SBY Dirawat di RSPAD, Tetap Melukis dan Tersenyum Tenang

- Redaksi

Minggu, 20 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terlihat tenang di ruang perawatan RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Meski tengah menjalani pemulihan, Presiden ke-6 RI itu tetap aktif melukis—sebuah rutinitas yang menenangkan sekaligus menggambarkan keteguhan jiwanya sebagai negarawan dan seniman. (Foto: Dok. Partai Demokrat)

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terlihat tenang di ruang perawatan RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Meski tengah menjalani pemulihan, Presiden ke-6 RI itu tetap aktif melukis—sebuah rutinitas yang menenangkan sekaligus menggambarkan keteguhan jiwanya sebagai negarawan dan seniman. (Foto: Dok. Partai Demokrat)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), saat ini tengah menjalani perawatan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Meski sempat dikabarkan kelelahan akibat padatnya aktivitas, kondisi pendiri Partai Demokrat itu kini dikabarkan membaik dan dalam masa pemulihan.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Afriansyah Noor, yang akrab disapa Ferry, menjadi salah satu orang yang menjenguk langsung ke ruang perawatan SBY pada Minggu pagi, (20/7/2025).

“Alhamdulillah, kondisinya sudah jauh lebih baik. Beliau bisa berinteraksi seperti biasa. Kami semua mendoakan agar dalam satu atau dua hari ini bisa pulang dan beristirahat di rumah,” ujar Ferry kepada media.

Menurut Ferry, suasana di kamar perawatan terasa hangat. SBY tetap menyambut tamu dengan senyum khasnya, meski tubuhnya membutuhkan waktu untuk pulih.

Secara terpisah, Wasekjen Partai Demokrat lainnya, Syahrial Nasution, menyampaikan bahwa kondisi SBY tidak dalam situasi yang mengkhawatirkan. Namun ia mengakui, padatnya jadwal dan usia yang sudah memasuki 76 tahun membuat kondisi tubuh SBY lebih rentan terhadap kelelahan.

“Pak SBY masih sangat aktif, dan sebagai tokoh politik sekaligus negarawan, beliau sering mendapat undangan penting. Tapi dengan usia sekarang, risiko kelelahan tentu ada. Apalagi beliau juga gampang dehidrasi kalau tidak cukup istirahat,” ujar Syahrial.

Ia menambahkan, aktivitas SBY sejak awal Juli memang tidak ringan. Dari rapat internal partai hingga perjalanan luar negeri, semuanya dijalani dengan penuh dedikasi.

Syahrial menyebut bahwa salah satu rangkaian agenda yang cukup menyita energi adalah kunjungan ke Malaysia pada 9–12 Juli 2025. Dalam lawatan itu, SBY menghadiri undangan langsung dari Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim.

“Selama di Kuala Lumpur, beliau bertemu dengan PM Anwar, juga Wakil PM Zahid Hamidi, serta menghadiri forum di National Resilience College. Saya ikut mendampingi, dan terus terang, beliau tampil prima dan berdiskusi secara mendalam di setiap pertemuan,” kata Syahrial.

Namun sepulang dari Malaysia, SBY langsung kembali menghadiri sejumlah agenda di Jakarta. Bahkan sehari setelah tiba, pada Minggu 13 Juli, ia masih menerima beberapa tamu pribadi dan internal partai.

Pada Selasa malam, 15 Juli 2025, SBY akhirnya dibawa ke RSPAD Gatot Subroto oleh putra sulungnya yang juga Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Keputusan itu diambil setelah kondisi fisik SBY dianggap perlu mendapatkan perhatian medis secara menyeluruh.

“Sebagai anak, saya merasa perlu memastikan langsung ayah saya mendapat perawatan terbaik. Dokter menyampaikan bahwa kondisi beliau hanya perlu istirahat total, tidak ada gejala yang serius,” ujar AHY dalam pernyataan tertulisnya.

Meski tengah dirawat, SBY tetap menjaga rutinitasnya: melukis. Aktivitas ini sudah menjadi bagian dari keseharian sang mantan presiden dalam beberapa tahun terakhir.

“Hingga di kamar perawatan pun, staf beliau harus menyusun peralatan lukis. Itu aktivitas yang membuat beliau tenang. Di tengah tekanan atau kelelahan, beliau tetap menuangkan imajinasinya ke kanvas,” tutur Syahrial dengan nada kagum.

Bagi sebagian orang, melukis mungkin sekadar hobi. Namun bagi SBY, seni rupa adalah ruang meditasi—sebuah cara untuk tetap waras di tengah dinamika dunia politik dan kehidupan kenegaraan.

Kabar membaiknya kondisi kesehatan SBY disambut hangat oleh para kader Demokrat dan tokoh-tokoh nasional. Banyak yang mengirim doa dan harapan agar beliau segera pulih dan kembali aktif di ruang publik.

“Pak SBY bukan hanya Ketua Majelis Tinggi Partai. Beliau adalah inspirasi dan penyeimbang dalam dunia politik kita. Kami tentu sangat berharap beliau segera pulih dan kembali berkegiatan,” kata Ketua Fraksi Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), yang juga putra bungsu SBY.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Bupati Bangkalan Genjot Bibit Lele, Siapkan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi Warga

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027

Berita Terbaru