JOMBANG, RadarBangsa.co.id — Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menilai penguatan kemandirian kesehatan masyarakat menjadi faktor strategis untuk menekan beban pembiayaan dan pelayanan kesehatan yang ditanggung Pemerintah Kabupaten Ngawi. Pendekatan ini dinilai relevan di tengah keterbatasan fasilitas kesehatan daerah dan meningkatnya kebutuhan layanan warga.
Pandangan tersebut disampaikan Lia saat bertemu Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono dalam pertemuan di Kabupaten Jombang, Selasa (6/1/2026). Lia menekankan bahwa arah pembangunan kesehatan tidak semestinya bertumpu pada layanan kuratif semata, melainkan memperkuat kesadaran hidup sehat sejak dini.
“Kemandirian kesehatan masyarakat adalah kunci. Ketika warga mampu menjaga kesehatannya, beban pembiayaan pemerintah daerah otomatis berkurang. Ini sejalan dengan arah kebijakan nasional yang menekankan promotif dan preventif,” kata Lia.
Menurutnya, keberhasilan sektor kesehatan justru tercermin dari menurunnya angka kesakitan, bukan tingginya kunjungan rumah sakit. “Semakin sedikit masyarakat yang harus berobat karena sehat, itu tanda sistem kesehatan berjalan efektif,” ujarnya.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyatakan, kemandirian kesehatan telah menjadi bagian dari kebijakan daerah. Ngawi saat ini berstatus Universal Health Coverage (UHC) sehingga seluruh warga memiliki akses jaminan kesehatan. Namun, keterbatasan fasilitas masih menjadi tantangan.
“Jumlah kamar rumah sakit di Ngawi sekitar 600 unit. Idealnya, dengan penduduk hampir 900 ribu jiwa, dibutuhkan sekitar 900 kamar,” ujar Ony. Kondisi tersebut, menurut dia, membuat penguatan upaya pencegahan penyakit menjadi semakin mendesak.
Ony menambahkan, pemerintah pusat juga memberikan insentif bagi daerah yang berhasil meningkatkan kemandirian kesehatan warganya. Dalam skema tersebut, rendahnya angka kunjungan berobat justru menjadi indikator keberhasilan pengelolaan kesehatan.
Lia Istifhama menegaskan komitmennya untuk terus mendorong sinergi pusat dan daerah dalam membangun sistem kesehatan yang berkelanjutan. Ia berharap kebijakan berbasis pencegahan mampu menciptakan masyarakat Ngawi yang sehat sekaligus meringankan beban fiskal daerah.
Lainnya:
- May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
- Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








