Wartawan Korban Curanmor di Bangkalan Kecewa, SP2HP Terhenti Sejak Desember

Selasa, 17 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rekaman CCTV pelaku curanmor di Bangkalan, Selasa (17/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Rekaman CCTV pelaku curanmor di Bangkalan, Selasa (17/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Penanganan kasus pencurian sepeda motor (curanmor) di wilayah hukum Polres Bangkalan kembali menjadi perhatian publik. Hingga lima bulan sejak laporan resmi diterima, pelaku curanmor yang terekam jelas kamera pengawas (CCTV) belum juga terungkap, memunculkan pertanyaan soal progres penyelidikan dan transparansi informasi kepada korban.

Korban dalam kasus ini adalah Supriadi, seorang wartawan lokal di Bangkalan. Sepeda motor Honda PCX warna merah miliknya hilang digasak pelaku pada 12 Oktober 2025. Pada hari yang sama, ia melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bangkalan dengan melampirkan sejumlah bukti, termasuk rekaman CCTV yang memperlihatkan wajah terduga pelaku tanpa penutup.

“Saya melapor 12 Oktober 2025. SP2HP terakhir yang saya terima Desember 2025. Setelah itu, sepanjang 2026 belum ada lagi surat perkembangan, tidak ada kabar lanjutan, dan komunikasi dengan penyidik pun buntu,” ujar Supriadi saat dikonfirmasi, Selasa (17/2/2026).

Menurutnya, rekaman CCTV yang diserahkan seharusnya menjadi pintu masuk identifikasi pelaku. Dalam rekaman tersebut, wajah terduga pelaku terlihat jelas. Ia menilai bukti visual itu mestinya mempercepat proses penyelidikan.

“Wajah pelaku sangat jelas. Itu bukan rekaman buram atau tertutup helm. Seharusnya ini bisa ditindaklanjuti secara maksimal. Tapi sampai sekarang belum ada hasil konkret,” tegasnya.

Supriadi menekankan bahwa persoalan ini bukan sekadar administrasi Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP), melainkan substansi penanganan perkara. Ia menilai lambannya perkembangan kasus berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian, khususnya dalam penanganan kasus kriminalitas jalanan seperti curanmor.

“Kalau kasus dengan bukti sejelas ini belum bisa terungkap dalam lima bulan, bagaimana dengan kasus lain yang minim bukti? Ini wajar kalau publik bertanya soal keseriusan penegakan hukum,” ujarnya.

Di sisi lain, Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, saat dimintai keterangan menyampaikan bahwa SP2HP akan segera dikirimkan oleh penyidik kepada korban. “Nanti dikirimkan SP2HP-nya oleh penyidik kepada yang bersangkutan,” ujarnya singkat.

Menanggapi hal itu, Supriadi menyatakan bahwa pengiriman SP2HP seharusnya dilakukan secara berkala sesuai prosedur, tanpa harus menunggu konfirmasi atau sorotan media.

“SP2HP itu kewajiban penyidik sesuai aturan. Jangan sampai terkesan bergerak setelah ada pertanyaan atau pemberitaan. Masyarakat tentu berharap ada konsistensi,” katanya.

Kasus ini menjadi tantangan tersendiri bagi pimpinan Polres Bangkalan yang baru untuk menunjukkan komitmen dalam penanganan tindak pidana, khususnya curanmor yang kerap meresahkan warga. Publik kini menanti langkah konkret aparat dalam mengungkap pelaku dan memastikan transparansi proses hukum berjalan sebagaimana mestinya.

“Ini bukan hanya soal motor saya, tetapi soal kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum. Kami menunggu tindakan nyata,” pungkas Supriadi.

Penulis : Lan

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:13

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Berita Terbaru