JEMBER, RadarBangsa.co.id — SMAN Kalisat Jember menggelar kirab Ancak Agung untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah pada Kamis (27/8/2026). Kegiatan yang untuk pertama kalinya digelar di lingkungan sekolah itu diikuti seluruh siswa kelas X hingga XII.
Sebanyak 29 ancak ditampilkan dalam kirab tersebut, sesuai dengan jumlah kelas di SMAN Kalisat. Setiap ancak dihias secara kreatif menggunakan hasil bumi berupa buah-buahan dan sayuran.
Puluhan ancak kemudian diarak mengelilingi kawasan sekolah. Kegiatan berlangsung dengan pengawalan dari Polsek Kalisat.
Kepala SMAN Kalisat, Wibisono, S.Pd., M.M., mengatakan peringatan Maulid Nabi tahun ini dikemas dengan kegiatan yang memadukan nilai keagamaan, kreativitas siswa, dan potensi hasil bumi lokal.
“Alhamdulillah, hari ini kami keluarga besar SMAN Kalisat melaksanakan agenda peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 Hijriah. Hari ini selain mendapatkan tausiyah dari Bapak Kiai, kita lanjutkan dengan kirab Ancak Agung,” ujar Wibisono.
Menurutnya, kirab Ancak Agung menjadi sarana bagi siswa untuk menunjukkan kreativitas sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap Rasulullah SAW. Hasil bumi yang digunakan dalam ancak juga menjadi bagian dari cara sekolah mengenalkan potensi pertanian di wilayah Kalisat.
“Ini kita sampaikan kepada anak-anak SMAN Kalisat dalam rangka menunjukkan kreativitas dan bentuk kecintaan terhadap Rasulullah SAW, serta kepada masyarakat. Inilah SMAN Kalisat masih eksis dengan menampilkan hasil-hasil bumi berupa sayuran dan buah-buahan,” lanjutnya.
Wibisono menyebut kegiatan perdana tersebut mendapat sambutan positif dari warga sekolah maupun orang tua siswa. Dukungan itu terlihat dari keterlibatan siswa, guru, hingga wali murid dalam pelaksanaan kirab.
“Ternyata ketika kita inisiasi kegiatan kirab Namun Ancak Agung yang mungkin pertama kali di SMAN Kalisat ini, mendapatkan sambutan yang luar biasa. Tidak hanya dari siswa dan Bapak/Ibu guru, tapi juga dari orang tua wali murid yang ikut menyupport,” ungkapnya.
Pihak sekolah berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Momentum Maulid Nabi juga dimanfaatkan untuk memperkuat pendidikan karakter, etika, serta penghormatan siswa kepada orang tua dan guru.
“Harapan kita kegiatan ini bisa berlangsung secara berkelanjutan dan menumbuhkan jiwa menghargai orang lain. Seperti isi tausiyah tadi, siswa harus taat kepada orang tua dan guru, serta memiliki etika dan akhlak yang baik di masyarakat,” tegas Wibisono.
Penguatan karakter juga menjadi perhatian sekolah dalam menghadapi tantangan kenakalan remaja. Khusus siswa kelas X, sekolah telah melakukan sosialisasi tata tertib bersama orang tua dan membangun grup komunikasi antara sekolah dengan wali murid.
“Di awal kita sudah undang orang tua wali murid bersama murid kelas X untuk sosialisasi tata tertib di SMAN Kalisat. Jadi orang tua juga harus tahu jam berapa anak pulang dan bagaimana sikapnya di sekolah,” pungkasnya.
Penulis : Herry
Editor : Zainul Arifin


















Komentar