MURATARA, RadarBangsa.co.id — Sebuah video siaran langsung Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) H. Devi Suhartoni yang diunggah pada Jumat (29/5/2026) ramai dibicarakan di media sosial. Video itu memicu perhatian publik karena menyoroti ASN yang diduga menambah libur usai Idul Adha, saat pelayanan kantor semestinya tetap berjalan.
Dalam siaran langsung dari lingkungan perkantoran pemerintah daerah, suasana kantor terlihat lengang. Kondisi itu membuat bupati kecewa, sebab menurutnya ada pegawai yang tidak hadir tanpa alasan yang jelas di hari kerja.
Ia menegaskan bahwa ASN tidak boleh mengabaikan tanggung jawab sebagai pelayan publik. Menurutnya, disiplin kerja adalah hal mendasar yang harus dijaga, terutama ketika masyarakat masih membutuhkan layanan administrasi dari pemerintah.
“Kalau gaji dikurangi marah, tetapi ketika jam kerja dan kewajiban sebagai pegawai diabaikan seolah dianggap biasa. Ini yang tidak boleh terjadi,” ujar bupati dalam video tersebut.
Pernyataan itu langsung memantik respons dari masyarakat. Banyak warga mendukung sikap tegas kepala daerah tersebut karena dinilai mencerminkan komitmen terhadap disiplin aparatur dan kualitas pelayanan publik.
Bagi warga, kehadiran ASN di kantor bukan sekadar formalitas. Setelah libur panjang, kebutuhan layanan masyarakat justru kerap meningkat, sehingga kantor pemerintahan tidak boleh kosong dan terkesan abai terhadap kepentingan publik.
Video tersebut kemudian menyebar cepat di berbagai platform media sosial dan menjadi bahan perbincangan netizen. Banyak yang menilai teguran itu sebagai bentuk pengawasan langsung yang semestinya memang dilakukan seorang kepala daerah.
Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti jumlah ASN yang tidak hadir pada hari kerja tersebut. Namun, peringatan keras bupati menjadi sinyal bahwa disiplin pegawai di lingkungan Pemkab Muratara akan terus dievaluasi.
Di tengah sorotan publik terhadap kinerja aparatur, kasus ini kembali mengingatkan bahwa pelayanan masyarakat tidak boleh kalah oleh kebiasaan menambah libur. “Profesionalisme ASN, pada akhirnya, diukur dari kedisiplinan saat publik sedang menunggu pelayanan,” pungkasnya.
Penulis : Separi
Editor : Zainul Arifin


















Komentar