PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, memberikan apresiasi atas keberhasilan penyelenggaraan Bromo Marathon 2025 yang berlangsung meriah di Kecamatan Tosari, Minggu (7/9/2025). Hadir perdana dalam ajang lari lintas negara tersebut, Gus Shobih – sapaan akrabnya – menilai kolaborasi antara panitia, pihak perbankan, dan masyarakat menjadi kunci suksesnya event tahunan ini.
Menurutnya, lomba lari berskala internasional yang sudah memasuki edisi ke-12 itu bukan hanya sekadar ajang olahraga, tetapi juga peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Ia berharap kegiatan serupa di masa depan mampu memberi nilai tambah lebih besar, khususnya bagi warga Tosari.
“Ke depannya, kami berharap Bromo Marathon memberikan multiplier effect bagi masyarakat Kabupaten Pasuruan. Tidak hanya membantu promosi potensi wisata Bromo dan sekitarnya, tetapi juga mengenalkan produk unggulan UMKM dan potensi daerah lainnya,” ujarnya penuh semangat.
Untuk itu, ia mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar berperan aktif dalam mendukung acara tersebut, mulai dari Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi hingga Disperindag.
Bromo Marathon 2025 diikuti 2.234 pelari dari dalam dan luar negeri. Peserta asing datang dari 21 negara, di antaranya Australia, Belgia, Brunei Darussalam, Kanada, China, Denmark, Prancis, Jerman, hingga India. Start dimulai dari Plataran Bromo, Desa Ngadiwono, sejak pukul 05.00 pagi.
Dalam sambutannya, Gus Shobih juga menyampaikan terima kasih kepada pihak penyelenggara, Bank Indonesia, dan Bank Jatim yang turut mendukung. “Mudah-mudahan wisata di Kabupaten Pasuruan semakin dikenal, baik di tanah air maupun mancanegara,” katanya.
CEO & Founder Plataran Indonesia, Yozua Makes, menegaskan pihaknya berkomitmen melanjutkan kemitraan lintas sektor untuk mengangkat level Bromo Marathon.
“Bromo Marathon adalah kolaborasi pemerintah daerah, bank daerah, dan swasta. Kami bertekad menjaga agar levelnya terus meningkat sebagai lomba lari berskala internasional,” ucapnya.
Selain kompetisi lari, acara juga diramaikan kesenian tradisional khas Tengger seperti tari Bale Ganjur dan seni Bantengan yang mengiringi peserta di sepanjang rute. Panorama pegunungan dengan elevasi 1.950–2.750 mdpl menambah tantangan sekaligus daya tarik bagi pelari.
Deretan stan UMKM binaan Bank Jatim turut melengkapi kemeriahan. Produk kriya seperti tas kulit, batik tulis Tengger, serta kuliner khas seperti keripik tempe, keripik pisang, dan rambak banyak menarik perhatian peserta maupun wisatawan.
Roqik, pengrajin kulit asal Bangil, mengaku antusias bisa memamerkan produknya di ajang internasional ini. “Maturnuwun kami diajak ikut bazar. Semoga ke depan bisa dilibatkan lagi, mungkin lebih terkoordinir lewat OPD terkait,” ujarnya.
Tahun ini, Bromo Marathon mempertandingkan lima kategori: Full Marathon (42 km), Half Marathon (21 km), Course 10 km, Course 5 km, serta Kids Category (2,5 km). Dengan rute berliku, tanjakan menantang, hingga panorama Bukit Premium, ajang ini menyuguhkan sensasi berbeda dibandingkan lomba lari lainnya.
“Dengan sinergi yang semakin kuat, kami optimistis Bromo Marathon bukan hanya jadi event olahraga, tetapi juga ikon pariwisata dan kebangkitan ekonomi Pasuruan,” pungkas Gus Shobih.
Lainnya:
- Bedah Rumah Insan Pendidikan Jatim Tembus 135 Unit, Khofifah Turun Langsung
- Bupati Kendal Tekankan Disiplin Jadi Kunci Profesionalisme ASN
- Khofifah Tinjau Bedah Rumah Petugas Sekolah, 135 Warga Pendidikan Terbantu
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








