BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Suasana haru menyelimuti halaman UPTD SMPN 2 Burneh, Kabupaten Bangkalan, saat ratusan siswa kelas IX resmi dikembalikan kepada orang tua, Selasa (19/5/2026).
Prosesi penutupan tahun pembelajaran 2025-2026 itu tidak sekadar seremoni kelulusan, tetapi juga menjadi momentum penguatan karakter dan pesan moral bagi siswa sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Pisah kenang siswa kelas IX UPTD SMPN 2 Burneh berlangsung meriah sekaligus emosional. Orang tua, guru, hingga warga sekitar memadati halaman sekolah untuk menyaksikan prosesi pelepasan siswa yang telah menempuh pendidikan selama tiga tahun.
Acara tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan Bangkalan, komite sekolah, kepala sekolah SD sekitar, tokoh masyarakat, dewan guru, serta wali murid siswa kelas IX.
Sebelum prosesi pisah kenang dimulai, panggung acara dipenuhi berbagai penampilan seni dari siswa kelas VII dan VIII. Mulai dari tari daerah, puisi Madura, pencak silat, qiroah, hingga drama pendek berbahasa Madura berhasil menyita perhatian tamu undangan.
Antusiasme siswa menjadi sorotan tersendiri. Mereka tampil percaya diri membawa budaya lokal ke atas panggung sekolah.
“Kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi ruang bagi siswa untuk menunjukkan kreativitas dan keberanian mereka,” ujar salah satu guru pendamping kegiatan.
Memasuki acara inti, Kepala UPTD SMPN 2 Burneh, Drs. Hartono, M.Pd, menyampaikan pesan menyentuh kepada para siswa. Ia menegaskan wisuda bukan akhir perjalanan, melainkan gerbang menuju masa depan yang lebih besar.
“Setelah melalui perjalanan panjang selama tiga tahun menuntut ilmu, secara resmi kalian kami kembalikan kepada orang tua masing-masing,” kata Hartono di hadapan siswa dan wali murid.
Ia mengingatkan para siswa agar tidak cepat puas dan terus mengembangkan kemampuan diri. Menurutnya, tantangan pendidikan dan dunia kerja ke depan akan semakin kompetitif.
“Perjalanan ini bukan berakhir. Jangan pernah lelah belajar dan teruslah mengasah potensi diri,” tegasnya.
Hartono juga menyoroti pentingnya menjaga karakter di tengah perubahan zaman. Ia meminta seluruh lulusan tetap membawa nama baik sekolah di mana pun berada.
“Tunjukkan bahwa kalian alumni SMPN 2 Burneh yang berakhlak mulia, disiplin, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Hartono mewakili seluruh guru menyampaikan permohonan maaf kepada siswa dan wali murid apabila selama proses pendidikan terdapat kekhilafan maupun perkataan yang kurang berkenan.
“Teruslah bermimpi, kejarlah cita-cita dengan kerja keras, doa, dan restu orang tua. Jagalah nama baik almamater di mana pun kalian berpijak,” pungkasnya.
Penulis : Lan
Editor : Zainul Arifin









Komentar