda motor yang sudah menunggu melintas dan tertabrak kereta tersebut.

“Soal palang pintu, kami terus melakukan evaluasi, karena ada kemungkinan human error atau kekurangan fasilitas penjagaan,” ungkapnya. Ia menegaskan pentingnya pengawasan ketat dan penggunaan teknologi untuk mengurangi risiko kecelakaan.

Di Jawa Timur, koordinasi terkait pengelolaan palang pintu perlintasan kereta api berjalan sangat detail antara Pemprov dan PT KAI. Bahkan, beberapa palang pintu sudah mengadopsi teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

Salah satu keluarga korban, Yulian Respati, istri dari korban luka Oni Handoko (35), menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan Gubernur Khofifah.

“Suami saya adalah tulang punggung keluarga, namun kini belum bisa bekerja. Bantuan dari Ibu Gubernur sangat berarti untuk kebutuhan hidup kami,” tuturnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:43

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Rabu, 16 September 2026 - 14:36

Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton

Rabu, 16 September 2026 - 13:58

PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:52

2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Berita Terbaru