LUBUK LINGGAU, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kota Lubuk Linggau mulai mendorong perubahan paradigma terhadap kelompok lanjut usia melalui program Sekolah Lansia. Program ini terbukti mampu menjaga produktivitas lansia sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka di tengah tantangan usia.
Hal itu terlihat dalam wisuda perdana Sekolah Lansia Senior School Selatan yang dihadiri Wali Kota Lubuk Linggau Rachmat Hidayat di Hotel Cozy, Kamis (23/4/2026). Dari 85 peserta awal, sebanyak 72 lansia berhasil menyelesaikan program pendidikan.
Program ini dinilai penting karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya lansia yang selama ini kerap dianggap tidak produktif. Melalui pendekatan edukatif, lansia justru didorong tetap aktif secara sosial dan ekonomi.
Selama enam bulan, peserta mendapatkan pembelajaran terpadu, mulai dari kesehatan fisik, pembinaan spiritual, hingga keterampilan praktis. Bahkan, mereka dilatih membuat produk UMKM seperti pempek dan sabun yang berpotensi meningkatkan kemandirian ekonomi.
“Lansia bukan beban, tapi aset yang tetap bisa berkontribusi jika diberi ruang dan kesempatan,” ujar salah satu perwakilan penyelenggara.
Wali Kota Rachmat Hidayat menilai program ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat pelayanan sosial berbasis inklusivitas. Menurutnya, lansia perlu difasilitasi agar tetap sehat, mandiri, dan berdaya.
“Ini solusi nyata agar lansia tetap produktif dan tidak terpinggirkan. Kita ingin mereka tetap aktif dan bahagia,” ujarnya.
Program Sekolah Lansia juga menjadi bagian dari strategi pencegahan masalah sosial, seperti kesepian, penurunan kesehatan mental, hingga ketergantungan ekonomi. Dengan aktivitas terarah, lansia dapat menjalani masa tua secara lebih bermakna.
Ke depan, program ini akan diperluas ke wilayah lain agar manfaatnya dirasakan lebih luas. Pihak penyelenggara juga mendorong lulusan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.
Dukungan dari organisasi masyarakat seperti Aisyiyah dan Muhammadiyah turut memperkuat keberlanjutan program ini. Kolaborasi ini dinilai penting dalam memperluas jangkauan layanan sosial berbasis komunitas.
Dengan hasil awal yang positif, Sekolah Lansia di Lubuk Linggau diharapkan menjadi model pemberdayaan lansia yang dapat direplikasi di daerah lain.
“Kami berharap program ini terus berkembang dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkas Wali Kota.
Lainnya:
- Hardiknas 2026, Bupati Jember Jamin Tunjangan Guru Utuh dan PPPK Tuntas
- Aksi Biru Lamongan Tekan 1.100 Anak Putus Sekolah, Perintis Genjot Akses Pendidikan
- Perintis dan Aksi Biru Lamongan Tekan Anak Putus Sekolah, Ini Dampaknya
Penulis : Separi
Editor : Zainul Arifin








