Satu Lawan Lima, Kronologi Mencekam Pengeroyokan Hingga Tewas di Kos Semarang

Rabu, 21 Mei 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Reskrim Polrestabes Semarang saat menangkap tersangka kasus pengeroyokan di SPBU Krapyak (ist)

Tim Reskrim Polrestabes Semarang saat menangkap tersangka kasus pengeroyokan di SPBU Krapyak (ist)

SEMARANG, RadarBangsa.co.id – Polrestabes Semarang berhasil mengungkap kasus pengeroyokan hingga menyebabkan korban jiwa yang terjadi pada Sabtu (3/5/2025) lalu.

Korban, Muhammad Danang Triyantoro (30), warga Bojongsalaman, Semarang Barat, ditemukan tewas mengenaskan di kamar kosnya, Jalan Gedung Batu Utara II, Kelurahan Ngemplak Simongan.

Lima pelaku teridentifikasi, tiga di antaranya telah diamankan lebih awal. Salah satunya, BRS (31), warga Bongsari, sempat buron dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Ia akhirnya ditangkap tim Satreskrim Polrestabes Semarang di SPBU Krapyak, Minggu (11/5/2025) sekitar pukul 10.30 WIB.

Dua pelaku lain, DR alias Codot (38) dan TP (28), lebih dulu ditangkap di SPBU Pamularsih, Selasa (6/5/2025) dini hari. Dua tersangka lainnya, DA alias Kancil dan AS, dibekuk pada Selasa (20/5/2025) di Taman Kasmaran, Jalan Dr. Sutomo.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena menjelaskan, insiden bermula saat korban mendatangi kawasan Sam Poo Kong pada Jumat malam (2/5/2025) sekitar pukul 22.00 WIB.

Korban diketahui menantang DR dan BRS berkelahi. Perselisihan pecah, dan TP sempat memukul korban. Saksi mencoba melerai dan mengajak korban kembali ke kamar kos.

Namun konflik berlanjut. Di depan tempat fotokopi dekat perempatan lampu merah, para pelaku kembali mengejar korban hingga ke kosnya.

Sesampainya di lokasi, BRS menendang dan mendobrak pintu kamar. Bersama DR dan DA, ia masuk ke dalam dan langsung melakukan pengeroyokan brutal.

DR memukul kepala korban menggunakan magic jar. DA membacok kaki korban dengan golok hingga terluka parah. Pelaku lainnya, T, BRS, dan AS, memukuli korban dengan tangan kosong.

“Korban meninggal dunia di tempat kejadian karena luka parah di bagian kepala dan kaki,” jelas AKBP Andika. pada Selasa (20/5/2025).

Pihak kepolisian masih mendalami motif pengeroyokan dan keterlibatan masing-masing pelaku. Dugaan sementara, tindakan tersebut dipicu dendam pribadi dan emosi sesaat.

“Kelima pelaku saat ini masih dalam pemeriksaan. Kami juga mengusut kemungkinan ada pihak yang turut membantu para tersangka melarikan diri,” ujar AKBP Andika.

Penulis : Sapta

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:13

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Berita Terbaru