PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat komitmen kolektif dalam membangun daerah. Ajakan itu disampaikannya saat menghadiri acara Hadrah Ishari Kolosal yang menjadi rangkaian Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1096, Sabtu (6/9/2025) malam.
Menurut Shobih, tantangan ke depan bagi Kabupaten Pasuruan adalah bagaimana menggali, mengelola, sekaligus memanfaatkan potensi daerah agar lebih maju. Peringatan hari jadi, katanya, menjadi momen tepat untuk memperkuat partisipasi semua pihak dalam mendorong pembangunan yang inklusif.
“Kabupaten Pasuruan yang kita cintai ini memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Mari kita jadikan acara ini sebagai momentum memperkuat komitmen membangun daerah yang damai, maju, sejahtera, dan berkeadilan,” ungkapnya.
Acara Hadrah Ishari Kolosal yang digelar di halaman Kantor Bupati Pasuruan ini diikuti sekitar 2.500 peserta. Mereka terdiri atas 2.000 anggota dari Pimpinan Cabang (PC) Pasuruan dan 500 anggota dari PC Bangil. Lantunan doa, puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW, hingga gerakan khas radad berpadu dengan iringan rebana menciptakan suasana religius yang khidmat.
Shobih, yang akrab disapa Gus Shobih, menegaskan bahwa hadrah kolosal tidak hanya sekadar upaya melestarikan seni Ishari, tetapi juga sarana doa bersama demi terwujudnya Pasuruan yang damai.
“Selamat datang kepada seluruh anggota Ishari. Malam ini kita berkumpul dan berdoa bersama demi kedamaian Kabupaten Pasuruan. Sekaligus mempererat silaturahmi dan menumbuhkan kesadaran pentingnya spiritualitas dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Wabup menambahkan, doa bersama dalam skala besar ini diyakini membawa energi positif, baik bagi ribuan peserta maupun masyarakat luas. Ia pun berterima kasih kepada panitia yang telah bekerja keras menyelenggarakan acara yang belum pernah dilakukan secara kolosal sebelumnya.
“Terima kasih kepada seluruh panitia. Malam ini sejarah baru tercipta, karena untuk pertama kalinya doa bersama Pasuruan Damai dan Hadrah Ishari digelar dalam skala besar,” jelasnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat daerah, mulai dari Sekretaris Daerah Yudha Triwidya Sasongko, jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, Dandim 0819 Pasuruan Letkol Inf. Boga Bramiko, hingga Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin.
Lebih jauh, Shobih menilai peran Ishari bukan hanya menjaga tradisi, tetapi juga memperkuat nilai spiritual masyarakat. Menurutnya, perpaduan antara seni dan doa menjadi modal penting dalam menciptakan iklim sosial yang damai.
“Mudah-mudahan doa kita diterima Allah SWT dan membawa berkah bagi seluruh warga. Dengan semangat Ishari dan doa bersama di Hari Jadi ke-1096 ini, Pasuruan Damai Bangkit, Bersama Kita Bisa,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar