Wali kota Semarang ‘Menghilang’ pasca penolakan praperadilan Dugaan kasus korupsi

- Redaksi

Kamis, 16 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG, RadarBangsa.co.id –  Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, atau yang akrab disapa Mbak Ita, tidak terlihat berkantor di Kompleks Balai Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu (15/1/2025). Tempat parkir khusus Wali Kota kosong, tanpa kehadiran mobil dinasnya.

Ketidakhadiran Mbak Ita terjadi setelah Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak permohonan praperadilan yang diajukannya. Putusan tersebut mengukuhkan statusnya sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi yang tengah diselidiki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Berdasarkan pantauan, layar informasi agenda Pemerintah Kota Semarang tidak mencantumkan jadwal resmi untuk Mbak Ita pada hari itu. Salah seorang pegawai yang enggan disebut namanya mengonfirmasi, “Izin hari ini kosong.”

Sementara itu, seorang petugas di Balai Kota menyebutkan, “Terakhir kali beliau terlihat di sini pekan lalu. Setelah itu, belum kelihatan lagi aktivitasnya.” Kemunculan terakhir Mbak Ita dalam acara resmi tercatat pada Sabtu (11/1/2025), ketika ia mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono di Politeknik Pekerjaan Umum Semarang.

Hingga kini, keberadaan Mbak Ita masih menjadi tanda tanya. Sejumlah pejabat Pemkot Semarang pun mengaku tidak mengetahui lokasi keberadaannya. Awak media yang mencoba menghubunginya melalui pesan singkat belum mendapatkan balasan.

Penolakan gugatan praperadilan oleh Hakim Tunggal Jan Oktavianus menegaskan bahwa penyelidikan dan penyidikan KPK telah sesuai prosedur hukum. Dalam sidang tersebut, KPK mengajukan lebih dari 200 dokumen dan bukti elektronik, termasuk komunikasi dalam ponsel. Bukti tersebut mendukung dugaan tindak pidana korupsi terkait pengadaan barang/jasa Pemkot Semarang tahun 2023-2024, pemerasan terhadap pegawai negeri, serta penerimaan gratifikasi.

Kasus ini menambah sorotan terhadap pemerintahan Kota Semarang. Suasana di Balai Kota pada Rabu (15/1/2025) terlihat sepi tanpa aktivitas Mbak Ita. Banyak pihak kini menanti pernyataan resmi dari Wali Kota terkait kasus yang menjeratnya.

Lainnya:

Penulis : Hosea

Editor : Bandi

Berita Terkait

Bupati Lamongan Tancap Gas Reformasi Birokrasi, 34 Pejabat Resmi Dilantik
Bupati Lamongan Lantik 34 Pejabat, Dorong Percepatan Layanan Publik dan Birokrasi Efektif
1.239 Jemaah Haji Sidoarjo Berangkat, Wabup Tekankan Kesehatan
Sidoarjo Genjot Senam Jantung Sehat, 140 Instruktur Disiapkan Tekan Risiko
Medsos Dibatasi Usia 16 Tahun, NTB Dukung Perlindungan Anak Digital
Gebrak Rutilahu Diluncurkan, Wali Kota Lubuk Linggau Kejar Perbaikan 255 Rumah
DPRD Musi Rawas Gaspol 4 Raperda Krusial Dibahas, Dari Tata Ruang hingga Ketertiban Daerah
Banjir Sidoarjo Tak Kunjung Usai, Pemkab Gandeng BNPB Gaspol Rp209 M
Wali kota Semarang 'Menghilang' pasca penolakan praperadilan Dugaan kasus korupsi

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:18 WIB

Bupati Lamongan Tancap Gas Reformasi Birokrasi, 34 Pejabat Resmi Dilantik

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:12 WIB

Bupati Lamongan Lantik 34 Pejabat, Dorong Percepatan Layanan Publik dan Birokrasi Efektif

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:44 WIB

1.239 Jemaah Haji Sidoarjo Berangkat, Wabup Tekankan Kesehatan

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:37 WIB

Sidoarjo Genjot Senam Jantung Sehat, 140 Instruktur Disiapkan Tekan Risiko

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:11 WIB

Gebrak Rutilahu Diluncurkan, Wali Kota Lubuk Linggau Kejar Perbaikan 255 Rumah

Berita Terbaru

Wabup Sidoarjo Mimik Idayana melepas jemaah haji di Sidoarjo, Selasa (5/5/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Pemerintahan

1.239 Jemaah Haji Sidoarjo Berangkat, Wabup Tekankan Kesehatan

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:44 WIB