SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Sosok Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, menjadi inspirasi bagi siswa SD Muhammadiyah 3 Ikrom Taman dalam sebuah podcast edukatif, Rabu (3/6/2026). Dalam forum itu, para siswa diajak melihat langsung bahwa perempuan juga bisa memimpin dan memberi pengaruh bagi masyarakat.
Kegiatan yang digelar di ruang perpustakaan sekolah tersebut menjadi ruang belajar yang berbeda. Lewat dialog hangat bersama siswa, Mimik menyampaikan pesan tentang pendidikan, akhlak, mimpi besar, dan pentingnya menggunakan teknologi secara bijak.
Podcast tersebut dipandu oleh siswi kelas III, Hana Nusaibah Abdillah. Dengan percaya diri, ia melontarkan sejumlah pertanyaan seputar kepemimpinan, pendidikan, hingga tantangan menjadi pelayan masyarakat kepada Wakil Bupati Sidoarjo.
Bagi pihak sekolah, kehadiran Mimik bukan sekadar agenda wawancara. Kehadirannya diharapkan bisa menanamkan keyakinan kepada para siswa bahwa perempuan memiliki ruang yang sama untuk berkarya, memimpin, dan memberi manfaat bagi orang lain.
Menjawab pertanyaan soal motivasi awal terjun ke dunia kepemimpinan, Mimik menegaskan bahwa hidup harus diarahkan untuk memberi manfaat. Ia juga menautkan hal itu dengan nilai spiritual yang menurutnya menjadi landasan penting dalam bekerja untuk masyarakat.
“Kita hidup di dunia harus dapat menjadi orang yang bermanfaat bagi masyarakat. Insyaallah apa yang kita lakukan akan diridhai Allah SWT,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Mimik juga menyoroti pentingnya pendidikan sebagai bekal utama masa depan. Namun, ia menegaskan bahwa pendidikan tidak cukup hanya mengejar nilai akademik. Pembentukan karakter dan akhlak sejak dini, menurut dia, sama pentingnya agar anak tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab.
“Pendidikan sangat penting untuk mengangkat derajat kita. Namun semuanya harus diawali dengan pendidikan akhlak sejak dini agar tumbuh menjadi pribadi yang baik dan bertanggung jawab,” katanya.
Pesan itu mendapat perhatian dari para siswa yang mengikuti perbincangan hingga selesai. Mimik kemudian mendorong anak-anak untuk berani bermimpi besar dan tidak mudah menyerah saat menghadapi jalan menuju cita-cita.
“Jangan lelah belajar. Bermimpilah setinggi-tingginya dan terus berjuang sampai cita-cita itu tercapai,” pesannya.
Ia juga mengingatkan agar anak-anak tidak terjebak pada penggunaan gawai dan internet yang hanya berujung hiburan semata. Di tengah era digital yang serba cepat, teknologi, menurutnya, harus dimanfaatkan untuk mencari ilmu dan menambah wawasan.
“Manfaatkan era digital ini untuk mencari ilmu. Jangan terlena dengan permainan yang membuat lupa waktu. Anak-anak harus bisa mengatur kapan waktunya belajar dan kapan waktunya bermain,” tegasnya.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak selalu hadir lewat buku dan ruang kelas. Dialog langsung dengan pemimpin daerah memberi pengalaman belajar yang lebih dekat dengan realitas, sekaligus menanamkan keberanian bagi siswa untuk bermimpi dan berproses sejak dini.
” Di tengah menguatnya peran perempuan di berbagai sektor, pesan dari SD Muhammadiyah 3 Ikrom hari itu menjadi sederhana tetapi kuat, kepemimpinan bisa lahir dari siapa saja yang mau belajar, bekerja keras, dan memberi manfaat bagi sesama,” pungkasnya.
Penulis : Tom
Editor : Zainul Arifin


















Komentar