Sidoarjo Genjot UMKM Go Internasional, Givari Shoes Krian Pernah Tembus Pasar Panama

Kamis, 21 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana meninjau proses produksi sepatu kulit di Galeri UMKM Givari Shoes, Krian, Kamis (21/5/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana meninjau proses produksi sepatu kulit di Galeri UMKM Givari Shoes, Krian, Kamis (21/5/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas dan mampu bersaing di pasar global. Salah satu bukti nyatanya terlihat dari kiprah Givari Shoes, produsen sepatu dan tas kulit asal Desa Ponokawan, Kecamatan Krian, yang berhasil bertahan lintas generasi hingga menembus pasar ekspor internasional.

Komitmen penguatan UMKM itu ditegaskan Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana saat mengunjungi Galeri UMKM Givari Shoes di Krian, Kamis (21/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, Mimik didampingi Camat Krian Nawari serta Forkopimka Krian meninjau langsung proses produksi sepatu dan sandal kulit yang masih dikerjakan secara manual.

Di tengah derasnya persaingan produk impor dan industri pabrikan, Givari Shoes dinilai mampu mempertahankan kualitas sekaligus menjaga identitas produk lokal khas Sidoarjo.

“Ini produk luar biasa. Bahannya kulit asli, pengerjaannya rapi, nyaman dipakai, dan kualitasnya sangat bagus. UMKM seperti ini harus terus kita dorong agar semakin berkembang,” ujar Mimik.

Menurutnya, UMKM lokal memiliki potensi besar menjadi penggerak ekonomi daerah apabila mendapat dukungan promosi, pemasaran, dan akses permodalan yang memadai. Ia menilai kekuatan utama produk UMKM terletak pada kualitas dan karakter khas yang tidak dimiliki produk massal.

Givari Shoes sendiri bukan pemain baru di industri kulit Sidoarjo. Usaha yang dirintis sejak era 1980-an itu telah berkembang menjadi salah satu UMKM legendaris di Krian. Bahkan, produk sepatu kulit buatan tangan tersebut pernah menembus pasar Panama dan sejumlah pasar luar negeri lainnya.

Fakta itu menjadi bukti bahwa produk UMKM Sidoarjo memiliki daya saing internasional apabila kualitas tetap dijaga secara konsisten.

Mimik mengaku terkesan karena proses produksi Givari masih mempertahankan pengerjaan manual. Menurutnya, sentuhan handmade justru menjadi nilai tambah yang dicari konsumen.

“Jangan pernah turunkan kualitas. Saya sendiri sudah memakai produknya, nyaman dan empuk. Bahkan bisa custom sesuai keinginan pembeli, mulai model sampai warna,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Mimik juga mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sidoarjo untuk lebih bangga menggunakan produk UMKM lokal. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat ekosistem ekonomi daerah sekaligus membantu pelaku usaha bertahan di tengah persaingan pasar.

“Kalau bukan kita yang memakai produk UMKM Sidoarjo, lalu siapa lagi? ASN harus menjadi contoh dalam mencintai produk lokal,” tegasnya.

Pemilik Givari Shoes, Eti Herawati, mengaku bersyukur mendapat perhatian pemerintah daerah. Ia berharap dukungan tersebut mampu memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di tengah perubahan tren industri fashion.

Menurut Eti, usaha keluarganya tetap mempertahankan penggunaan kulit grade A demi menjaga kualitas produk. Seluruh tahapan produksi, mulai pemotongan bahan, proses jahit hingga finishing, dilakukan dengan standar ketat.

“Kami tidak mau menurunkan kualitas bahan. Semua tetap dijaga karena kepercayaan pelanggan adalah yang utama,” ujarnya.

Saat ini, pasar Givari didominasi kalangan guru, pekerja kantoran hingga tenaga medis. Namun pihaknya optimistis pasar akan terus berkembang seiring meningkatnya promosi digital dan dukungan pemerintah terhadap sektor UMKM.

Selain promosi, Pemkab Sidoarjo juga memperkuat akses permodalan melalui program Kredit Usaha Rakyat Daerah (Kurda) bekerja sama dengan Bank Delta Artha. Program itu diharapkan membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jaringan pemasaran.

Pemkab Sidoarjo optimistis industri kulit di kawasan Krian dan Tanggulangin mampu menjadi salah satu kekuatan ekonomi daerah yang mendunia.

“Kami ingin UMKM Sidoarjo benar-benar naik kelas, dikenal luas, dan mampu bersaing hingga pasar internasional,” pungkas Mimik.

Penulis : Tom

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru