BANDA ACEH, RadarBangsa.co.id – Peluang kolaborasi untuk memperkuat promosi potensi Aceh menjadi salah satu pembahasan dalam audiensi Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Aceh Besar dengan manajemen PT Garuda Indonesia Perwakilan Banda Aceh, Senin (21/9/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Banda Aceh itu juga membahas potensi sinergi antara perusahaan pers yang tergabung dalam SMSI Aceh Besar dan Garuda Indonesia, terutama dalam penyebarluasan informasi mengenai pariwisata, investasi, pendidikan, ekonomi hingga konektivitas Aceh.
Audiensi dipimpin Ketua SMSI Aceh Besar Zulfikar, S.Pd., didampingi Sekretaris Sadhali, S.Pd., Wakil Bendahara Nazarullah, SE, serta Wakil Seksi Kerja Sama dan Pengembangan Usaha, Taza, ST.
Rombongan SMSI Aceh Besar diterima General Manager (GM) Garuda Indonesia Perwakilan Banda Aceh, Jufriandi, bersama jajaran manajemen.
Zulfikar mengapresiasi sambutan dan keterbukaan manajemen Garuda Indonesia dalam menerima audiensi tersebut. Menurut dia, pertemuan itu menjadi ruang awal untuk membangun komunikasi dan kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta daerah.
“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih karena SMSI Aceh Besar telah disambut dengan baik oleh manajemen Garuda Indonesia. Banyak hal yang dapat kita lakukan ke depan dalam membangun hubungan kerja sama, khususnya dengan perusahaan pers yang tergabung di SMSI Aceh Besar,” kata Zulfikar.
Ia menyebut media siber memiliki peran dalam menyebarluaskan informasi mengenai berbagai potensi daerah kepada masyarakat luas. Karena itu, SMSI Aceh Besar membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan perusahaan penerbangan.
“Kami siap membangun komunikasi dan kerja sama dengan Garuda Indonesia. Media memiliki peran untuk menyampaikan informasi yang positif dan konstruktif tentang Aceh kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Jufriandi turut menyampaikan pandangannya mengenai peluang pengembangan konektivitas penerbangan di Aceh.
Menurut dia, letak geografis Aceh di ujung barat Indonesia dan kedekatannya dengan Malaysia, Thailand, Singapura hingga kawasan India menjadi salah satu modal untuk mengembangkan konektivitas penerbangan.
Konektivitas tersebut dinilai memiliki kaitan dengan peluang pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi Aceh. Jufriandi juga menyebut adanya potensi pengembangan Aceh sebagai salah satu titik hub penerbangan, termasuk peluang konektivitas menuju Arab Saudi.
Di sisi lain, promosi potensi wisata Aceh dinilai perlu dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha dan media.
“Kita harus sama-sama bahu-membahu mempromosikan Aceh. Kita tidak boleh bosan menyampaikan kepada dunia dan daerah luar bahwa Aceh ini aman,” ujar Jufriandi.
Bagi SMSI Aceh Besar, audiensi tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat komunikasi dengan Garuda Indonesia. Zulfikar berharap pembicaraan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui bentuk kerja sama yang konkret, termasuk promosi daerah, publikasi kegiatan serta kegiatan yang berkaitan dengan pariwisata dan ekonomi.
Selain membahas peluang sinergi, Zulfikar menyampaikan rencana pelantikan Pengurus SMSI Aceh Besar masa bakti 2026–2029 yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Oktober 2026.
“Insyaallah pelantikan Pengurus SMSI Aceh Besar masa bakti 2026–2029 akan dilaksanakan pada pertengahan Oktober 2026. Setelah pelantikan, kami siap memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Garuda Indonesia,” katanya.
Ia menegaskan SMSI Aceh Besar berkomitmen membangun organisasi perusahaan media siber yang profesional dan berintegritas serta memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.
Audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya membuka ruang kerja sama antara organisasi perusahaan media siber dan Garuda Indonesia, khususnya dalam memperkuat publikasi serta promosi berbagai potensi Aceh ke tingkat nasional maupun internasional.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar