Senator DPD RI Lia Istifhama: Dorong Kemandirian Kesehatan Warga Ngawi

- Redaksi

Rabu, 7 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Senator DPD RI Lia Istifhama berdialog dengan Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono terkait penguatan kemandirian kesehatan warga. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

Senator DPD RI Lia Istifhama berdialog dengan Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono terkait penguatan kemandirian kesehatan warga. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

JOMBANG, RadarBangsa.co.id — Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menilai penguatan kemandirian kesehatan masyarakat menjadi faktor strategis untuk menekan beban pembiayaan dan pelayanan kesehatan yang ditanggung Pemerintah Kabupaten Ngawi. Pendekatan ini dinilai relevan di tengah keterbatasan fasilitas kesehatan daerah dan meningkatnya kebutuhan layanan warga.

Pandangan tersebut disampaikan Lia saat bertemu Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono dalam pertemuan di Kabupaten Jombang, Selasa (6/1/2026). Lia menekankan bahwa arah pembangunan kesehatan tidak semestinya bertumpu pada layanan kuratif semata, melainkan memperkuat kesadaran hidup sehat sejak dini.

“Kemandirian kesehatan masyarakat adalah kunci. Ketika warga mampu menjaga kesehatannya, beban pembiayaan pemerintah daerah otomatis berkurang. Ini sejalan dengan arah kebijakan nasional yang menekankan promotif dan preventif,” kata Lia.

Menurutnya, keberhasilan sektor kesehatan justru tercermin dari menurunnya angka kesakitan, bukan tingginya kunjungan rumah sakit. “Semakin sedikit masyarakat yang harus berobat karena sehat, itu tanda sistem kesehatan berjalan efektif,” ujarnya.

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyatakan, kemandirian kesehatan telah menjadi bagian dari kebijakan daerah. Ngawi saat ini berstatus Universal Health Coverage (UHC) sehingga seluruh warga memiliki akses jaminan kesehatan. Namun, keterbatasan fasilitas masih menjadi tantangan.

“Jumlah kamar rumah sakit di Ngawi sekitar 600 unit. Idealnya, dengan penduduk hampir 900 ribu jiwa, dibutuhkan sekitar 900 kamar,” ujar Ony. Kondisi tersebut, menurut dia, membuat penguatan upaya pencegahan penyakit menjadi semakin mendesak.

Ony menambahkan, pemerintah pusat juga memberikan insentif bagi daerah yang berhasil meningkatkan kemandirian kesehatan warganya. Dalam skema tersebut, rendahnya angka kunjungan berobat justru menjadi indikator keberhasilan pengelolaan kesehatan.

Lia Istifhama menegaskan komitmennya untuk terus mendorong sinergi pusat dan daerah dalam membangun sistem kesehatan yang berkelanjutan. Ia berharap kebijakan berbasis pencegahan mampu menciptakan masyarakat Ngawi yang sehat sekaligus meringankan beban fiskal daerah.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Bupati Bangkalan Genjot Bibit Lele, Siapkan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi Warga

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027

Berita Terbaru