Senator Cantik Lia Istifhama Tegaskan Anak Gifted Berhak atas Pendidikan Inklusif dan Bebas Diskriminasi

Sabtu, 18 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

   Senator RI Lia Istifhama menyampaikan materi tentang hak konstitusi dan pendidikan inklusif bagi anak gifted di Gresik. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Senator RI Lia Istifhama menyampaikan materi tentang hak konstitusi dan pendidikan inklusif bagi anak gifted di Gresik. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

GRESIK, RadarBangsa.co.id — Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Hj. Lia Istifhama, S.Sos., S.H.I., S.Sos.I., M.E.I., menegaskan bahwa anak-anak dengan keberbakatan intelektual (gifted) memiliki hak konstitusional untuk memperoleh pendidikan yang inklusif, aman, dan bebas dari diskriminasi.

Menurutnya, setiap anak berhak mendapatkan layanan pendidikan yang sesuai dengan potensi dan karakteristiknya. Penegasan tersebut disampaikan Lia saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Nasional tentang karakteristik dan stimulasi anak gifted yang digelar secara hibrida di Ruang Mandala Bhakti Praja Lantai 4 Kantor Bupati Gresik dan melalui Zoom.

Dalam paparannya, Lia menegaskan bahwa negara telah memberikan jaminan hukum yang kuat terhadap pemenuhan hak anak gifted melalui konstitusi maupun berbagai peraturan perundang-undangan.

“Pasal 28B ayat (2) UUD 1945 menegaskan bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang, serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Sementara Pasal 31 UUD 1945 menjamin hak setiap warga negara memperoleh pendidikan,” ujar Lia.

Ia menjelaskan, ketentuan tersebut diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang memberikan hak pendidikan khusus bagi peserta didik dengan potensi kecerdasan dan bakat istimewa, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, serta Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas sebagai salah satu landasan penyelenggaraan pendidikan inklusif.

“Ketiga regulasi tersebut menunjukkan bahwa negara telah menyediakan ruang hukum bagi pelayanan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik setiap anak, termasuk anak gifted. Kini yang diperlukan adalah implementasi nyata agar tidak ada lagi potensi anak yang terabaikan akibat penanganan yang tidak tepat,” tegasnya.

Seminar yang diselenggarakan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Gresik, Parents Support Group for Gifted Children (PSSGC) Jawa Timur, Fatayat NU PC Gresik, dan Pokja Bunda PAUD Kabupaten Gresik ini juga membahas aspek medis dan psikologis dalam mengenali anak gifted.

Berdasarkan standar tes IQ yang digunakan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), anak gifted diklasifikasikan menjadi tiga kategori, yaitu Moderately Gifted (IQ 130–144), Highly Gifted (IQ 145–159), dan Profoundly Gifted (IQ di atas 160).

Selain itu, para narasumber menekankan pentingnya menciptakan safe space bagi anak di lingkungan keluarga maupun sekolah. Orang tua dan pendidik juga diingatkan untuk menghindari toxic positivity serta memahami bahwa kegagalan merupakan bagian dari proses belajar dan perkembangan anak.

Seminar menghadirkan psikolog Dr. Evi Tjahjono, S.Psi., M.G.E., serta dokter spesialis anak dr. Arif Fakhrudin, Sp.A. sebagai narasumber. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Gresik dr. Hj. Shinta Puspitasari Asluchul Alif, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dr. Mukhibatul Khusna, M.MKes., Ketua IDI Cabang Gresik dr. Abdul Fatah, Sp.PD., Ketua PC Fatayat NU Gresik Sahabat Masruroh, Ketua Panitia dr. Hj. Nila Hapsari, perwakilan MUI dan PCNU Gresik Ustaz Sururi, serta perwakilan sejumlah rumah sakit di Kabupaten Gresik.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Dari Kampus ke Kampus, Anggota DPD RI Asal Jawa Timur Lia Istifhama Ajak Mahasiswa Belajar Pengabdian
Biro Adpim Jatim Raih Penghargaan, Literasi Digital Santri Jadi Perhatian
Polres Lamongan Gelar Apel Satgas Polisi Jogo Sekolah
SMPN 1 Bangsalsari Jember Kembangkan Gulat, Siapkan Atlet Pelajar ke Popda Jatim
Festival Film Santriwati Warnai Penutupan HSN 2026 di Lamongan
Program SIKAP Jatim Raih Penghargaan Nasional, 1.548 Sekolah Jadi Penggerak Ketahanan Pangan
TKA SMKN 8 Malang Diikuti 391 Murid, Khofifah Turun Langsung
Kapolres Lamongan Ajak Pelajar SMPN 1 Jauhi Narkoba Lewat POLIDIK

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:41

Dari Kampus ke Kampus, Anggota DPD RI Asal Jawa Timur Lia Istifhama Ajak Mahasiswa Belajar Pengabdian

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:14

Biro Adpim Jatim Raih Penghargaan, Literasi Digital Santri Jadi Perhatian

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:08

Polres Lamongan Gelar Apel Satgas Polisi Jogo Sekolah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:22

SMPN 1 Bangsalsari Jember Kembangkan Gulat, Siapkan Atlet Pelajar ke Popda Jatim

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:54

Festival Film Santriwati Warnai Penutupan HSN 2026 di Lamongan

Berita Terbaru