SUMEDANG, RadarBangsa.co.id — Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, menanamkan semangat perubahan kepada 207 praja asal Jawa Timur yang tengah menempuh pendidikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/10/2025).
Pertemuan tersebut berlangsung di sela kegiatan Rapat Koordinasi Nasional Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah yang digelar di kampus IPDN. Meski memiliki agenda yang padat, Adhy tetap meluangkan waktu bersama Kepala Bappeda Jatim, Mohammad Yasin, dan Ketua IKAPTK Jatim, M. Sodik Triwidiyanto, yang juga Sekda Kabupaten Ngawi, untuk memberikan pembekalan serta motivasi kepada para calon aparatur muda itu.
Dalam arahannya, Adhy menekankan pentingnya integritas, loyalitas, serta kemampuan adaptif dan inovatif bagi setiap calon ASN. Nilai-nilai tersebut, kata dia, menjadi pondasi utama untuk membentuk karakter aparatur yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Teman-teman harus mengikuti perkembangan teknologi karena kalian adalah penerus roda pemerintahan. ASN masa depan harus mampu menghadirkan pelayanan berbasis digital yang berdampak bagi masyarakat,” ujar Adhy di hadapan ratusan praja yang hadir.
Menurut Adhy, keberadaan ratusan praja asal Jatim di IPDN merupakan aset penting bagi masa depan birokrasi di daerah. Mereka tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi pegawai negeri, tetapi juga pemimpin pemerintahan masa depan yang akan menentukan arah kebijakan publik di Jawa Timur maupun tingkat nasional.
“Kalian adalah calon pemimpin pemerintahan masa depan, bukan hanya bagi Jawa Timur tetapi juga bagi Indonesia. Selesaikan pendidikan dengan baik, jaga nama baik daerah, dan tunjukkan bahwa praja asal Jatim bisa menjadi teladan,” pesannya.
Adhy juga mengingatkan agar para praja siap mengabdi di manapun ditempatkan setelah lulus. Pengabdian kepada negara, ujarnya, tidak boleh dibatasi oleh domisili.
“Kalau nanti pemerintah membutuhkan dan kalian digeser ke daerah lain, tolong dilaksanakan dengan ikhlas. Di manapun ditempatkan, tugas utama kalian adalah mengabdi untuk masyarakat dan negara,” tegasnya.
Selain memberikan motivasi, pertemuan tersebut juga menjadi ajang dialog terbuka. Para praja menyampaikan sejumlah aspirasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, mulai dari dukungan transportasi saat masa cuti, beasiswa tugas belajar pascalulus, hingga bantuan bus pendidikan untuk kegiatan kampus.
Menanggapi hal itu, Adhy menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan menampung dan mengkaji setiap masukan tersebut. Ia menegaskan, perhatian terhadap pendidikan calon aparatur menjadi bagian dari upaya Pemprov mencetak sumber daya manusia unggul dan berdampak bagi masyarakat.
“Kami akan pelajari dan cari bentuk dukungan yang memungkinkan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur tentu ingin memastikan praja asal Jatim mendapatkan perhatian yang layak, karena kalian adalah calon ASN yang akan membawa perubahan di masa depan,” kata Adhy.
Pertemuan yang berlangsung hangat itu ditutup dengan foto bersama dan semangat baru dari para praja. Bagi Adhy, menanamkan optimisme sejak dini merupakan langkah penting agar generasi muda ASN mampu menjadi motor perubahan yang berdampak luas bagi kemajuan masyarakat Jawa Timur.
Lainnya:
- Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
- May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








