Wamen Stella dan Senator Anggota DPD RI Lia Istifhama Sepakat Dorong Pemerataan Sekolah Garuda

Selasa, 4 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Hj. Lia Istifhama (Dok Foto Istimewa)

DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Hj. Lia Istifhama (Dok Foto Istimewa)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meluncurkan Program Sekolah Garuda, sebuah inisiatif strategis untuk memperkuat pemerataan pendidikan unggul di seluruh Indonesia. Program ini digagas sebagai bagian dari visi besar “Indonesia Emas 2045” yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menanggapi langkah tersebut, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Timur, Dr. Hj. Lia Istifhama, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pemerintah. Ia menilai, Sekolah Garuda bukan sekadar proyek pendidikan, tetapi investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia nasional.

“Program ini bukan hanya proyek pendidikan, tapi investasi strategis dalam sumber daya manusia Indonesia. Sekolah Garuda berpotensi menjadi inkubator kepemimpinan dan inovasi yang membentuk generasi emas 2045,” ujar Lia Istifhama di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (4/11/2025).

Menurut Lia, kehadiran Sekolah Garuda perlu dimaknai sebagai langkah reformasi struktural di bidang pendidikan nasional. Ia mendorong agar setiap provinsi memiliki minimal satu Sekolah Garuda sebagai pusat pembibitan talenta unggul yang berakar pada potensi lokal.

“Kami di DPD RI berharap setiap provinsi memiliki minimal satu Sekolah Garuda. Ini penting untuk menghadirkan pusat pembibitan talenta unggul di daerah,” tegasnya.

Politisi yang akrab disapa Ning Lia itu menilai, program ini harus dijalankan secara kolaboratif dengan melibatkan pemerintah daerah dan lembaga pendidikan di tingkat lokal. Dengan cara itu, Sekolah Garuda dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kekuatan ekonomi masing-masing wilayah.

“Misalnya di Jawa Timur, yang memiliki ekosistem pendidikan kuat dan potensi sumber daya manusia besar. Sekolah Garuda bisa menjadi katalisator integrasi antara pendidikan, riset, dan industri berbasis daerah,” jelasnya.

Program Sekolah Garuda akan dijalankan melalui dua skema utama, yakni Sekolah Garuda Baru dan Sekolah Garuda Transformasi. Skema pertama difokuskan untuk membangun sekolah baru di wilayah dengan ketimpangan akses pendidikan tinggi, seperti Belitung Timur, Timor Tengah Selatan, Konawe Selatan, dan Bulungan. Empat sekolah pertama ditargetkan beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027.

Sementara Sekolah Garuda Transformasi diarahkan untuk memperkuat sekolah-sekolah unggulan yang sudah ada, seperti SMA Taruna Nusantara di Jawa Tengah dan SMA Unggul Del di Sumatera Utara, melalui peningkatan kurikulum, pelatihan guru, dan tata kelola modern.

Wakil Menteri Kemdiktisaintek Prof. Stella Christie, Ph.D., menuturkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diinisiasi Presiden Prabowo. Pemerintah menargetkan terbentuknya 100 Sekolah Garuda hingga 2029, terdiri dari 80 sekolah transformasi dan 20 sekolah baru di seluruh Indonesia.

“Sekolah Garuda bukan sekadar sekolah unggulan, tetapi model pendidikan masa depan yang menyeimbangkan kecerdasan akademik, karakter, dan kolaborasi global,” ujar Prof. Stella.

Program ini mengadopsi sistem sekolah berasrama dengan kurikulum adaptif berbasis prinsip Merdeka Belajar dan pendekatan STEAM (Sains, Teknologi, Engineering, Art, dan Matematika). Sekolah Garuda juga akan memperkuat tiga pilar utama pendidikan nasional: pemerataan kesempatan berprestasi, pembentukan karakter dan kepemimpinan nasional, serta sinergi akademik dan pengabdian masyarakat.

Kemdiktisaintek memastikan pembiayaan program berjalan inklusif melalui Dana Abadi Pendidikan senilai Rp1,415 triliun per tahun. Dana ini akan digunakan untuk beasiswa penuh bagi siswa berprestasi agar sekolah tetap berkeadilan bagi semua kalangan.

Lia Istifhama menilai keberhasilan Sekolah Garuda tidak semata diukur dari jumlah sekolah yang dibangun, tetapi dari kualitas manusia yang dihasilkan. Ia berharap program ini menjadi tonggak perubahan nyata dalam menyiapkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing global.

“Saya percaya Sekolah Garuda adalah bukti bahwa visi Indonesia Emas 2045 bukan sekadar retorika, tetapi komitmen nyata untuk menyiapkan manusia Indonesia yang unggul dan siap memimpin masa depan bangsa,” pungkas Lia.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
Safari Inklusi Sukapura Dorong Sekolah Lebih Adaptif terhadap Kebutuhan Murid
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Dari Kampus ke Kampus, Anggota DPD RI Asal Jawa Timur Lia Istifhama Ajak Mahasiswa Belajar Pengabdian
Biro Adpim Jatim Raih Penghargaan, Literasi Digital Santri Jadi Perhatian
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 07:02

Safari Inklusi Sukapura Dorong Sekolah Lebih Adaptif terhadap Kebutuhan Murid

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Berita Terbaru