Tangis Warga Binaan Lapas Semarang Pecah Saat Diberi Izin Hadiri Pemakaman Ayah Kandung

Rabu, 15 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Warga binaan Lapas Semarang dikawal petugas saat menuju TPU Bergota untuk pemakaman ayah kandung. Rabu, 15 April 2026 (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Warga binaan Lapas Semarang dikawal petugas saat menuju TPU Bergota untuk pemakaman ayah kandung. Rabu, 15 April 2026 (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SEMARANG, RadarBangsa.co.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang memberikan izin khusus kepada warga binaan berinisial DR untuk menghadiri pemakaman ayah kandungnya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bergota, Kota Semarang, Rabu (15/04). Keputusan ini diambil setelah melalui proses verifikasi ketat dan pertimbangan Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP).

Peristiwa ini menjadi perhatian publik karena pelaksanaan izin keluar warga binaan dilakukan dengan pengawasan ketat aparat pemasyarakatan dan kepolisian.

Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, menjelaskan bahwa izin tersebut dikeluarkan berdasarkan Surat Izin Keluar Nomor WP.13.PAS.1-PK.05.04-1345 tertanggal 15 April 2026. Prosesnya diawali dengan laporan keluarga terkait kabar duka yang diterima warga binaan DR.

“Yang bersangkutan diberi kabar duka oleh keluarga dan mengirimkan permohonan izin kepada kami, kemudian kami minta dokumen-dokumen yang dibutuhkan yang selanjutnya dilaksanakan sidang TPP untuk menentukan apakah warga binaan diizinkan atau tidak,” ujar Tohari.

Setelah dinyatakan memenuhi syarat administratif dan substantif, pihak Lapas mengizinkan DR untuk hadir ke pemakaman dengan pengawalan ketat petugas Lapas serta personel Polrestabes Semarang menggunakan kendaraan dinas.

Selama proses berlangsung, DR berada dalam pengawasan penuh aparat. Pihak Lapas menegaskan bahwa setelah kegiatan selesai, yang bersangkutan langsung kembali ke Lapas Kelas I Semarang tanpa pengecualian.

DR sendiri diketahui merupakan warga binaan kasus narkotika dengan masa pidana lima tahun dan telah menjalani hukuman sekitar dua tahun.

“Ya kaget, saya sedang menjalani masa hukuman, lalu mendapat kabar duka ini,” ungkap DR. Ia juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih karena diizinkan memberikan penghormatan terakhir kepada ayahnya.

Kebijakan izin keluar bagi warga binaan dalam kondisi darurat keluarga menjadi bagian dari pendekatan kemanusiaan dalam sistem pemasyarakatan. Namun, pengawasan ketat tetap diberlakukan untuk memastikan keamanan dan kepatuhan terhadap aturan hukum yang berlaku.

Kalapas menegaskan, seluruh prosedur telah dijalankan sesuai aturan. “Setelah kegiatan selesai, warga binaan langsung kami kembalikan ke Lapas,” tegasnya.

Penulis : Bandi

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:39

Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan

Berita Terbaru